Peringatan Dini Cuaca di Nusa Tenggara Timur (11–13 Maret 2026)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlaku pada 11 hingga 13 Maret 2026. Informasi ini disampaikan melalui Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang sebagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak seperti banjir, tanah longsor, serta gangguan aktivitas masyarakat.
Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
Pada periode tersebut, beberapa wilayah di NTT diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Daerah seperti Kota Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, Malaka, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, dan Sumba Timur termasuk dalam kategori waspada.
Selain itu, sejumlah wilayah lain seperti Kabupaten Kupang, Ende, Sikka, Flores Timur, Alor, serta Sumba Barat Daya berada pada status siaga karena berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Potensi Angin Kencang
Selain hujan lebat, BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang yang dapat terjadi di beberapa wilayah NTT selama periode tersebut. Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Sabu Raijua, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, hingga wilayah di Pulau Sumba.
Angin kencang yang terjadi bersamaan dengan hujan lebat dapat meningkatkan risiko pohon tumbang, kerusakan bangunan ringan, serta gangguan transportasi. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada terutama saat terjadi cuaca buruk.
Faktor Penyebab Kondisi Cuaca
Menurut BMKG, kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer skala regional seperti menguatnya Monsun Asia serta aktivitas gelombang atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Kelvin. Fenomena ini meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah NTT.
Selain itu, adanya pusat tekanan rendah di wilayah Darwin, Australia bagian utara menyebabkan terbentuknya daerah pertemuan angin di wilayah NTT. Kelembapan udara yang tinggi pada lapisan atmosfer juga mendukung terbentuknya awan hujan yang berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga sangat lebat.
