Pemeriksaan Benih Jagung Hibrida BISI 18 Dukung Intensifikasi Jagung Manggarai Barat

Pemeriksaan benih jagung hibrida BISI 18 dilaksanakan untuk memastikan mutu bantuan benih kegiatan intensifikasi jagung hibrida. Kegiatan ini mencakup pemeriksaan fisik dan dokumen terhadap benih sebanyak 2.250 kilogram. Benih tersebut merupakan bagian dari program APBD II Kabupaten Manggarai Barat.
Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah penting sebelum benih disalurkan kepada petani penerima manfaat. Petugas memeriksa kondisi kemasan, label benih, varietas, masa berlaku, dan informasi sertifikasi. Langkah ini bertujuan memastikan benih sesuai standar mutu yang dipersyaratkan.
Dari sisi fisik, petugas memastikan kemasan benih dalam keadaan baik dan tidak rusak.
Benih juga diperiksa agar tidak tercampur, lembap, atau menunjukkan tanda kerusakan.
Pemeriksaan dokumen dilakukan untuk mencocokkan data pada label dengan dokumen pendukung.
Pemeriksaan turut memperhatikan kesesuaian jumlah benih dengan kebutuhan kegiatan yang telah direncanakan. Pendataan dilakukan untuk mendukung pelaporan dan pengendalian distribusi bantuan.
Dengan data yang rapi, pelaksanaan program dapat dipantau secara lebih mudah dan efektif.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung produktivitas jagung di Manggarai Barat. Benih bermutu sangat penting untuk meningkatkan peluang tumbuh, hasil panen, dan pendapatan petani. Karena itu, pengawasan mutu perlu dilakukan secara cermat sebelum proses distribusi.
Melalui kegiatan intensifikasi jagung hibrida, pemerintah daerah mendorong peningkatan produksi komoditas pangan strategis. Program APBD II ini diharapkan membantu petani memperoleh benih unggul yang layak tanam. Dengan pemeriksaan yang baik, bantuan benih dapat lebih tepat sasaran dan bermanfaat.
Pemeriksaan fisik dan dokumen juga menunjukkan komitmen pemerintah menjaga akuntabilitas program pertanian. Setiap bantuan perlu dipastikan memenuhi ketentuan teknis dan administrasi. Hal ini penting agar program intensifikasi jagung berjalan transparan, tertib, dan berdampak bagi petani.
