loader image
Close
Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Gubernur Melki Hadiri Panen Cabai Pertama di SMAN 1 Kupang Timur: Jadikan Teladan bagi Sekolah Lain di NTT

January 23, 2026January 27, 2026 Artikel
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menyatakan kegembiraannya menghadiri acara panen perdana cabai di SMAN 1 Kupang Timur, Kabupaten Kupang. "Saya sangat menyukai kegiatan menanam dan memanen seperti ini, terutama di tingkat SMA/SMK. Ini sejalan dengan program Melki-Johni yang fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal di setiap daerah," ujarnya. Acara panen ini berlangsung pada Jumat pagi, di lahan seluas 20 are yang dikelola langsung oleh siswa-siswi SMAN 1 Kupang Timur. Kebun cabai ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang diterapkan sekolah. Sebanyak 3.600 pohon cabai ditanam, dengan perkiraan hasil panen mencapai 1 kilogram per pohon. Selain sebagai media belajar, inisiatif ini juga melatih keterampilan kewirausahaan bagi para siswa.

Kupang, 23 Januari 2026 – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menyatakan kegembiraannya menghadiri acara panen perdana cabai di SMAN 1 Kupang Timur, Kabupaten Kupang. “Saya sangat menyukai kegiatan menanam dan memanen seperti ini, terutama di tingkat SMA/SMK. Ini sejalan dengan program Melki-Johni yang fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal di setiap daerah,” ujarnya.

Acara panen ini berlangsung pada Jumat pagi, di lahan seluas 20 are yang dikelola langsung oleh siswa-siswi SMAN 1 Kupang Timur. Kebun cabai ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang diterapkan sekolah. Sebanyak 3.600 pohon cabai ditanam, dengan perkiraan hasil panen mencapai 1 kilogram per pohon. Selain sebagai media belajar, inisiatif ini juga melatih keterampilan kewirausahaan bagi para siswa.

Gubernur Melki menekankan bahwa pengembangan ekonomi kerakyatan tidak hanya bergantung pada kemampuan, tapi lebih pada kemauan untuk memanfaatkan potensi yang ada. “Dari SMAN 1 Kupang Timur, kita bisa belajar bahwa masalah utamanya bukan soal mampu atau tidak, tapi mau atau tidak. Kita memiliki tanah dan sumber daya yang bisa produktif jika dikelola dengan serius dan baik,” katanya.

Ini merupakan kunjungan kedua Gubernur Melki ke sekolah di Kabupaten Kupang untuk acara panen serupa, setelah sebelumnya di SMAN 1 Amarasi. Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa SMA dan SMK di wilayah tersebut bisa menjadi pusat produksi pertanian yang berkontribusi nyata.

Ia berharap, apa yang dilakukan SMAN 1 Kupang Timur bisa menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di NTT untuk mengembangkan pembelajaran yang relevan dengan konteks lokal, produktif, dan memberikan dampak ekonomi positif. Gubernur juga memberikan apresiasi kepada guru dan siswa atas dedikasi serta inovasi mereka dalam mengelola kebun sekolah secara berkelanjutan.

Bupati Kupang, Yosef Lede, dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini mendukung program ketahanan pangan nasional dari Presiden RI, serta selaras dengan inisiatif Pemerintah Provinsi NTT yaitu One School One Product (OSOP). Ia menilai kehadiran sekolah dan siswa bisa memberikan kontribusi konkret dalam sektor pangan.

Kepala Sekolah SMAN 1 Kupang Timur, Selfina R. Sunbanu, menjelaskan bahwa semua pohon cabai dikelola siswa dengan pembagian tugas per kelas, mulai dari penanaman hingga perawatan. “Modal awal dari Dana BOS sebesar Rp35 juta. Dengan harga cabai yang sedang naik, kami perkirakan keuntungan bisa mencapai puluhan juta rupiah,” ungkapnya.

Salah satu siswa kelas XI, Ketrin Bot, mengaku antusias dengan program ini. “Berkebun di sekolah memberi pengalaman langsung dalam bertani dan menghasilkan nilai ekonomi dari lahan idle. Ini tidak mengganggu pelajaran, malah mengajarkan kerja sama dan tanggung jawab,” katanya.

Penulis: Baldus Sae
Foto: Gerald

Post navigation

Previous Previous
Dinas Pertanian TTU Fokus Pada Penanaman Padi 2.000 Hektare Untuk Capai Swasembada Pangan
NextContinue
Mengenal Jamur Akar Putih dan Dampaknya pada Tanaman
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search