Prediksi Curah Hujan dan Sifat Hujan di Nusa Tenggara Timur untuk Bulan Maret hingga Mei 2026
Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang sering menghadapi tantangan terkait dengan curah hujan yang bervariasi. Untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan iklim, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prediksi curah hujan dan sifat hujan untuk bulan Maret, April, dan Mei 2026.
Kondisi Iklim dan Anomali Suhu Laut
Berdasarkan prediksi yang disampaikan BMKG, kondisi El Nino Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) diperkirakan akan tetap dalam kondisi netral hingga pertengahan tahun 2026. Hal ini mengindikasikan bahwa perairan Indonesia, khususnya di NTT, akan mengalami suhu normal hingga sedikit hangat. Meskipun demikian, suhu yang sedikit lebih hangat ini tetap dalam ambang normal, sehingga tidak akan ada perubahan drastis dalam pola cuaca.
Prediksi Curah Hujan
Berdasarkan peta prediksi curah hujan yang dirilis untuk bulan Maret hingga Mei 2026, curah hujan di NTT diprediksi berkisar antara tingkat menengah hingga rendah. Pada bulan Maret 2026, curah hujan diperkirakan akan cukup signifikan dengan beberapa daerah yang mengalami curah hujan dalam kategori tinggi. Namun, pada bulan April dan Mei, curah hujan diperkirakan akan menurun menjadi kategori rendah hingga menengah, dengan sebagian besar wilayah NTT menghadapi kondisi hujan yang lebih ringan.
Sifat Hujan: Normal hingga Di Bawah Normal
Sifat hujan di NTT untuk bulan Maret, April, dan Mei 2026 menunjukkan variasi. Pada bulan Maret, sifat hujan diprediksi berada di bawah normal hingga normal, yang berarti bahwa meskipun curah hujan cukup tinggi, beberapa daerah mungkin mengalami kondisi hujan yang tidak merata. Sementara itu, pada bulan April dan Mei, sifat hujan diperkirakan akan tetap normal, namun beberapa daerah mungkin mengalami hujan yang lebih sedikit dari biasanya.
Analisis Kekeringan dan Kebasahan
Analisis Standardized Precipitation Index (SPI) untuk periode akhir 2025 hingga awal 2026 menunjukkan bahwa kondisi kelembaban di NTT umumnya berada dalam kategori normal hingga basah. Ini berarti bahwa daerah-daerah di NTT pada umumnya telah mendapatkan curah hujan yang cukup, meskipun ada beberapa area yang mungkin menghadapi kekeringan ringan.
Monsun Asia dan Monsun Australia
Monsun Asia diperkirakan masih aktif hingga akhir Februari 2026, memengaruhi curah hujan di beberapa wilayah Indonesia, termasuk NTT. Sebaliknya, Monsun Australia, yang biasanya memengaruhi kondisi cuaca di wilayah selatan Indonesia, diprediksi tidak akan aktif pada periode yang sama, yang dapat menyebabkan penurunan curah hujan di wilayah selatan.



