loader image
Close
Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Gubernur NTT Perkuat Sinergi dengan Alumni AICAT Israel untuk Dorong Produksi dan Hilirisasi Pertanian

March 16, 2026March 16, 2026 Artikel
Gubernur NTT Perkuat Sinergi dengan Alumni AICAT Israel untuk Dorong Produksi dan Hilirisasi Pertanian

Kupang, 14 Maret 2026 – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, memimpin rapat virtual bersama petani milenial alumni Arava International Agricultural Training Center (AICAT) Israel, para penyuluh pertanian kabupaten/kota se-NTT, serta jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT. Pertemuan ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, petani milenial, dan penyuluh pertanian dalam mendukung program pembangunan pertanian dan ketahanan pangan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat sektor pertanian melalui kolaborasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi pertanian modern, dan pembangunan ekosistem hilirisasi yang lebih baik.

Optimalisasi Lahan Tidur untuk Meningkatkan Produksi Pangan

Dalam arahannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa NTT memiliki potensi lahan yang luas, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Ia menyampaikan bahwa masih terdapat banyak lahan tidur yang perlu dibuka dan dikelola secara produktif untuk mendukung peningkatan produksi pangan di daerah.

Menurut Gubernur, langkah tersebut sangat penting karena pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian juga tengah mendorong daerah-daerah untuk memperkuat produksi pangan dalam rangka mendukung swasembada pangan nasional. Dalam konteks itu, NTT dipandang memiliki peluang besar untuk memberikan kontribusi nyata.

“NTT masih memiliki banyak lahan tidur. Kita perlu membuka dan mengoptimalkan lahan-lahan tersebut untuk menjawab kebutuhan produksi pangan, baik untuk NTT sendiri maupun untuk mendukung program swasembada pangan nasional,” ujar Gubernur Melki.

Peran Strategis Alumni AICAT dalam Transformasi Pertanian NTT

Gubernur Melki menilai kehadiran petani milenial alumni AICAT Israel sangat strategis dalam mendukung transformasi pertanian di NTT. Para alumni dinilai memiliki pengalaman, wawasan, dan keterampilan praktis dalam penerapan teknologi pertanian modern yang relevan dengan kondisi geografis dan tantangan pertanian di NTT.

Teknologi yang dipelajari para alumni, seperti sistem irigasi tetes (drip irrigation), irigasi berbasis Internet of Things (IoT), smart farming, dan teknik budidaya lahan kering, diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi produksi, terutama pada wilayah yang menghadapi keterbatasan air.

Gubernur juga menekankan pentingnya membangun koneksi yang kuat antara alumni AICAT dengan pemerintah daerah, kelompok tani, penyuluh pertanian, dan seluruh pemangku kepentingan agar transfer pengetahuan dan implementasi teknologi dapat berjalan lebih efektif hingga tingkat desa dan kelurahan.

Sejalan dengan Program Dasa Cita dan Hilirisasi Pertanian

Upaya penguatan sektor pertanian tersebut, lanjut Gubernur, sejalan dengan Program Dasa Cita Pemerintah Provinsi NTT, khususnya agenda pertama yaitu Dari Ladang dan Laut ke Pasar. Program ini menitikberatkan pada hilirisasi produk pertanian dan kelautan, pengembangan NTT Mart, serta program One Village One Product (OVOP).

Menurutnya, pembangunan pertanian ke depan tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga harus mengarah pada penguatan nilai tambah. Karena itu, hilirisasi menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan pertanian NTT.

“Hilirisasi pertanian yang sementara berproses harus terus membangun ekosistem, kuantitas dan kualitas produksi serta berkontribusi juga terhadap nasional,” tegas Gubernur.

Fokus pada Komoditas Strategis dan Peningkatan Kualitas

Dalam forum tersebut, Gubernur Melki menyebut sejumlah komoditas strategis yang perlu ditingkatkan produksinya di NTT, antara lain padi, jagung, bawang putih, jahe, dan asam. Ia meminta agar produksi yang sudah berjalan saat ini dievaluasi secara menyeluruh untuk mengetahui apakah sudah mencapai tingkat ideal atau belum.

“Kita perlu mengecek kembali produksi yang sudah ada, apakah sudah mencapai tingkat ideal atau belum. Jika belum, maka harus kita tingkatkan dengan teknologi dan metode yang lebih baik,” ujarnya.

Selain kuantitas, kualitas hasil pertanian juga menjadi perhatian utama. Gubernur menegaskan bahwa kualitas produk akan sangat menentukan nilai jual dan daya saing di pasar. Produk pertanian yang berkualitas baik akan memberikan keuntungan ekonomi yang lebih tinggi bagi petani.

“Produksi harus meningkat, tetapi kualitasnya juga harus bagus. Kalau beras yang kita hasilkan berkualitas baik, tentu harganya juga lebih baik. Begitu juga dengan jagung, jahe, atau komoditas lainnya,” kata Gubernur.

Hilirisasi Pertanian untuk Meningkatkan Nilai Tambah Petani

Gubernur Melki juga menyoroti pentingnya perubahan pola usaha tani. Menurutnya, pola pertanian yang selama ini hanya berhenti pada tahap tanam, panen, dan jual perlu diubah menjadi pola yang lebih produktif, yaitu tanam, panen, olah, kemas, dan jual.

“Ke depan kita harus ubah skema itu. Bukan lagi hanya tanam, panen, jual, tetapi menjadi tanam, panen, olah, kemas, jual atau TAPA OKE JU. Dengan cara itu, nilai tambahnya akan lebih besar bagi petani,” ujarnya.

Pola tersebut diharapkan dapat membantu petani memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari hasil pertanian mereka. Hilirisasi juga dipandang penting untuk memperluas akses pasar, memperkuat produk unggulan daerah, dan mendorong kemandirian ekonomi berbasis pertanian.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT Siap Tindak Lanjuti Arahan

Dinas Pertanian Siap

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menindaklanjuti arahan Gubernur, terutama dalam peningkatan produksi dan kualitas hasil pertanian.

“Kami siap menjalankan arahan Bapak Gubernur, terutama terkait peningkatan produksi pertanian dengan memperhatikan kuantitas dan kualitas hasil produksi,” ujarnya.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT akan terus memperkuat koordinasi dengan para penyuluh pertanian, pemerintah kabupaten/kota, kelompok tani, dan petani milenial guna memastikan program pembangunan pertanian berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

Masukan dari Lapangan Menjadi Dasar Langkah Lanjutan

Dalam sesi dialog, sejumlah peserta menyampaikan berbagai kondisi riil yang dihadapi petani di lapangan. Pendamping lapangan di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Jhorland Oleng, mengungkapkan bahwa keterbatasan air masih menjadi kendala utama dalam budidaya hortikultura, khususnya untuk tanaman tomat dan cabai di beberapa desa binaan.

“Kami melakukan pendampingan di beberapa desa binaan, namun kendala utama yang dihadapi petani adalah keterbatasan air, khususnya untuk tanaman tomat dan cabai,” ujarnya.

Sementara itu, pelaku agribisnis kakao dan kopi di Kabupaten Ende, Okta Bili, menyoroti pentingnya peningkatan pendampingan untuk komoditas perkebunan berumur panjang seperti kakao dan kopi. Ia juga mengemukakan bahwa fluktuasi harga di pasar masih menjadi persoalan yang memengaruhi kepastian pendapatan petani.

“Sentuhan penyuluh pertanian untuk tanaman umur panjang seperti kakao dan kopi masih terbatas. Selain itu, harga di pasar juga sangat variatif sehingga petani membutuhkan sistem yang lebih stabil,” katanya.

Kolaborasi untuk Pertanian NTT yang Maju dan Berdaya Saing

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Gubernur Melki menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT akan tetap fokus pada dua agenda utama, yaitu peningkatan produksi dan pengembangan hilirisasi pertanian. Teknologi yang diterapkan harus mampu meningkatkan nilai produksi sekaligus memberi manfaat ekonomi yang nyata bagi petani.

“Kita fokus pada peningkatan produksi dan hilirisasi. Teknologi yang kita gunakan harus mampu meningkatkan nilai produksi kita,” tegasnya.

Melalui forum ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, petani milenial, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pertanian NTT yang maju, mandiri, produktif, dan berdaya saing.

“Saya berharap melalui forum ini kita bisa mencari solusi bersama dan bekerja dengan semangat yang sama. Jika kita terhubung dan bersinergi, maka target peningkatan produksi pertanian di NTT akan lebih mudah dicapai,” pungkas Gubernur Melki.

Post navigation

Previous Previous
Prospek Cuaca Wilayah Nusa Tenggara Timur 13–19 Maret 2026
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search