loader image
Close
Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Gawat! Staf Presiden Wanti-Wanti RI Masuk Era Defisit Beras, Ada Apa?

October 17, 2024October 17, 2024 Artikel
Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki (sumber : Gawat! Staf Presiden Wanti-Wanti RI Masuk Era Defisit Beras, Ada Apa? (cnbcindonesia.com)

Jakarta, CNBC Indonesia – Deputi III Kantor Staf Presiden (KSP) Bidang Perekonomian Edy Priyono mengungkapkan data-data penurunan produksi beras di dalam negeri. Hal ini menjadi ironis di tengah upaya pemerintah ingin menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

“Tantangan berikutnya adalah pertanian. Ini mungkin relate dengan kalau Pak Prabowo dan timnya menyampaikan bahwa ingin menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Karena kenyataannya apa? Produksi pangan kita, khususnya beras, terus turun,” kata Edy dikutip Senin, (7/10/2024).

“Dan kita di Kantor Staf Presiden sudah lihat, bahwa sumbernya adalah penurunan luas panen. Luas panen kita berkurang. Dan luas panen ini berkurang karena luas tanamnya berkurang,” tambahnya.

Hal itu disampaikan dalam Seminar Nasional – Evaluasi 1 Dekade Pemerintahan Jokowi yang ditayangkan kanal Youtube INDEF, Kamis (3/10/2024).

Kondisi semakin berkurangnya luas tanam, menjadi semakin berat karena produktivitas yang cenderung stagnan.

“Pada saat produktivitas stagnan, maka penurunan luas tanam dan penurunan luas panen pasti akan berimplikasi terhadap penurunan produksi pangan, khususnya beras,” cetusnya.

“Sampai saat ini hitung-hitungan besarnya kita masih surplus. Tapi surplusnya semakin berkurang. Kalau tidak segera ditangani, kita mungkin akan segera masuk era defisit beras,” warning Edy.

Kebutuhan beras nasional, ujar dia, diperkirakan berkisar 30-an juta ton setahun. Sementara produksi sekitar 31-an juta ton.

“Kita sekarang masih jadi produsen yang besar. Salah satu yang terbesar di dunia in term of volume produksi. Tetapi kan kebutuhan kita juga besar sekali,” ujarnya.

Kondisi inilah yang membuat surplus beras di dalam negeri semakin menipis.

Meski, tukasnya, masih ada pihak yang tak percaya RI bisa surplus beras. Padahal BPS sudah menggunakan metode baru yang lebih baik, yaitu KSA (Kerangka Survey Area).

“Surplus (beras) semakin lama semakin berkurang. Ini menjadi tantangan tersendiri. Bukan hanya beras sebenarnya, jadi ada komoditas lain. Seperti bawang putih, mayoritas impor. Kedelai, bahan makanan rakyat, tapi mayoritas impor,” katanya.

“Jadi kita itu ada masalah dalam produksi pangan, khususnya beras,” pungkas Edy.

Sumber : Gawat! Staf Presiden Wanti-Wanti RI Masuk Era Defisit Beras, Ada Apa? (cnbcindonesia.com)

Post navigation

Previous Previous
Ombudsman Dukung Cetak Sawah Bangun Irigasi untuk Genjot Produksi Padi
NextContinue
Badan Pangan Ingatkan Waspada! Setahun, Beras RI “Lenyap” Sampai 85%
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search