Air Mengalir Lancar, Petani Tersenyum: Tiga Desa di Kobalima Ucapkan Terima Kasih kepada SBS HMS

Hujan belum turun, tetapi air sudah lebih dulu mengalir deras di saluran irigasi yang membelah tiga desa di Kecamatan Kobalima: Lakekun Barat, Lakekun, dan Lakekun Utara.
Alirannya jernih, menari di bawah sinar matahari, menyusuri pematang dan menghidupkan petak-petak sawah yang selama beberapa tahun terakhir sering kering kerontang.
Bagi para petani di tiga desa ini, pemandangan itu bukan sekadar air yang mengalir, tetapi tanda nyata hadirnya perhatian pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati dr. Stefanus Bria Seran (SBS) dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS).
Mereka kini bisa menanam padi hingga dua kali dalam setahun. Hasil panen meningkat, dan semangat kerja di sawah kembali hidup.
Ucapan terima kasih pun disampaikan langsung oleh Kepala Desa Lakekun Barat, Hendrikus Seran, dalam Musyawarah Desa (Musdes) yang berlangsung di kantor desa setempat, Kamis (6/11/2025).
“Kami masyarakat dari tiga desa Lakekun Barat, Lakekun, dan Lakekun Utara menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati SBS dan Wakil Bupati HMS. Tahun ini air di saluran irigasi mengalir lancar sampai ke sawah.
Para petani bisa menanam padi dan akan panen pada musim tanam kedua. Ini hasil nyata dari perhatian pemerintah kabupaten,” ujar Hendrikus di hadapan warga dan para undangan.
Musyawarah Desa tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Malaka, dan para perangkat desa. Dalam arahannya, HMS menekankan pentingnya sinergi antara program desa dan program prioritas SBS–HMS, khususnya di sektor pertanian, pengairan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Desa harus selaras dengan arah kebijakan kabupaten. Kita ingin rakyat Malaka makmur melalui pertanian yang produktif. Karena itu, urusan air dan irigasi menjadi perhatian utama kami,” tegas HMS di sela kegiatan Musdes.
Turun Langsung ke Saluran Air dan Sawah Petani
Sejak awal menjabat bersama Bupati SBS, HMS dikenal sebagai sosok pemimpin yang rajin turun ke lapangan. Ia tidak hanya menerima laporan di atas meja, tetapi langsung meninjau ke lokasi-lokasi yang menjadi keluhan masyarakat.
Di kawasan Lakekun, HMS bahkan beberapa kali turun ke saluran utama bersama tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Malaka. Mereka membersihkan sedimen, memperbaiki tanggul bocor, dan memastikan air bisa mengalir sampai ke sawah-sawah warga.
“Air adalah hidup bagi petani. Karena itu, saya tidak mau hanya duduk di kantor. Kita turun bersama PUPR membersihkan saluran agar petani bisa kembali menanam,” tutur HMS saat berbincang dengan warga.
Kini hasilnya bisa dirasakan. Saluran yang dulunya tertutup lumpur dan semak, kini berubah menjadi jalur air yang bersih dan lancar. Di sepanjang sawah Lakekun, suara mesin traktor berpadu dengan tawa petani yang mulai menanam padi di musim tanam kedua.
Petani Kembali Bergairah
Benediktus Bere, seorang petani di Desa Lakekun Utara, mengaku bersyukur dengan perubahan ini.
“Dulu air sering tidak sampai ke sawah kami. Sekarang lancar terus. Kami bisa tanam dua kali setahun. Terima kasih untuk pemerintah SBS–HMS,” ujarnya sambil menunjuk hamparan padi muda yang mulai menghijau.
Para petani di wilayah ini juga merasa terbantu dengan program olah tanah gratis yang dilaksanakan Pemkab Malaka. Dengan adanya air dan traktor yang disiapkan pemerintah, beban petani semakin ringan.
“Sebelum ada program ini, kami sering kesulitan. Sekarang sawah kami diolah gratis, air lancar, pupuk juga mudah didapat. Kami merasa benar-benar diperhatikan,” tambahnya.
Komitmen SBS–HMS: Air dan Pangan untuk Rakyat
Program perbaikan irigasi dan pengelolaan lahan pertanian merupakan bagian penting dari visi SBS–HMS: membangun Malaka sebagai kabupaten pertanian yang mandiri dan sejahtera.
Pemerintah daerah terus memastikan agar air dari Bendung Benenai dan saluran-saluran sekunder menjangkau seluruh wilayah pertanian.
Selain itu, HMS secara rutin memantau kondisi lapangan, berkoordinasi dengan petani dan perangkat desa, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga saluran irigasi agar tidak tersumbat.
“Pemerintah sudah bekerja keras membuka dan memperbaiki saluran. Sekarang tugas kita bersama untuk menjaga agar tetap bersih dan berfungsi,” pesan HMS kepada warga.
Air Jadi Sumber Harapan Baru
Kini, di sepanjang saluran irigasi Lakekun, air mengalir membawa pesan sederhana: kerja nyata lebih kuat dari sekadar janji. Bagi masyarakat tiga desa itu, setiap tetes air yang menyejukkan tanah sawah adalah bukti nyata perhatian pemimpin mereka.
Hamparan hijau padi yang bergoyang diterpa angin sore menjadi simbol keberhasilan program pertanian Malaka di bawah kepemimpinan SBS–HMS.
“Kerja nyata SBS–HMS bukan sekadar slogan. Kami petani merasakannya langsung,” ucap seorang warga sambil tersenyum bangga.
Dari Lakekun Barat, suara air yang mengalir kini membawa satu pesan bagi seluruh Malaka:
Ketika pemimpin turun ke sawah, rakyat pasti panen hasilnya.***
