Demotani 2025 Total 15 Ha di Tiga Kabupaten, Kacang Hijau Malaka Masuki Fase Generatif

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan melaksanakan Program Demotani (Desa Model Pertanian) APBD I Tahun Anggaran 2025 sebagai upaya peningkatan produksi komoditas strategis daerah, termasuk kacang hijau.
Secara keseluruhan untuk kacang hijau, total alokasi bantuan Demotani tahun 2025 mencapai 15 hektare yang tersebar di tiga kabupaten, yaitu:
- Kabupaten Timor Tengah Selatan
- Kabupaten Sumba Barat
- Kabupaten Malaka
Di Kabupaten Malaka, kegiatan Demotani dilaksanakan pada Kelompok Tani Fatusnapa, Desa Bani-Bani, Kecamatan Io Kufeu, dengan total luasan 2,5 hektare.
Dukungan Paket Bantuan Sarana Produksi
Dalam kegiatan ini, petani menerima paket bantuan berupa:
- Benih kacang hijau unggul
- Pupuk NPK
- Herbisida
Bantuan ini bertujuan untuk memastikan pertanaman dapat tumbuh optimal sejak fase awal hingga panen, sekaligus menjadi percontohan bagi petani lainnya di wilayah sekitar.
Memasuki Fase Generatif: Penentu Hasil Panen
Saat ini, pertanaman kacang hijau telah memasuki fase generatif, yaitu fase pertumbuhan yang ditandai dengan munculnya bunga, pembentukan polong, hingga pengisian biji.
Secara teknis, fase generatif merupakan tahapan krusial karena:
- Pembungaan (R1–R2)
Tanaman mulai membentuk bunga sebagai bakal polong. - Pembentukan Polong (R3–R4)
Bunga yang berhasil mengalami penyerbukan akan berkembang menjadi polong muda. - Pengisian Biji (R5–R6)
Nutrisi dan unsur hara sangat dibutuhkan pada fase ini untuk memastikan biji terisi penuh dan berkualitas.
Pada fase generatif, kecukupan unsur hara terutama nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) sangat menentukan jumlah dan kualitas polong. Oleh karena itu, penggunaan pupuk NPK dalam paket bantuan menjadi faktor penting dalam mendukung produktivitas.
Selain itu, pengendalian gulma melalui herbisida membantu mengurangi kompetisi unsur hara dan air, sehingga tanaman dapat tumbuh dan berproduksi secara maksimal.
Harapan Peningkatan Produktivitas dan Pendapatan Petani
Dengan kondisi pertanaman yang saat ini tumbuh baik dan telah memasuki fase generatif, diharapkan produktivitas kacang hijau di lokasi demotani ini dapat meningkat. Keberhasilan kegiatan ini juga diharapkan menjadi model pengembangan kacang hijau di Kabupaten Malaka dan wilayah lainnya di NTT.
Kacang hijau merupakan komoditas yang memiliki nilai ekonomi cukup baik serta berperan dalam mendukung ketahanan pangan dan diversifikasi pangan masyarakat. Melalui intervensi program Demotani APBD I 2025, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendampingi petani dalam peningkatan produksi dan kesejahteraan.
