loader image
Close
Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Identifikasi dan Pengendalian Hama Ulat Kantong (bagworm) pada Tanaman Kakao di Nurseri UPTD. PKDLHP

April 14, 2025April 15, 2025 Artikel

Ulat kantong (bagworm) adalah hama dari Ordo Lepidoptera Famili Psychidae yang aktif menyerang tanaman inang. Ulat kantong bersifat polifag, yaitu dapat memakan berbagai tanaman jenis tanaman pangan, hortikultura maupun perkebunan seperti kelapa, kakao, kopi, dll. Beberapa literatur menyebutkan  serangan hama ini cukup intens pada tanaman kelapa sawit Indonesia sejak tahun 1960an. Jenis ulat kantong yang sering dijumpai di Indonesia menurut Lelana dkk (2022), diantaranya: Mahasena corbetti, Metisa plana, Clania tertia/ Dappula tertia, Pteroma pendula, dan Heylaertsia griseata.

Dok. Iyokannoo Gobinath

Identifikasi

Salah satu jenis hama ulat kantong yang diidentifikasi di nurseri UPTD. PKDLHP pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Provinsi NTT adalah Mahasena corbetti. Kegiatan identifikasi dilakukan oleh Pengelola Nurseri UPTD. PKDLHP pada hari Senin, 14 April 2025.  Kepala UPTD. PKDLHP, Ir. Maria I. R. Manek, M.Sc, menyambut positif upaya ini dan berharap agar dapat mengidentifikasi dan menemukan rekomendasi yang tepat untuk pengendalian sesuai skala luasan serangan. “Serangan hama ini tentunya akan berpengaruh terhadap produksi perkebunan, disisi lain komoditas perkebunan memiliki nilai ekonomis dan bernilai komersial tinggi saat ini” pungkasnya.

Larva M. corbetti hidup di dalam kantong yang terbuat dari potongan dedaunan dijalin dengan benang sutra dari air liurnya. Ulat kantong menyerang tanaman kakao dengan cara memakan daun tanaman kakao dimulai dari lapisan epidermis bagian atas, terus berlanjut hingga daun mengering yang menyebabkan tajuk daun bagian bawah berwarna kelabu. Kerusakan daun menyebabkan daun tidak dapat melakukan fotosintesis secara optimal dan dapat menyebabkan kerusakan dan kematian tanaman.

 “Serangan hama bagworm pada fase pembibitan dapat menyebabkan benih tanaman perkebunan tidak sehat dan gagal memenuhi syarat teknis, sehingga perlu dilakukan deteksi dini dan pengendalian secara cepat sesuai prinsip Pengelolaan Hama terpadu (PHT)” ujar Mikzon Lakidang, SP. M.Agr.Sc., Kasi Produksi Benih dan Pengelolaan Kebun Dinas yang mendampingi kegiatan ini.

Serangan Ulat Kantong pada tanaman Kakao di Nurseri UPTD. PKDLHP Provinsi NTT: Gambar a) ulat kantong, b) ulat kantong menggantung di daun kakao, c) ulat kantong memakan jaringan atas daun kakao, nampak kerusakan epidermis daun, d) Pucuk dan daun tanaman kakao terserang hama ulat kantong, e) daun kakao mengering. (Dok. Ombainese)

Pengendalian

Pengendalian hama ulat kantong pada tanaman kakao di lokasi penangkaran benih dilakukan secara mekanis dengan mengambil dan mengumpulkan ulat kantong yang menggantung pada daun kakao lalu dimusnahkan. Langkah ini cukup efektif dan efisien dalam menekan laju serangan dan penyebaran hama ini. Selain itu kegiatan ini sangat bermanfaat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas teknis. “Kegiatan identifikasi dan pengendalian hama ini sangat membantu kami untuk meningkatkan pengetahuan dan skill kami dalam mendeteksi dan mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang ditemui di lapangan”, ucap Cecilia S. Fanya, SST, petugas teknis dan pengelola nurseri.

Apabila serangan hama ini meluas di kawasan pengembangan maka dapat dilakukan pengendalian secara hayati dengan bakteri Bacillus thuringiensis. Pengendalian secara kimia dapat menggunakan insektisida bahan aktif Trichlorfon, Cypermethrin dan Deltamethrin (Wood & Kamarudin, 2019).

Kegiatan Identifikasi dan pengendalian Ulat Kantong pada Tanaman Kakao di Nurseri UPTD. PKDLHP Provinsi NTT; Gambar a) identifikasi hama, b, c) pengumpulan hama ulat kantong, d) pemusnahan hama ulat kantong. (Dok. Ombainese)

Dipublikasi oleh Seksi Produksi Benih dan Pengelolaan Kebun Dinas UPTD. Perbenihan, Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati PerkebunanDinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Kupang, 14 April 2025

Post navigation

Previous Previous
Manggarai Timur Ditunjuk Jadi Pusat Produksi Porang NTT, Ekspor Langsung ke China
NextContinue
Usman Husin Serahkan Pompa Air untuk Kelompok Tani di TTS, Dorong Swasembada Pangan dan Program MBG
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search