Pemeriksaan Benih Kakao NTT: 2,25 Juta Batang Memenuhi Syarat Teknis

Nusa Tenggara Timur, 24–26 Maret 2026 — Pengawas Benih Tanaman. UPTD Pengawasan dan Sertifikasi Benih (PSB) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama tim teknis dari pusat dan kabupaten melaksanakan pemeriksaan benih kakao NTT pada fase pasca semai umur 1–2 bulan di tiga kabupaten, yakni Lembata, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur.
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kondisi pertumbuhan batang bawah kakao memenuhi standar teknis, sehat, dan siap digunakan dalam proses sambung pucuk maupun pengembangan bibit unggul. Pemeriksaan ini juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan kebutuhan batang bawah untuk mendukung program hilirisasi perkebunan tahun 2025–2027.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menilai beberapa aspek penting, antara lain kondisi fisik tanaman, kesehatan akar dan batang, keseragaman pertumbuhan, serta kesesuaian varietas pada lokasi pembibitan. Langkah ini diperlukan agar benih yang akan digunakan benar-benar memiliki mutu yang baik dan sesuai dengan ketentuan teknis perbenihan.
Hasil Pemeriksaan di Tiga Kabupaten
Di Kabupaten Lembata, pemeriksaan dilakukan terhadap 465.590 batang benih kakao. Dari jumlah tersebut, sebanyak 456.324 batang dinyatakan memenuhi syarat teknis.
Di Kabupaten Manggarai Barat, jumlah benih kakao yang diperiksa mencapai 640.210 batang, dengan 631.163 batang memenuhi syarat teknis.
Sementara itu, di Kabupaten Manggarai Timur, pemeriksaan dilakukan terhadap 1.180.354 batang, dan sebanyak 1.168.182 batang dinyatakan memenuhi syarat.
Secara keseluruhan, dari tiga kabupaten tersebut, total benih kakao yang memenuhi syarat teknis mencapai 2.255.669 batang.
Mendukung Penyediaan Bibit Unggul Kakao
Pemeriksaan benih kakao fase pasca semai ini memiliki peran strategis dalam menjaga mutu benih sejak tahap awal pembibitan. Benih yang sehat, seragam, dan sesuai varietas akan sangat menentukan keberhasilan tahap budidaya berikutnya, termasuk dalam proses penyambungan dan pengembangan tanaman kakao unggul.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur terus memperkuat pengawasan mutu benih sebagai upaya mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan subsektor perkebunan, khususnya komoditas kakao di wilayah NTT.
Komitmen Pengawasan Mutu Benih
Kegiatan pemeriksaan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah bersama tim teknis pusat dan kabupaten dalam memastikan ketersediaan benih kakao yang bermutu, sehat, dan layak tanam. Dengan pengawasan yang konsisten, diharapkan pengembangan kakao di NTT dapat berjalan lebih optimal dan memberi dampak positif bagi peningkatan produksi serta kesejahteraan petani.
