Peringatan Dini Cuaca di Nusa Tenggara Timur (13–15 Maret 2026)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlaku pada 13 hingga 15 Maret 2026. Informasi ini disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah di NTT
BMKG mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, genangan air, serta gangguan aktivitas masyarakat.
Potensi Hujan Sedang hingga Lebat
Pada 13 Maret 2026, wilayah yang berstatus waspada terhadap hujan sedang hingga lebat meliputi Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Sabu Raijua, Rote Ndao, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, dan Sumba Barat.
Selanjutnya pada 14 Maret 2026, potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Belu, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, dan Sumba Barat.
Sementara pada 15 Maret 2026, wilayah yang perlu mewaspadai kondisi serupa antara lain Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Sabu Raijua, Rote Ndao, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, dan Sumba Barat
Potensi Angin Kencang
Selain hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, BMKG juga memperingatkan adanya potensi angin kencang di wilayah Sabu Raijua selama tiga hari berturut-turut. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko pohon tumbang, kerusakan bangunan ringan, serta gangguan transportasi, terutama saat terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang.
Faktor Penyebab Kondisi Cuaca
Menurut BMKG, kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer skala regional, seperti menguatnya Monsun Asia serta adanya gelombang atmosfer skala rendah yang memengaruhi pembentukan awan hujan. Selain itu, terdapat sistem tekanan rendah di wilayah Darwin, Australia bagian utara yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan angin di wilayah NTT
Kelembapan udara pada lapisan atmosfer 850 hingga 500 mb juga terpantau cukup tinggi, yaitu sekitar 70–90 persen, sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan secara vertikal. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG atau aplikasi InfoBMKG.
