loader image
Close
Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

CIRMA Tanam Ribuan Pinang di TTU, Upaya Tekan Impor Rp1 Triliun Setahun

December 19, 2025December 22, 2025 Artikel
Wakil Bupati TTU, Kamilus Elu, S.H. didampingi Direktur CIRMA, John Mangu Ladjar menyerahkan anakan Pinang Batara kepada para petani untuk ditanam di lahan Desa Faenake, Kecamatan Bikomi Utara. Foto : tim CIRMA

Centrum Inisiatif Rakyat Mandiri (CIRMA) resmi meluncurkan gerakan penanaman Pinang Betara sebagai bagian dari upaya mendorong keadilan iklim dan kemandirian ekonomi petani kecil di Timor Barat. Penanaman perdana pinang yang selama ini menjadi komoditas impor bernilai triliunan rupiah dari luar NTT ini dihelat pada Rabu, 17 Desember 2025 di Desa Faenake, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Hadir pada penanaman sekitar 1.200 anakan pinang di wilayah kelompok tani binaan CIRMA tersebut antara lain, Wakil Bupati TTU, Kamilus Elu, S.H. Plt Kadis Pertanian TTU, Charles Malelak, S.P., M.Si. pimpinan OPD, Wadan Pamtas Napan, Kapospol Napan, perwakilan Bapperida NTT, para kepala desa, tokoh masyarakat, kelompok tani, serta para petani kecil. Sementara, Gubernur NTT, Melki Laka Lena yang semula dijadwalkan hadir turut menanam pinang, namun berhalangan.

Gerakan ini menandai langkah konkret CIRMA bersama pemerintah daerah dan masyarakat desa dalam mengembangkan pinang varietas Betara sebagai komoditas unggulan rakyat yang adaptif terhadap iklim kering, berumur panjang, dan bernilai ekonomi tinggi.

Direktur CIRMA, John Mangu Ladjar kepada awak media menyampaikan pihaknya selama membina puluhan desa di Timor Barat dan melihat pinang yang ditanam adalah varietas lokal dengan usia produksi yang sangat lama atau mencapai usia 7 hingga 10 tahun. Sehingga pihaknya mendatangkan bibit pinang Betara dari Jambi dengan usia produksi hanya 4 tahun sudah bisa menghasilkan buah.

Desa Faenake, imbuh John, adalah pilot project penanaman Pinang Betara dan ke depan bibit pinang tidak didatangkan dari luar TTU karena pembibitan akan dibuat di Desa Faenake. Sehingga desa lain akan disokong oleh Desa Faenake.

“Penanaman pinang hari ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi menanam masa depan petani kecil. Pinang adalah aset jangka panjang yang bisa menjadi pegangan ekonomi keluarga sekaligus menjaga lingkungan,” ujarnya.

Wakil Bupati TTU, Kamilus Elu saat menanam anakan Pinang Batara di lahan Desa Faenake

John Ladjar pun menekankan bahwa Pinang Betara dipilih karena memiliki keunggulan adaptif terhadap lahan kering, mulai berbuah relatif cepat (3 tahun), serta memiliki permintaan pasar yang stabil. Melalui pendekatan berbasis komunitas, CIRMA mendorong pinang tidak hanya ditanam, tetapi dikelola secara kolektif melalui kelompok tani dan koperasi agar nilai tambah tetap berada di desa.

NTT Impor Pinang Rp1 Triliun Setahun

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) setiap tahunnya membeli pinang dari berbagai wilayah lain di Indonesia hampir mencapai Rp 1 triliun. Provinsi Jambi menjadi pemasok terbesar dengan rata-rata pembelian menyentuh angka Rp 700 miliar per tahun.

Sebelumnya, saat membuka rapat kerja daerah (Rakerda) III Partai Demokrat NTT, Sabtu, 4 November 2025, Gubernur NTT, Melki Laka Lena mengaku kaget dan tidak pernah menduga mengeluarkan satu triliun rupiah untuk membeli pinang.

“Kita beli pinang yang kita makan hari-hari, dan 700 miliar dibeli dari Jambi,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Gubernur Laka Lena saat meresmikan NTT Mart by Dekranasda Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) di Desa Kesetnana, Mollo Utara, Selasa, 2 Desember 2025. Ia pun mencontohkan pembelian pinang dari luar daerah yang mencapai Rp 1 triliun setiap tahun.(*)

Sumber : CIRMA Tanam Ribuan Pinang di TTU, Upaya Tekan Impor Rp1 Triliun Setahun | Garda Indonesia

Post navigation

Previous Previous
Mentan Amran sabet Rekor MURI berkat libatkan 416 ribu petani milenial
NextContinue
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian NTT Raih Predikat Informatif Tertinggi Dua Tahun Berturut-turut
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search