loader image
Close
Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Dari Sidang DPRD ke Arah Baru NTT: Melki Laka Lena Usung Tujuh Prioritas Pembangunan 2026

July 29, 2025July 29, 2025 Artikel
Sambutan Gubernur NTT, Melki Laka Lena dalam Rapat Paripurna terkait Penyampaian Rancangan KUA dan Rancangan PPAS TA. 2026. Foto: Ocep Purek 

Kupang,NTTPRIDE.com — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menyampaikan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTT di Ruang Sidang Utama, Selasa (29/7/2025). 

Dalam pidatonya, Gubernur menekankan pentingnya peningkatan produktivitas dan kolaborasi sebagai kunci percepatan pembangunan daerah.

“Kita harus bekerja lebih cepat, tepat, dan kolaboratif. APBD bukan hanya dokumen anggaran, tetapi refleksi dari semangat kita membangun NTT yang adil dan sejahtera,” tegas Gubernur Melki.

Mengawali sambutannya, Gubernur mengajak seluruh peserta rapat untuk mengucap syukur atas penyertaan Tuhan, serta menyampaikan selamat memperingati Hari Koperasi ke-78.

“Semangat gotong royong dan kekeluargaan yang menjadi filosofi koperasi harus terus kita jaga dan aktualisasikan dalam pembangunan ekonomi masyarakat,” ujar Melki, sembari mengapresiasi capaian 100% pembentukan Koperasi Merah Putih di 3.442 desa/kelurahan di NTT.

Gubernur menjelaskan bahwa keterlambatan penyampaian dokumen KUA dan PPAS 2026 disebabkan oleh proses penyelarasan dengan Rancangan RPJMD 2025–2029 yang masih menunggu registrasi dari Kementerian Dalam Negeri.

Penyusunan rancangan ini mengacu pada sejumlah dokumen kunci, termasuk RKPD Tahun 2026, RPJMD Provinsi, rekomendasi hasil audit BPK/BPKP, evaluasi Kemendagri atas APBD 2025, serta masukan dari fraksi dan komisi DPRD.

Tema pembangunan tahun 2026 ditetapkan sebagai: “Peningkatan Produktivitas untuk Ketahanan Energi serta Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif.”

Tema tersebut dijabarkan dalam tujuh prioritas daerah:

1. Pembangunan ekonomi berkelanjutan

2. Pemberdayaan komunitas

3. Pemerataan infrastruktur berkelanjutan

4. Pemerataan akses dan layanan publik

5. Peningkatan hasil dan mutu pendidikan

6. Reformasi birokrasi dan HAM

7. Kolaborasi “Ayo Bangun NTT”

Gubernur Melki menyampaikan sejumlah indikator makro sebagai asumsi dasar penyusunan APBD 2026:

Pertumbuhan ekonomi: 4,43%–5,01%, Inflasi: 1,5%–3,5%, Kemiskinan: 18,12%–18,75%, Pengangguran terbuka: 3,1%–4,45%, Indeks Modal Manusia: 0,463

“Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Ini adalah gambaran tantangan nyata yang harus kita jawab dengan program yang tepat dan terukur,” ungkap Gubernur.

Total proyeksi pendapatan daerah 2026 direncanakan sebesar Rp5,09 triliun, yang terdiri dari: Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp2,8 triliun, Transfer dan pendapatan lainnya: Rp3,1 triliun

Pemerintah mendorong strategi intensifikasi dan ekstensifikasi PAD, di antaranya melalui:

Digitalisasi sistem retribusi dan pajak, Optimalisasi aset strategis, Peningkatan kinerja BUMD, Revitalisasi UMKM, koperasi, dan BUMDes, Program “Beli NTT”, “Dapur Gelombang Murah”, dan “Enterpreneurship Flobamorata”.

Total belanja daerah 2026 diproyeksikan sebesar Rp6,26 triliun, terdiri dari:

Belanja operasi: Rp5,08 triliun, Belanja modal: Rp298 miliar, Belanja tidak terduga dan transfer: Rp757 miliar, Kebijakan belanja diarahkan untuk mendukung: 

Prioritas daerah dan nasional,Standar Pelayanan Minimal (SPM), Program peningkatan PAD, Operasionalisasi birokrasi dan pelayanan publik

Dengan total belanja yang melebihi pendapatan, APBD 2026 mengalami defisit sebesar Rp1,17 triliun. Pemerintah merencanakan pembiayaan sebesar Rp163 miliar, meski masih terdapat gap fiskal yang perlu dicermati bersama.

Gubernur menutup sambutannya dengan menyerahkan dokumen KUA dan PPAS kepada DPRD untuk dibahas lebih lanjut sesuai mekanisme yang berlaku.

“Saya berharap dokumen ini dapat diperkaya bersama DPRD agar menjadi instrumen pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Kita ingin memastikan setiap rupiah APBD hadir di tengah masyarakat,” pungkas Gubernur Melki Laka Lena.

Gubernur menegaskan komitmennya untuk terus bekerja secara terbuka, transparan, dan partisipatif. Ia pun menutup sambutan dengan harapan akan sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam membangun NTT yang lebih baik.

“Semoga Tuhan Yang Maha Esa menyertai seluruh ikhtiar kita demi masyarakat NTT yang lebih sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

Sumber : https://www.nttpride.com/2025/07/darisidang-dprd-ke-arah-baru-ntt-melki-laka-lena-usung-tujuh-prioritas-pembangunan-2026.html

Post navigation

Previous Previous
Rencana Strategis (Renstra) – Perubahan Perangkat Daerah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2024–2026
NextContinue
Rencana Kerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2024
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search