loader image
Close
Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

BMKG Prediksi Musim Kemarau Datang Lebih Cepat, Ini Jadwalnya

March 4, 2026March 5, 2026 Artikel
Ilustrasi. BMKG memprediksi awal musim kemarau 2026 di Indonesia akan datang lebih awal, berpotensi memperpanjang durasi kemarau.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim kemarau 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia akan datang lebih awal. Kapan prediksinya?
Menurut BMKG awal musim kemarau 2026 di sejumlah daerah Indonesia akan datang lebih cepat dibandingkan rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir (1991-2020). Kondisi ini berpotensi membuat durasi kemarau menjadi lebih panjang di sejumlah daerah.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan, dari total 699 zona musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 325 zona musim atau 46,5 persen diprediksi mengalami awal musim kemarau yang maju dari normalnya.

“Awal musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi datang lebih awal atau maju, yaitu di 325 ZOM atau 46,5 persen dari keseluruhan zona musim,” ujar Faisal dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (4/3).

Sementara itu, 173 ZOM atau 24,7 persen diprediksi mengalami awal musim kemarau yang sama dengan periode normalnya. Kemudian, 72 ZOM atau 10,3 persen diperkirakan mengalami kemarau yang mundur dari biasanya atau lebih lambat.

Awal musim kemarau

BMKG memprakirakan sebanyak 114 ZOM atau sekitar 16,3 persen wilayah Indonesiaakan mengawali musim kemarau mulai April 2026. Wilayah awal yang memasuki kemarau antara lain pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Bali, serta Nusa Tenggara.

Kemudian pada Mei 2026, sebanyak 184 ZOM (26,3 persen) diprediksi mulai memasuki musim kemarau. Disusul Juni 2026 sebanyak 163 ZOM (23,3 persen).

Pergerakan awal kemarau diprakirakan dimulai dari wilayah Nusa Tenggara dan bergerak ke barat secara bertahap ke wilayah Indonesia lainnya.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan menegaskan bahwa kemajuan awal musim ini berimplikasi pada potensi durasi kemarau yang lebih panjang.

“Kesimpulan umum dari musim kemarau 2026 yang akan kita hadapi ini, kita prediksi maju atau lebih awal. Sehingga pada banyak tempat dia juga menjadi lebih panjang karena awalnya itu maju,” jelasnya.
Perbandingan dengan normal klimatologis 1991-2020 menunjukkan pergeseran signifikan pada awal musim kemarau tahun ini.

Wilayah yang diprediksi mengalami kemajuan awal kemarau mencakup sebagian Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan tengah, sebagian besar Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

BMKG juga mencatat bahwa musim kemarau 2026 secara umum diprediksi bersifat bawah normal atau lebih kering dari biasanya. Sebanyak 451 zona musim (64,5 persen) diprakirakan mengalami curah hujan di bawah normal selama periode kemarau.

“Kondisinya kemaraunya tidak seperti tahun 2025. Untuk tahun 2026 ini seperti tadi kami sampaikan, kondisinya keringnya di bawah normal dan normal,” kata Ardhasena.

BMKG menekankan pentingnya langkah antisipasi sejak dini, terutama pada sektor pertanian, sumber daya air, energi, lingkungan, dan kebencanaan.

“BMKG menghimbau agar informasi prediksi musim kemarau 2026 ini dapat dijadikan sebagai bentuk peringatan dini atau early warning dan dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan untuk aksi dini atau early action,” tegas Ardhasena.

Dengan awal musim yang lebih cepat dari normal dan potensi kondisi lebih kering, pemerintah daerah serta pelaku sektor strategis diimbau segera menyesuaikan perencanaan guna meminimalkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan pada 2026.

Sumber : BMKG Prediksi Musim Kemarau Datang Lebih Cepat, Ini Jadwalnya

Post navigation

Previous Previous
Dari Kebun ke Layar Ponsel: Cara Petani Tuik Bukael di Molo Tengah Promosi Produk dan Bersuara Untuk Kebutuhan Mereka
NextContinue
Ribuan PPPK se-NTT Berdialog Virtual Bersama Gubernur, Pelayanan Publik Tetap Jadi Prioritas
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search