loader image
Close
Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Panen Perdana Padi di Desa Tuapanaf, Dorong Ketahanan Pangan di Kabupaten Kupang

April 10, 2026April 17, 2026 Artikel
Panen Perdana Padi di Desa Tuapanaf

Kupang, 10 April 2026 – Panen perdana padi digelar di Desa Tuapanaf, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, pada Jumat (10/4/2026), bertempat di areal persawahan Moindale Keba. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Mewakili Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda menyampaikan bahwa sektor pertanian, khususnya padi, memiliki peran strategis dalam mendukung ketersediaan pangan daerah.

Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui berbagai program, termasuk pendampingan kepada petani, penyediaan sarana produksi, serta penguatan infrastruktur pertanian. “Panen perdana ini menjadi bukti bahwa kerja sama antara pemerintah dan petani mampu meningkatkan hasil produksi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Provinsi NTT Fraksi Gerindra, Jan Pieter Windy, yang memberikan apresiasi kepada para petani atas kerja keras mereka dalam mengelola lahan pertanian. Ia berharap pemerintah terus memberikan perhatian lebih terhadap sektor pertanian di daerah, khususnya dalam hal akses pupuk, irigasi, Bendungan dan teknologi pertanian.

Sementara itu, Camat Takari, Cristyanto Djaranjoera, menyampaikan bahwa panen perdana ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat setempat. Menurutnya, hasil panen yang baik tidak terlepas dari semangat gotong royong dan komitmen petani dalam mengembangkan pertanian di wilayah tersebut.

Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi desa-desa lain di Kecamatan Takari untuk terus mengembangkan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat.

Lebih lanjut Panen perdana ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan produksi padi di Kabupaten Kupang, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Provinsi NTT secara berkelanjutan. ” harap camat Cristyanto.

“Turut  partisipasi dan memberikan dukungan dalam kegiatan panen tersebut diantaranya ,kadis pertanian dan ketahanan pangan NTT, kadis pertanian kabupaten Kupang, anggota DPRD NTT dari Gerindra Jan Pieter Windy, Wakil ketua DPRD kabupaten Kupang Tome Da Costa, camat Takari Cristyanto Djaranjoera, kades Tuapanaf, anggota DPRD kabupaten Kupang fraksi Gerindra, ketua PAC partai Gerindra kecamatan Takari, mantan anggota DPRD kabupaten Kupang Daud Ulu, Kapolsek Takari, Danramil 1604-02 Camplong, ketua BPD desa Tuapanaf, ketua Lembaga Adat, tokoh masyarakat, toga, tokoh perempuan, tokoh pemuda, ketua karang taruna desa Tuapanaf, ketua kelompok tani moindale keba yang juga ketua panitia Agledemus Thiodoris ,kepsek SDN Bijaesahan, kepsek SDN kiuoni dan beberapa sponsor lainnya. 

Selanjutnya sekilas gambaran tentang kawasan persawahan Irigasi Moindale Keba di desa Tuapanaf, Irigasi ini dirintis Tahun 1999 bulan September, dan melakukan kegiatan tanam sawah tahun 2002 bulan Januari Oleh pemerintah desa Benu, Ide dan gagasan oleh bapak Daniel Thiodoris sebagai kepala desa Benu yang di usulkan dan di setujui oleh Almarhum Bapak Ruben kolonel selaku Anggota DPRD kabupaten Kupang waktu itu. Luas lahan 115 ha, dan pesawah sebanyak 146 orang, sampai pada tahun 2005 terjadi pemekaran desa. 

Lanjutnya lagi Desa Tuapanaf menjadi desa Defenitif yang melanjutkan Irigasi Moindale Keba) sampai tahun 2017, Irigasi mengalami kendala bendungan dan saluran sehingga sempat berhenti dikerjakan sampai tahun 2023, dan selanjutnya mendapatkan bantuan di tahun 2024-2025, sehingga Irigasi Moindale Keba kembali diolah  lahan seluas 13 ha dengan 18 orang pekerja.

Lokasi Irigasi yang belum dikerjakan seluas 102 ha karena sudah menjadi hutan. Ini gambaran yang di sampaikan oleh ketua kelompok tani Moindale Keba desa Tuapanaf Agledemus Thiodoris kepada media ini lewat Telepon seluler pada Sabtu 11 April 2026.

Sumber Artikel: Liputan NTT

Post navigation

Previous Previous
Workshop Ketahanan Petani Kecil dan Peluncuran VCO di Kupang
NextContinue
Kegiatan Optimalisasi Lahan Poktan Harapan Baru di Manggarai Barat Capai Produktivitas 5,6 Ton/Ha
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search