Bupati Kupang Panen Perdana Jagung di Desa Silu, Memanfaatkan Dana desa Yang Dikelola Karang Taruna Setempat

Pada Rabu (11/3), Bupati Kupang, Yosef Lede, melakukan panen perdana jagung di lahan 5 hektar milik Pemerintah Desa Silu. Lahan tersebut dikelola oleh karang taruna setempat, yang menunjukkan keberhasilan dalam memanfaatkan dana desa untuk ketahanan pangan. Panen perdana ini menjadi simbol kesuksesan desa dalam mengelola sumber daya secara optimal.
Kegiatan panen ini merupakan contoh nyata bagi desa-desa lain di Kabupaten Kupang. Bupati Lede mengapresiasi upaya yang telah dilakukan dan berharap bisa menular ke desa lain, dengan harapan program ketahanan pangan ini dapat terus berkembang di seluruh wilayah Kabupaten Kupang.
Hasil yang Menggembirakan
Hasil panen jagung di Desa Silu mencapai 40 ton, dengan rata-rata 8 ton per hektar. Bupati Lede mengungkapkan kebanggaannya terhadap pencapaian ini dan menganggapnya sebagai contoh sukses pemanfaatan sumber daya desa. Hasil ini juga menunjukkan potensi besar Desa Silu dalam bidang pertanian.
Panen perdana ini membuktikan bahwa ketahanan pangan dapat tercapai dengan perencanaan dan pengelolaan yang baik. Masyarakat Desa Silu kini bisa merasakan manfaat langsung dari pemanfaatan dana desa, dan ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Kupang.
Pemanfaatan Dana Desa untuk Ketahanan Pangan
Bupati Yosef Lede menekankan bahwa program panen perdana ini adalah implementasi dari arahan Presiden RI untuk menggunakan 20% dana desa untuk ketahanan pangan. Desa Silu telah berhasil mengalokasikan dana tersebut dengan tepat sasaran, menghasilkan hasil yang signifikan bagi masyarakat.
Menurut Lede, ini merupakan bukti bahwa dana desa yang dimanfaatkan dengan bijak dapat membawa manfaat yang besar bagi masyarakat. Dengan model ini, desa-desa lain di Kabupaten Kupang diharapkan bisa mengikuti langkah Desa Silu dalam meningkatkan ketahanan pangan mereka.
Mengoptimalkan Potensi Lahan dan Sumber Daya
Bupati Lede mengingatkan agar Kepala Desa dan kaum muda Desa Silu tidak berpuas diri dengan hasil yang sudah ada. Potensi lahan di Desa Silu sangat besar, dan jika dimaksimalkan, hasilnya bisa lebih baik lagi. Pemerintah Kabupaten Kupang siap memberikan dukungan teknis untuk mengoptimalkan potensi ini.
Lahan yang ada di Desa Silu memiliki kualitas yang mendukung untuk pertanian jangka panjang. Dengan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, Desa Silu berpotensi menjadi model ketahanan pangan yang berhasil di Kabupaten Kupang.
Arahan dari Kepala Desa Silu
Kepala Desa Silu, Mikael Takel, mengatakan bahwa program ini merupakan hasil dari arahan Bupati Kupang. Setelah mendapatkan petunjuk, ia bekerja sama dengan karang taruna desa untuk mengelola lahan tidur menjadi lahan pertanian yang produktif. Keberhasilan ini memberikan hasil yang menggembirakan.
Takel berharap program ini dapat terus berkembang dan memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat Desa Silu. Kerjasama yang solid antara masyarakat dan pemerintah desa menjadi kunci sukses program ketahanan pangan ini.
Dukungan dari Bulog
Bupati Yosef Lede memastikan bahwa hasil panen jagung akan dibeli oleh Bulog dengan harga Rp 6.500 per kilogram, sesuai standar nasional. Kepastian harga ini memberikan jaminan kepada petani bahwa hasil pertanian mereka akan terserap pasar.
Dengan adanya dukungan dari Bulog, petani Desa Silu tidak perlu khawatir tentang pasar untuk hasil mereka. Ini juga memberikan motivasi untuk terus meningkatkan hasil pertanian di masa mendatang.
Kesimpulan
Panen perdana jagung di Desa Silu menunjukkan keberhasilan pemanfaatan dana desa untuk ketahanan pangan. Keberhasilan ini menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Kupang untuk memanfaatkan potensi yang ada di wilayah mereka. Pemerintah Kabupaten Kupang siap mendukung setiap desa dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Sumber: liputanntt.com
