Polda NTT targetkan pengembangan lahan jagung seluas 10.000 hektare

Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) membantu percepatan swasembada pangan di daerah itu dengan menargetkan pengembangan lahan jagung hingga 10.000 hektare .
“Dari luas tersebut kita targetkan produktivitas rata-rata lima ton per hektare guna memperkuat pasokan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko di Kupang, Senin.
Rudi mengatakan pengembangan lahan jagung tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program Asta Cita Presiden RI yang menekankan penguatan kemandirian bangsa melalui ketahanan pangan.
Dia menyebut 10 ribu hektare itu bukan hanya di satu daerah saja, tetapi menyebar hingga ke seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur. Polda NTT bersama Forkomimda lainnya telah melakukan penanaman jagung serentak untuk kuartal I 2026 di Desa Baumata Utara, Kecamatan Taibenu, Kabupaten Kupang.
Ia menjelaskan pada tahap awal penanaman jagung dilakukan di lahan seluas 45 hektare di Desa Baumata Utara. Sementara secara keseluruhan pada Kuartal I 2026, program penanaman jagung oleh Polda NTT ditargetkan mencapai 200 hektare yang juga dilaksanakan secara serentak oleh jajaran Polres di berbagai wilayah NTT.
Menurut Rudi, keberhasilan program swasembada pangan di NTT juga sangat bergantung pada dukungan teknis pertanian, terutama penyediaan benih unggul yang mampu beradaptasi dengan kondisi iklim daerah yang relatif kering.
Oleh karena itu, Polda NTT telah mengajukan permohonan dukungan pengadaan benih berkualitas kepada Kementerian Pertanian RI serta dinas pertanian terkait agar program pengembangan jagung tersebut dapat berjalan optimal.
Ia menambahkan, selain memperkuat ketahanan pangan nasional, pengembangan jagung di NTT juga diharapkan dapat menekan inflasi pangan di daerah serta membuka peluang peningkatan pendapatan bagi petani. “Dengan perluasan lahan tanam dan peningkatan produktivitas, kami berharap NTT dapat menjadi salah satu daerah penopang swasembada pangan nasional,” ujarnya.
Polda NTT menyatakan akan terus mengawal pelaksanaan program tersebut mulai dari tahap penanaman hingga masa panen sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan di wilayah Nusa Tenggara Timur.
