Kapal Pupuk Akhirnya Sandar di Tenau Kupang, Kadis Pertanian NTT Sampaikan Terima Kasih

Setelah sempat menuai sorotan akibat keterlambatan bongkar muat, kapal pengangkut pupuk untuk kebutuhan petani di Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya berhasil sandar di Pelabuhan Tenau Kupang.
Proses pembongkaran pun mulai dilakukan, membuka harapan bagi petani yang tengah berpacu dengan waktu musim tanam.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz B. Oemboe Wanda, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras hingga proses sandar dan pembongkaran pupuk bisa terlaksana.
“Terima kasih kepada semua pihak. Akhirnya kapal yang memuat pupuk untuk petani di NTT sudah bisa sandar dan dilakukan pembongkaran. Ini kabar baik agar petani kita segera mendapatkan pupuk sebelum musim tanam berakhir,” ujarnya, (26/3/2026).
Sebelumnya, distribusi pupuk di NTT menjadi perhatian serius. Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, secara tegas mengkritisi lambannya proses pembongkaran di pelabuhan, meski kapal pengangkut telah tiba sejak beberapa hari sebelumnya.
Menurut Usman, keterlambatan tersebut berpotensi merugikan petani yang sangat membutuhkan pupuk dalam waktu cepat.
“Saya berharap proses pembongkaran pupuk ini segera dipercepat. Petani kita sedang sangat membutuhkan, jangan sampai keterlambatan ini berdampak pada produksi pertanian di NTT,” tegasnya, 25 Maret 2026.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, antrean sandar menjadi kendala utama, sehingga sejumlah kapal belum dapat melakukan bongkar muat.
Dua kapal yang diketahui mengangkut pupuk ke NTT adalah KM BWT Langgeng 011 yang membawa pupuk NPK serta KM Kisik Mas V yang memuat pupuk urea.
Pihak PT Pelindo Kupang sendiri menyatakan tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, meski tidak merinci persoalan antrean yang terjadi di pelabuhan.
Situasi ini sempat menimbulkan kekhawatiran, mengingat keterlambatan distribusi pupuk dapat berdampak langsung pada produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di daerah kepulauan seperti NTT.
Namun, perkembangan terbaru membawa angin segar. Berdasarkan informasi dari pihak PT Pupuk Indonesia (Persero) pada Kamis, 26 Maret 2026, kapal akhirnya berhasil sandar pada tadi dini hari sekitar pukul 02.00 WITA, dan dilanjutkan dengan proses pembongkaran pada paginya.
Pembongkaran pupuk NPK pun mulai dilakukan, sementara distribusi pupuk selama ini juga tetap berjalan melalui pengiriman menggunakan kontainer.
Dengan dimulainya proses bongkar muat ini, diharapkan distribusi pupuk ke berbagai wilayah di NTT dapat segera dipercepat, sehingga kebutuhan petani terpenuhi tepat waktu dan musim tanam tidak terganggu.
Sumber Artikel: Jarakkpost.com
