loader image
Close
Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Gerdal OPT Padi Sawah di Lingko Rangkas untuk Menekan Serangan Wereng Coklat dan Hawar Daun Bakteri

April 8, 2026April 8, 2026 Artikel
Gerdal OPT Padi Sawah di Lingko Rangkas untuk Menekan Serangan Wereng Coklat dan Hawar Daun Bakteri

Dinas pertanian bersama petugas lapangan dan kelompok tani melaksanakan Gerdal OPT pada padi sawah, 1 April 2026. Kegiatan berlangsung di Lingko Rangkas, Desa Daleng, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat. Pelaksanaan pengendalian menggunakan pestisida bantuan dari Dinas TPHP Kabupaten Manggarai Barat. Kegiatan ini bertujuan menekan serangan OPT yang berpotensi menurunkan produksi padi petani.

Lahan yang menjadi sasaran merupakan pertanaman padi sawah varietas Inpari 32. Umur tanaman saat pengendalian berkisar 14 sampai 30 hari setelah tanam. Hasil pengamatan menunjukkan adanya serangan wereng coklat dan hawar daun bakteri.

Intensitas serangan wereng coklat tercatat sebesar 62 persen. Intensitas serangan hawar daun bakteri mencapai 61,25 persen. Dari luas tanam 15 hektare, luas serangan tercatat 7 hektare. Seluruh areal terdampak langsung menjadi sasaran pengendalian.

Pengendalian dilakukan melalui penyemprotan insektisida kimia sintetis secara serempak. Bahan aktif yang digunakan ialah buprofezin dan tembaga oksi sulfat. Metode serempak dipilih untuk meningkatkan efektivitas pengendalian di lapangan. Langkah ini diharapkan menekan perkembangan OPT sejak dini. Dengan demikian, pertumbuhan tanaman padi dapat tetap terjaga secara optimal.

Kegiatan ini melibatkan PPL WKPP Desa Liang Sola dan PPL WKPP Desa Pong Majok. Ketua dan anggota Kelompok Tani Lingko Rangkas juga berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan. Kegiatan lapangan ini dilaporkan oleh POPT Kecamatan Lembor, Inn Wela Runu. Sinergi petugas dan petani menjadi bagian penting dalam pengamanan pertanaman padi. Upaya ini juga mendukung peningkatan produktivitas dan penguatan ketahanan pangan daerah.

Post navigation

Previous Previous
Kunjungan Kerja Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT dalam Upaya Peningkatan SDM Perkebunan Kelapa dan Kakao
NextContinue
Supervisi Panen Ciherang di Poktan Siru Lendo Catat Ubinan 5,8 Ton per Hektar
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search