Identifikasi CPCL Pengembangan Bawang Putih di TTS dan TTU Dukung Peningkatan Produksi Nasional

Kupang, NTT – Upaya peningkatan produksi bawang putih dalam negeri terus dilakukan oleh pemerintah sebagai bagian dari strategi mendukung swasembada pangan dan mengurangi ketergantungan impor. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kegiatan koordinasi dan identifikasi Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) pengembangan bawang putih di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, serta didukung oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten TTS dan Dinas Pertanian Kabupaten TTU.
Koordinasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wilayah serta kesiapan petani yang dapat terlibat dalam program pengembangan komoditas bawang putih di Provinsi NTT.
Identifikasi Lahan Potensial Pengembangan Bawang Putih
Tim melakukan identifikasi langsung di lapangan pada beberapa wilayah yang dinilai memiliki potensi untuk pengembangan bawang putih. Salah satu kriteria utama dalam penentuan lokasi adalah lahan dengan ketinggian di atas 800 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang memiliki kondisi agroklimat yang sesuai bagi pertumbuhan tanaman bawang putih.
Selain faktor ketinggian, tim juga melakukan verifikasi terhadap kesiapan petani, luas lahan, serta potensi pengembangan kawasan budidaya bawang putih.
Berdasarkan data sementara hasil identifikasi CPCL, potensi pengembangan bawang putih di Pulau Timor tercatat cukup besar, yaitu:
- Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) : sekitar 654 hektare
- Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) : sekitar 1.500 hektare
Potensi tersebut menunjukkan bahwa wilayah dataran tinggi di kedua kabupaten memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai sentra produksi bawang putih di Provinsi NTT.
Bawang Putih sebagai Komoditas Hortikultura Strategis
Bawang putih merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki peran penting dalam kebutuhan konsumsi masyarakat. Selain digunakan sebagai bumbu utama dalam berbagai masakan, bawang putih juga dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan karena mengandung senyawa aktif seperti allicin yang bersifat antibakteri dan antioksidan.
Tingginya kebutuhan bawang putih di Indonesia menjadikan komoditas ini sebagai salah satu prioritas dalam pengembangan hortikultura nasional. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong pengembangan sentra produksi bawang putih di daerah yang memiliki potensi agroklimat yang sesuai.
Wilayah dataran tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya di Kabupaten TTS dan TTU, dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan komoditas tersebut.
Sinergi Pusat dan Daerah
Melalui kegiatan koordinasi dan identifikasi CPCL ini diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pengembangan bawang putih secara berkelanjutan.
Selain meningkatkan produksi dalam negeri, pengembangan komoditas bawang putih juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan pendapatan petani serta penguatan ketahanan pangan daerah.Dengan potensi lahan yang cukup luas di wilayah TTS dan TTU, pengembangan bawang putih di Provinsi NTT diharapkan dapat menjadi salah satu kontribusi penting dalam mendukung program peningkatan produksi bawang putih nasional.
