Dukung WASH in School Tahap II Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT Ikut Asesmen di Kabupaten Kupang

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT melalui Kepala Bidang KPP Christiany Ivonny Beda, S.P., mendukung pelaksanaan WASH in School Tahap II di Kabupaten Kupang. Kegiatan ini menjadi bagian dari penilaian fasilitas air, sanitasi, dan higiene di sekolah. Pemerintah Kabupaten Kupang melaksanakan kegiatan ini melalui Pokja PKP. Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari UNICEF dan YKMI.
Program ini berlangsung pada 19 sampai 21 Mei 2026. Tim melakukan asesmen pada 36 sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kabupaten Kupang. Dari 36 sekolah dasar dan Sekolah menengah pertama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT bersama tim berfokus pada 3 SD/SMP yaitu SD Inpres NITNEO, SMPN 5 Nekamese, SD Nekbaun.
Keterlibatan Dinas Pertanian Provinsi NTT memperkuat kerja lintas sektor dalam isu sekolah sehat. Selain itu, dukungan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi daerah dalam membangun lingkungan belajar yang aman, bersih, dan inklusif.
WASH in School Tahap II Perkuat Sekolah Sehat dan Inklusif
WASH in School Tahap II berfokus pada penilaian fasilitas air, sanitasi, dan higiene di sekolah. Penilaian ini penting karena sekolah membutuhkan fasilitas dasar yang layak. Fasilitas tersebut membantu siswa menjaga kesehatan selama proses belajar.
Tim asesmen meninjau kondisi sekolah secara langsung. Mereka melihat ketersediaan air, kondisi sanitasi, praktik higiene, dan kelengkapan pendukung lain. Data lapangan kemudian menjadi bahan penting untuk perbaikan layanan dasar di sekolah.
Selain itu, kegiatan ini mendorong sekolah agar lebih siap menghadapi risiko iklim. Sekolah perlu memiliki fasilitas yang tahan terhadap perubahan lingkungan. Dengan begitu, layanan pendidikan tetap berjalan dalam kondisi yang lebih aman dan sehat.
Dinas Pertanian Provinsi NTT Ambil Bagian dalam Kolaborasi Lintas Sektor
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT melalui Kepala Bidang KPP Christiany Ivonny Beda, S.P., menjadi salah satu unsur yang terlibat dalam kegiatan asesmen ini. Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa isu sekolah sehat membutuhkan dukungan lintas perangkat daerah.
Kolaborasi lintas sektor membuat proses asesmen berjalan lebih komprehensif. Setiap unsur dapat memberi sudut pandang sesuai bidang tugasnya. Pendekatan ini membantu tim membaca kebutuhan sekolah secara lebih utuh.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pertanian Provinsi NTT ikut mendukung agenda pembangunan yang berorientasi pada manusia. Lingkungan sekolah yang sehat akan mendukung tumbuh kembang siswa. Pada akhirnya, siswa dapat belajar dengan lebih nyaman dan produktif.
Asesmen Dilakukan pada 36 Sekolah di Kabupaten Kupang
Tim pelaksana melakukan asesmen pada 36 sekolah di Kabupaten Kupang. Sekolah yang dikunjungi mencakup jenjang SD dan SMP. Kunjungan lapangan dilakukan oleh beberapa tim yang sudah terbagi sesuai jadwal.
Pada pelaksanaan asesmen ini, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT bersama tim melakukan penilaian pada tiga satuan pendidikan, yaitu SD Inpres Nitneo, SMPN 5 Nekamese, dan SD Nekbaun. Penilaian dilakukan melalui observasi lapangan, pengisian instrumen, wawancara, serta dokumentasi. Melalui tahapan tersebut, tim memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi fasilitas air, sanitasi, dan higiene di masing-masing sekolah.
Dalam setiap kunjungan, tim mengumpulkan data sebagai dasar untuk melihat kondisi fasilitas sekolah. Hasil asesmen tersebut juga dapat membantu penyusunan rekomendasi perbaikan fasilitas air, sanitasi, dan higiene di lingkungan sekolah.
Dukungan Bersama untuk Lingkungan Belajar yang Lebih Baik
Pelaksanaan WASH in School Tahap II melibatkan banyak pihak. Unsur yang terlibat mencakup pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, lembaga mitra, UNICEF, dan YKMI. Keterlibatan banyak pihak ini memperkuat kualitas pelaksanaan asesmen.
Sinergi tersebut penting karena persoalan air, sanitasi, dan higiene saling berkaitan. Sekolah membutuhkan dukungan teknis, kebijakan, pendampingan, dan data yang akurat. Karena itu, asesmen lapangan menjadi langkah awal yang strategis.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT mendukung upaya ini sebagai bagian dari komitmen pembangunan daerah. Dukungan lintas sektor dapat mempercepat perbaikan lingkungan sekolah. Dampaknya akan terasa pada kesehatan, kenyamanan, dan kesiapan belajar siswa.
