Sinergi Dinas Pertanian NTT dan Bulog Dorong Produksi Jagung di Sulamu, Desa Pantulan Siap Perluas Areal Tanam 2026

Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, terus menunjukkan potensinya sebagai salah satu sentra produksi jagung di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Setiap tahun, luas lahan jagung di wilayah ini berkisar antara 600–900 hektar dengan rata-rata produksi mencapai 3.000 ton pipilan kering dan produktivitas sekitar 4,5 ton per hektar.
Beberapa desa yang menjadi sentra pengembangan jagung di Kecamatan Sulamu antara lain Desa Pantulan, Oeteta, Pariti, dan Bipolo. Dari keempat desa tersebut, Desa Pantulan menjadi salah satu wilayah dengan kontribusi signifikan terhadap produksi jagung daerah.
Desa Pantulan, Sentra Jagung Potensial
Desa Pantulan mencatat luas tanam jagung mencapai 300–400 hektar setiap tahun. Pada tahun 2025, desa ini berhasil menghasilkan ratusan ton jagung dan menjalin kerja sama pembelian dengan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) sebanyak 200 ton dengan harga Rp5.500 per kilogram pada musim panen raya bulan April–Mei 2025.
Kerja sama tersebut memberikan dampak positif bagi petani, khususnya dalam hal kepastian pasar dan stabilitas harga. Dengan adanya pembeli tetap, petani tidak lagi khawatir terhadap fluktuasi harga saat panen raya, sehingga lebih fokus meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.
Menurut petani setempat, kemitraan dengan Bulog menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah dalam menjaga kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan desa. Jaminan pasar mendorong petani untuk terus berinovasi dalam teknik budidaya, mulai dari pemilihan benih unggul, pengolahan lahan yang lebih baik, hingga penerapan pola tanam yang lebih terencana.
Kunjungan Lapangan dan Penguatan Koordinasi

Dalam rangka memastikan kesiapan produksi dan memperkuat koordinasi, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT bersama Bulog serta Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Oeteta dan para penyuluh se-Kecamatan Sulamu melakukan kunjungan lapangan ke Desa Pantulan.
Lokasi yang dikunjungi berada di Dusun IV Desa Pantulan, meliputi Kelompok Tani Harapan, Pusetiti, Pemuda Mandiri, dan KWT Oetanisi dengan total luas lahan kurang lebih 120 hektar. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat langsung perkembangan pertanaman jagung sekaligus menyerap aspirasi petani di lapangan.
Sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan Bulog diharapkan mampu menjaga kesinambungan produksi, meningkatkan produktivitas, serta memastikan hasil panen terserap pasar secara optimal.
Target Perluasan Lahan 2026
Sebagai upaya peningkatan produksi, Desa Pantulan menargetkan perluasan luas tanam pada tahun 2026 menjadi 150–200 hektar di wilayah yang dikembangkan saat ini. Target tersebut akan didukung melalui bantuan pemerintah serta swadaya masyarakat.
Dengan dukungan kebijakan, pendampingan teknis, dan kepastian pasar, Kecamatan Sulamu diyakini akan terus berkembang sebagai salah satu lumbung jagung di Kabupaten Kupang. Peningkatan produksi jagung tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan petani, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah serta mendukung upaya swasembada pangan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
