loader image
Close
Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Identifikasi CPCL Pengembangan Bawang Putih di Desa Nenas Dukung Swasembada Nasional

May 8, 2026May 8, 2026 Artikel
Identifikasi CPCL Pengembangan Bawang Putih di Desa Nenas Dukung Swasembada Nasional

Kupang, 7 Mei 2026 – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura bersama Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI melaksanakan Identifikasi Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) Kegiatan Pengembangan Bawang Putih Provinsi NTT di Desa Nenas, Kecamatan Fatumnasi, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat pengembangan komoditas bawang putih di daerah potensial, sekaligus mendukung arah kebijakan nasional menuju swasembada bawang putih. Secara nasional, bawang putih merupakan salah satu komoditas hortikultura strategis karena memiliki kebutuhan konsumsi yang tinggi dan masih banyak dipenuhi melalui pasokan impor. Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk memperluas basis produksi dalam negeri, terutama pada wilayah yang memiliki kesesuaian agroklimat.

Melalui Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian RI pada tahun 2026 mengalokasikan kegiatan pengembangan bawang putih seluas 80 hektare. Untuk Provinsi NTT, identifikasi awal telah dilakukan pada lahan seluas 28 hektare, sementara untuk rencana pengembangan tahun 2027 telah teridentifikasi potensi lahan seluas 1.759 hektare. Potensi ini menjadi peluang penting bagi NTT untuk mengambil peran dalam mendukung peningkatan produksi bawang putih nasional.

Dalam pelaksanaan kegiatan, pemerintah pusat memberikan dukungan berupa penyediaan benih dan sarana produksi. Hasil produksi dari kegiatan pengembangan ini direncanakan akan diokupasi atau dimanfaatkan kembali sebagai sumber benih untuk pengembangan pada tahun berikutnya. Pola ini diharapkan dapat memperkuat ketersediaan benih bawang putih secara berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan terhadap benih dari luar daerah.

Identifikasi CPCL di Desa Nenas dilaksanakan secara kolaboratif oleh Ditjen Hortikultura, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten TTS, Pengawas Benih Tanaman (PBT) Kabupaten TTS, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Nenas. Kegiatan juga melibatkan calon petani pelaksana sebagai pihak utama yang akan berperan dalam proses budidaya di lapangan.

Melalui identifikasi ini, tim melakukan peninjauan terhadap kesiapan lahan, calon petani, kondisi teknis lokasi, serta dukungan pendampingan yang dibutuhkan agar kegiatan pengembangan bawang putih dapat berjalan optimal. Wilayah dataran tinggi di Kabupaten TTS, termasuk Kecamatan Fatumnasi, dinilai memiliki potensi untuk pengembangan komoditas hortikultura, termasuk bawang putih. Sebelumnya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT juga mencatat bahwa wilayah dataran tinggi TTS dan TTU memiliki peluang dikembangkan sebagai sentra produksi bawang putih di NTT.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama Ditjen Perbenihan, BRMP, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, serta Dinas Pertanian Kabupaten Kupang pada Kamis, 7 Mei 2026. Rapat koordinasi ini menjadi ruang penyamaan persepsi terkait teknis pelaksanaan, dukungan perbenihan, pendampingan petani, serta tindak lanjut pengembangan bawang putih di Provinsi NTT.

Melalui kegiatan Identifikasi CPCL ini, Pemerintah Provinsi NTT berharap pengembangan bawang putih dapat berjalan tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi petani. Selain mendukung peningkatan produksi dalam negeri, kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah nyata NTT dalam mendukung swasembada bawang putih nasional tahun 2028 serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

Post navigation

Previous Previous
OVOP Hadir di Nobi-Nobi, Petani Dapat Bantuan Alat Produksi
NextContinue
Mengulang Masa Lalu, ‘Tofan’ Berinovasi Kembangkan Sorgum di Kabupaten Kupang
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search