Hari Pangan Sedunia Keuskupan Agung Kupang: Gerakan Cinta Pangan Lokal Demi Hidup Sehat dan Masa Depan Lebih Baik

Keuskupan Agung Kupang menggelar perayaan Hari Pangan Sedunia tahun 2025 dengan semangat menghidupkan kembali cinta terhadap pangan lokal sebagai kunci kehidupan yang sehat, berkelanjutan, dan berdaulat. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 27–29 Oktober 2025, di Paroki St. Simon Petrus Tarus, dengan rangkaian seminar, pelatihan, dan aksi nyata di lapangan.
Mengusung tema “Hak Atas Pangan untuk Kehidupan dan Masa Depan yang Lebih Baik,” kegiatan dibuka secara seremonial oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, Romo Krispinus Saku, di Aula Balai Besar Pelatihan Peternakan Noelbaki, Kabupaten Kupang.
Hadir secara daring sebagai keynote speaker, Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin, menyampaikan dukungan terhadap upaya Keuskupan Agung Kupang yang menggerakkan masyarakat untuk mencintai pangan lokal.
Usman menegaskan bahwa pangan adalah hak asasi manusia yang wajib dijamin oleh semua pihak, bukan sekadar urusan konsumsi, melainkan wujud nyata dari hak atas kehidupan yang lebih bermartabat.
“Gerakan pangan lokal harus dimulai dari rumah tangga. Kita punya hasil bumi melimpah, jagung, sorgum, ubi, hingga hasil laut yang bergizi dan mudah diolah. Cintai pangan sendiri, karena di situlah kita menjaga kehidupan,” ujar Usman.
Sementara itu, Pastor Paroki St. Simon Petrus Tarus, RD. Dion Klau, Pr, menjelaskan bahwa rangkaian Hari Pangan Sedunia tahun ini tidak hanya berfokus pada seminar, tetapi juga aksi nyata dan edukasi masyarakat.
“Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa pangan bukan hanya kebutuhan jasmani, tetapi juga bagian dari iman dan tanggung jawab sosial. Dari keluarga, kita mulai menanam, mengolah, dan mencintai pangan lokal,” ujarnya.
Dalam seminar panel, Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) dan Komisi Justice and Peace Pekerja Migran menyoroti berbagai faktor yang memengaruhi persoalan pangan, mulai dari cuaca, lahan, hingga kondisi ekonomi masyarakat.
Narasumber akademisi, Prof. Ince turut memberikan wawasan tentang pentingnya mengoptimalkan pangan lokal seperti ikan tembang dan ikan komnong yang memiliki nilai gizi tinggi tanpa harus bergantung pada produk impor.
Kegiatan juga diisi dengan demonstrasi olahan pangan lokal, pelatihan pembuatan pupuk organik dan pakan ternak alami, serta panen simbolis di kebun Keuskupan Agung Kupang di Oelemasi, yang dihadiri Bupati dan Kapolres Kupang.
Puncak perayaan pada 29 Oktober 2025 akan ditandai dengan Misa Penutupan bersama Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, yang sekaligus menutup seluruh rangkaian kegiatan.
Pastor Dion menambahkan, Paroki Tarus juga telah memulai gerakan kecil namun nyata dengan membagikan benih sayur, cabai, dan terung kepada umat, serta membangun kebun contoh paroki sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah tentang kedaulatan pangan.
“Kami berharap kegiatan ini membawa dampak nyata. Dari kebun paroki dan rumah-rumah umat, kita mulai menciptakan kemandirian pangan dan menumbuhkan semangat untuk hidup sehat bersama,” pungkasnya.
Sumber : Hari Pangan Sedunia Keuskupan Agung Kupang: Gerakan Cinta Pangan Lokal Demi Hidup Sehat dan Masa Depan Lebih Baik
