Badan Pangan Nasional Laksanakan Kegiatan B2SA Goes to School di Kabupaten TTS

Pada tanggal 4 – 5 Juni 2024, Badan Pangan Nasional melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur  melaksanakan kegiatan “B2SA Goes to School” di 3 (tiga) Sekolah di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Kegiatan ini berlangsung di SDI Nifuboko, SMP Kristen 1 Soe, dan SMKN 2 Soe bertempat di aula masing-masing sekolah.

Kegiatan “B2SA Goes to School” bertujuan untuk mensosialisasikan konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) sejak dini. Melalui, edukasi dan pemberian makanan B2SA serta diharapkan agar dapat meningkatkan pemahaman dan penerapan konsumsi pangan yang sehat dalam kehidupan sehari-hari. Hal Ini merupakan langkah penting untuk menjadikan pola makan sehat sebagai budaya atau gaya hidup, sehingga anak-anak NTT dapat tumbuh menjadi generasi emas yang sehat, aktif, dan produktif pada tahun 2045.

Peserta Kegiatan

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pejabat penting, yaitu:

  • Penjabat Bupati Soe
  • Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten TTS beserta staf
  • Kepala Bappeda Kabupaten TTS
  • Perwakilan dari Dinas Peternakan Kabupaten TTS
  • Perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS

Partisipasi dari berbagai instansi ini menunjukkan komitmen bersama untuk mendukung program B2SA dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak di wilayah tersebut.

Selama 2 (dua) hari pelaksanaannya, berbagai aktivitas dilakukan untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya konsumsi pangan B2SA kepada siswa antara lain:

  1. Sosialisasi dan Edukasi: Siswa diberi pemahaman tentang pentingnya mengkonsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Materi edukasi disampaikan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak.
  2. Pemberian Makanan B2SA: Siswa menerima makanan yang memenuhi kriteria B2SA. Kegiatan ini sebagai contoh konkrit, yang membantu anak-anak merasakan langsung manfaat dari makanan sehat.
  3. Pemberian Marchandise melalui kegiatan interaktif lainnya seperti kuis, games atau permainan edukatif yang dilakukan untuk mendorong partisipasi siswa dan memastikan pemahaman mereka tentang konsep B2SA.
  4. Penyerahan Banner B2SA kepada pihak sekolah untuk terus melaksanakan sosialisasi makan B2SA kepada siswa.

Kegiatan “B2SA Goes to School” diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi siswa di Kabupaten TTS, yaitu:

  1. Meningkatkan pemahaman tentang pentingnya konsumsi pangan yang beragam dan bergizi,
  2. Dapat mengadopsi pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Dapat memanfaatkan pangan lokal sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi.
  4. Merubah pola pikir bahwa kenyang tidak harus nasi, makan B2SA tidak harus mahal.
  5. Tercipta budaya makan sehat yang berkelanjutan di kalangan generasi muda.

Kesimpulan

Kegiatan “B2SA Goes to School” yang dilaksanakan oleh Badan Pangan Nasional melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT di Kabupaten TTS merupakan langkah penting dalam mempromosikan pola makan sehat di kalangan anak-anak. Dengan edukasi dan pemberian contoh nyata, diharapkan dapat tercipta generasi muda yang sadar akan pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Melalui kegiatan ini, NTT diharapkan dapat mencetak generasi emas yang sehat dan produktif pada tahun 2045.

Similar Posts

  • NTT Optimis Wujudkan Swasembada Pangan; Joaz Beberkan Alasannya

    Salah satu agenda nasional yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto adalah swasembada pangan. NTT adalah salah satu daerah yang sedang giat menuju agenda tersebut dengan berbagai terobosan dan optimisme.

    Optimisme sangat beralasan untuk mendukung agenda nasional Presiden Prabowo Subianto, sekaligus menyelaraskan program prioritas Gubernur Melki Laka Lena dari Ladang ke Laut Menuju Pasar, dengan semangat gotong royong dan kolaborasi bersama lembaga mitra Badan Pusat Statistik (BPS) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Baperinda) dan Pupuk Indonesia.

  • Panen Raya Jagung Serentak di NTT: Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Pemanfaatan Lahan

    Gugus Tugas POLRI bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Panen Raya Jagung Serentak Tahap I di Batakte, Kabupaten Kupang. Kegiatan ini merupakan bagian dari panen serentak nasional yang dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia, sebagai upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

    Panen tahap pertama ini mencakup lahan seluas 18 hektare dengan perkiraan produksi mencapai 6-7 ton per hektare, sehingga total hasil panen diperkirakan mencapai sekitar 100 ton. Jagung yang dipanen merupakan hasil dari penanaman bersama yang dilakukan pada 20 November 2024. Ke depan, panen-panen berikutnya akan terus dilakukan dengan cakupan lahan yang lebih luas.

    Dalam upaya menyukseskan program ketahanan pangan nasional, Polda NTT dan seluruh jajaran Polres turut serta dalam kegiatan panen ini. Bahkan, seluruh Polres di NTT telah diperintahkan untuk melaksanakan panen serentak dengan luas lahan bervariasi antara 1 hingga 2 hektare per wilayah. Selain itu, hasil panen dari musim tanam kedua yang dimulai Februari 2025 juga diperkirakan akan dipanen dalam waktu sekitar 3,5 bulan ke depan.

  • Benih Padi Unggul Hasil Aspirasi Usman Husin, Tumbuh Luar Biasa di Sawah Desa Bena

    Harapan petani Desa Bena, Kecamatan Abansel, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mulai tumbuh dari sebidang kecil lahan uji coba.
    Beberapa hari lalu, Kelompok Tani (Poktan) Sahabat Desa Bena mencoba dua kilogram benih padi unggul, benih bantuan dari aspirasi Anggota DPR RI Komisi IV, Usman Husin. Uji coba sederhana itu menjadi penentu langkah besar berikutnya.
    Hasilnya jauh dari dugaan. Benih tumbuh seragam, kuat, dan sehat. Daya tumbuhnya dinilai sangat baik dan memberi keyakinan baru bagi para petani untuk menatap Musim Tanam I Tahun 2026 dengan optimisme.
    Ketua Poktan Sahabat Desa Bena, Roni Nubatonis, mengatakan uji coba dilakukan sebelum benih digunakan secara menyeluruh di lahan sawah milik anggota kelompok.

  • Sinergi Untuk Memperkuat Ketahanan Pangan di Pulau Selatan NKRI

    Panen raya di Kabupaten Rote Ndao sebagai bukti nyata sinergi seluruh pihak dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Gubernur Nusa Tenggara Timur Melkianus Laka Lena memimpin secara langsung kegiatan panen raya komoditas padi pada lahan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) di Desa Oenitas, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao pada Kamis (1/5/25). 
    Kegiatan ini merupakan bukti nyata dari hasil koordinasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dari tingkat Provinsi sampai dengan Kabupaten di NTT. Turut hadir Anggota Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan, Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT Agus Sistyo Widjajati, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, dan Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Samuel Pandie

  • Produksi Padi NTT Naik Tajam di 2025

    Ende: Nusa Tenggara Timur menunjukkan capaian menggembirakan di sektor pertanian pada tahun 2025. Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, menyampaikan bahwa produktivitas pertanian NTT selama Januari hingga Juli 2025 mengalami peningkatan signifikan dibanding periode yang sama tahun 2024. 

    ​Hingga Juli 2025, produksi padi di NTT tercatat sebesar 658.373 ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat 132.807 ton dibanding periode Januari–Juli 2024 yang hanya 525.566 ton GKG. Angka ini telah mendekati total produksi padi sepanjang tahun 2024 yang sebesar 707.793 ton GKG.​

    “Kita sudah berada di jalur yang benar sepanjang kita semua bekerja bersinergi menyukseskan program ini,” ujar Gubernur Melki dalam Rakor Percepatan Swasembada Pangan, Kamis (24/7/2025).