loader image
Close
Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Identifikasi CPCL Pengembangan Bawang Putih di TTS dan TTU Dukung Peningkatan Produksi Nasional

March 9, 2026March 9, 2026 Artikel

Kupang, NTT – Upaya peningkatan produksi bawang putih dalam negeri terus dilakukan oleh pemerintah sebagai bagian dari strategi mendukung swasembada pangan dan mengurangi ketergantungan impor. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kegiatan koordinasi dan identifikasi Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) pengembangan bawang putih di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, serta didukung oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten TTS dan Dinas Pertanian Kabupaten TTU.

Koordinasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wilayah serta kesiapan petani yang dapat terlibat dalam program pengembangan komoditas bawang putih di Provinsi NTT.

Identifikasi Lahan Potensial Pengembangan Bawang Putih

Tim melakukan identifikasi langsung di lapangan pada beberapa wilayah yang dinilai memiliki potensi untuk pengembangan bawang putih. Salah satu kriteria utama dalam penentuan lokasi adalah lahan dengan ketinggian di atas 800 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang memiliki kondisi agroklimat yang sesuai bagi pertumbuhan tanaman bawang putih.

Selain faktor ketinggian, tim juga melakukan verifikasi terhadap kesiapan petani, luas lahan, serta potensi pengembangan kawasan budidaya bawang putih.

Berdasarkan data sementara hasil identifikasi CPCL, potensi pengembangan bawang putih di Pulau Timor tercatat cukup besar, yaitu:

  • Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) : sekitar 654 hektare
  • Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) : sekitar 1.500 hektare

Potensi tersebut menunjukkan bahwa wilayah dataran tinggi di kedua kabupaten memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai sentra produksi bawang putih di Provinsi NTT.

Bawang Putih sebagai Komoditas Hortikultura Strategis

Bawang putih merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki peran penting dalam kebutuhan konsumsi masyarakat. Selain digunakan sebagai bumbu utama dalam berbagai masakan, bawang putih juga dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan karena mengandung senyawa aktif seperti allicin yang bersifat antibakteri dan antioksidan.

Tingginya kebutuhan bawang putih di Indonesia menjadikan komoditas ini sebagai salah satu prioritas dalam pengembangan hortikultura nasional. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong pengembangan sentra produksi bawang putih di daerah yang memiliki potensi agroklimat yang sesuai.

Wilayah dataran tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya di Kabupaten TTS dan TTU, dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan komoditas tersebut.

Sinergi Pusat dan Daerah

Melalui kegiatan koordinasi dan identifikasi CPCL ini diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pengembangan bawang putih secara berkelanjutan.

Selain meningkatkan produksi dalam negeri, pengembangan komoditas bawang putih juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan pendapatan petani serta penguatan ketahanan pangan daerah.Dengan potensi lahan yang cukup luas di wilayah TTS dan TTU, pengembangan bawang putih di Provinsi NTT diharapkan dapat menjadi salah satu kontribusi penting dalam mendukung program peningkatan produksi bawang putih nasional.

Post navigation

Previous Previous
Peringatan Dini Cuaca untuk NTT, 9–11 Maret 2026
NextContinue
Perbanyakan Agen Pengendali Hayati (Beauveria basiana) di UPTD PKDLHP
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search