loader image
Close
Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Inovasi Irigasi Tetes untuk Keberlanjutan Perkebunan Kakao di Maumere

September 13, 2024September 13, 2024 Artikel

Senin 4 september 2024, sebuah inisiatif penting telah dimulai di Kebun Dinas Wairklau, Sikka, Maumere. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Koordinator Laboratorium Lapangan (LL) Sikka, Ibu Yuliana Odo, SP, seorang ASN UPTD Perbenihan, Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan (PKDLHP) Provinsi NTT. Kegiatan ini telah mendapat persetujuan dan sambutan positif dari Kepala UPTD PKDLHP, Ibu Ir. Maria I. R. Manek, M.Sc, yang berkantor di Kupang.

Tim yang terdiri dari ASN dan staf honorer dari LL Sikka, LL Nita, dan Kebun Dinas Wairklau, bersama mahasiswa PKL dari Universitas Nusa NIPA Maumere, memulai implementasi sistem irigasi tetes inovatif untuk tanaman kakao. Tahap awal Kegiatan ini berfokus pada 12 pohon kakao, dengan rencana untuk memperluas ke seluruh 300 tegakan pohon kakao yang ada di kebun tersebut secara bertahap.

Setiap pohon dalam fase awal ini dilengkapi dengan empat titik irigasi, menggunakan botol air mineral bekas berukuran 1,5 liter. Botol-botol ini dimodifikasi dengan 8-12 lubang kecil dan ditanam sedalam 45 cm di sekitar pohon kakao, kemudian diisi air hingga batas leher dan ditutup rapat.

Manfaat Irigasi Tetes bagi Perkebunan Kakao di Maumere:

  1. Adaptasi Terhadap Iklim Lokal: Maumere memiliki iklim tropis yang cenderung kering dengan suhu tinggi. Sistem irigasi tetes membantu tanaman kakao beradaptasi dengan memberikan air secara efisien dan konsisten, mengurangi stres akibat kekeringan dan suhu tinggi.
  2. Efisiensi Penggunaan Air: Dalam kondisi keterbatasan sumber daya air, irigasi tetes memastikan setiap tetes air digunakan secara optimal, mengurangi pemborosan melalui penguapan atau limpasan.
  3. Peningkatan Produktivitas: Penyediaan air yang teratur dan tepat sasaran ke zona akar dapat meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman kakao, yang sangat penting mengingat kondisi iklim Maumere yang menantang.
  4. Pengendalian Erosi: Curah hujan yang tidak merata di Maumere dapat meningkatkan risiko erosi. Irigasi tetes membantu menjaga struktur tanah dengan memberikan air secara perlahan dan terkontrol.
  5. Pengurangan Pertumbuhan Gulma: Dengan membasahi area yang terbatas, sistem ini membantu mengurangi pertumbuhan gulma, mengurangi kompetisi untuk nutrisi dan air.
  6. Fleksibilitas dalam Pemupukan: Sistem irigasi tetes memungkinkan aplikasi pupuk cair (fertigation) yang lebih efisien, memastikan nutrisi langsung mencapai sistem akar tanaman.
  7. Penghematan Tenaga Kerja: Setelah instalasi, sistem ini mengurangi kebutuhan tenaga kerja untuk penyiraman manual, yang sangat bermanfaat dalam pengelolaan kebun yang luas.
  8. Penyesuaian dengan Topografi: Sistem ini dapat dengan mudah disesuaikan dengan topografi lahan yang beragam, memastikan distribusi air yang merata di seluruh kebun.

Implementasi bertahap pada 300 tegakan pohon kakao menunjukkan pendekatan yang sistematis dan terencana. Dimulai dengan 12 pohon sebagai pilot project, tim dapat mengevaluasi efektivitas sistem, melakukan penyesuaian yang diperlukan, dan mengoptimalkan metode sebelum diterapkan ke seluruh kebun.

Inisiatif ini mencerminkan komitmen UPTD PKDLHP Provinsi NTT dalam mengadopsi praktik pertanian yang inovatif dan berkelanjutan. Dengan mempertimbangkan kondisi iklim spesifik Maumere, Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kakao, tetapi juga untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang perkebunan di wilayah tersebut.

Diharapkan, keberhasilan Kegiatan percontohan ini akan menjadi model yang dapat diadopsi oleh petani kakao di sekitar Maumere, membantu meningkatkan produktivitas dan ketahanan tanaman mereka terhadap tantangan iklim lokal, serta mendorong praktik pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan di wilayah tersebut.

Post navigation

Previous Previous
Gerakan Pengendalian OPT Tanaman Kacang Hijau
NextContinue
Eksplorasi dan Pemeliharaan Agens Pengendali Hayati Tetrastichus oleh Sub Laboratorium Nita di Kabupaten Sikka
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search