Panen Perdana MBTP 2025 di Sumba Barat Hasilkan 6,01 Ton per Hektar

Program Mandiri Benih Tanaman Pangan di NTT
Program Mandiri Benih Tanaman Pangan (MBTP) Tahun 2025 yang dialokasikan oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian mulai menunjukkan hasil di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Pada tahun 2025, kegiatan MBTP di Provinsi NTT dialokasikan seluas 30 hektar yang tersebar di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Sumba Barat seluas 10 hektar dan Kabupaten Manggarai Barat seluas 20 hektar.
Program ini bertujuan untuk menumbuhkan produsen benih baru yang mampu menghasilkan calon benih maupun benih unggul bersertifikat kelas BR (Benih Sebar). Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas produksi produsen benih yang sudah ada serta mendukung ketersediaan benih unggul secara in situ di daerah.
Pelaksanaan MBTP di Kabupaten Sumba Barat
Di Kabupaten Sumba Barat, kegiatan MBTP dilaksanakan oleh Kelompok Tani Ai Meting yang berlokasi di Desa Waihura, Kecamatan Wanukaka.
Pada lokasi tersebut dikembangkan dua varietas padi, yaitu varietas Cakrabuana seluas 6 hektar dan varietas Ciherang seluas 5 hektar. Penanaman dilakukan secara bertahap yang dimulai sejak bulan Desember 2025.
Panen Perdana Varietas Cakrabuana
Pada Rabu, 11 Maret 2026, dilaksanakan panen perdana padi varietas Cakrabuana pada areal seluas 6 hektar. Kegiatan panen tersebut dihadiri oleh Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat, Badan Pusat Statistik (BPS), Penyuluh Pertanian Lapangan, serta Petugas Pengawas Benih Tanaman (PBT) Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan ubinan bersama oleh BPS untuk mengetahui potensi hasil produksi padi di lokasi kegiatan.


Hasil Ubinan Capai 6,01 Ton per Hektar
Berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan di lokasi panen, diperoleh produktivitas padi varietas Cakrabuana sebesar 6,01 ton per hektar.
Sementara itu, areal varietas Ciherang seluas 5 hektar yang juga merupakan bagian dari kegiatan MBTP di Kabupaten Sumba Barat direncanakan akan memasuki masa panen pada bulan April hingga Mei 2026.
Melalui kegiatan Mandiri Benih Tanaman Pangan, diharapkan dapat memperkuat sistem perbenihan di tingkat petani, meningkatkan ketersediaan benih unggul bersertifikat, serta mendukung peningkatan produksi padi dan ketahanan pangan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
