Artikel

  • Petani Tembakau Desa Haliklaran: Harapan dan Terima Kasih atas Dukungan DBHCHT 2026

    Tembakau sebagai Komoditas Unggulan NTT

    Tembakau merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat di beberapa wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dengan karakteristik iklim kering dan curah hujan yang relatif terbatas, sejumlah daerah di NTT memiliki kesesuaian lahan untuk pengembangan tembakau rakyat.

    Selain menjadi sumber pendapatan utama bagi banyak petani, tembakau juga berkontribusi terhadap perputaran ekonomi desa, mulai dari proses budidaya, panen, pengolahan, hingga pemasaran. Oleh karena itu, penguatan sektor ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan petani serta pembangunan ekonomi daerah.

    Peran DBHCHT dalam Mendukung Petani

    Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) merupakan dana yang bersumber dari penerimaan cukai hasil tembakau yang dialokasikan kembali ke daerah untuk mendukung berbagai program, termasuk peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan lingkungan sosial, serta kesejahteraan petani tembakau.

    Melalui kegiatan DBHCHT Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT memberikan bantuan tanaman tembakau kepada kelompok tani sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan produksi dan kualitas hasil tembakau rakyat.

  • DistanKP NTT Terima Kunjungan Kerja RRI Kupang, Perkuat Sinergi Informasi Pembangunan

    Kupang, 25 Februari 2026 – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) didampingi Plt. Sekretaris, Kasubbag Kepegawaian dan Umum (KUM), serta Koordinator Perencana, menerima kunjungan kerja dari RRI Kupang dalam rangka membahas hubungan kerja sama program dan kegiatan antara RRI Kupang dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT.

    Pertemuan yang berlangsung dalam suasana akrab dan konstruktif ini membahas penguatan sinergi publikasi serta penyebarluasan informasi pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan di NTT. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi media edukasi dan informasi yang efektif bagi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha pangan lokal.

    Kepala Dinas menyampaikan bahwa peran media, khususnya RRI sebagai lembaga penyiaran publik, sangat strategis dalam mendukung program-program pemerintah daerah. Informasi terkait ketersediaan pangan, pengendalian inflasi daerah, inovasi pertanian, hingga berbagai program pemberdayaan petani perlu disampaikan secara luas dan berkelanjutan kepada masyarakat.

    Sementara itu, pihak RRI Kupang menyambut baik peluang kerja sama ini sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan daerah. Melalui program siaran, dialog interaktif, dan liputan kegiatan, RRI siap menjadi mitra strategis dalam menyebarluaskan informasi yang edukatif, inspiratif, dan solutif.

    Sinergi antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT bersama RRI Kupang ini diharapkan mampu memperkuat komunikasi publik, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mendukung terwujudnya pembangunan pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.

  • Kebun Contoh Jagung Hibrida NK.Sumo Sakti di Desa Petuntawa: Langkah Menuju Swasembada Pangan di NTT

    Kebun contoh atau demplot jagung hibrida NK.Sumo Sakti yang dikelola oleh PT. SMJ merupakan salah satu proyek penting yang berlokasi di Desa Petuntawa, Kecamatan Ileape, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Demplot ini memiliki luas lahan mencapai 3,5 hektar dan saat ini tanaman jagungnya sudah berusia 45 Hari Setelah Tanam (HST), yang menunjukkan fase pertumbuhan yang signifikan dalam siklus hidup tanaman jagung. Keberadaan kebun contoh ini memiliki beberapa tujuan dan manfaat, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, untuk pengembangan pertanian lokal.

  • Gubernur Bersama BPOM Tinjau Pasar Kuliner Takjil di Kota Kupang, Pastikan Makanan Aman

    Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, meninjau salah satu lokasi pasar kuliner takjil yang berlokasi di Jalan Ir. Soekarno, Fontein, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, pada Sabtu (21/2/2026) sore.

    Sebagai informasi, takjil adalah istilah umum untuk hidangan kudapan yang dimakan sesaat setelah berbuka puasa, biasanya berupa makanan manis seperti kolak pisang ubi, sop buah, es campur, serta makanan gurih lainnya seperti gorengan dan aneka lauk pauk.

    Turut hadir mendampingi Gubernur NTT dalam Safari Ramadan 1447 Hijriah tersebut di antaranya Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Kupang, Sem Lapik, serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Oemboe Wanda.

  • Gubernur NTT Terima Audiensi Rektor Undana, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Provinsi NTT

    Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menerima audiensi Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Jefri S. Bale bersama jajaran pimpinan Undana, di Rumah Jabatan Gubernur NTT pada Sabtu (21/2/2026) siang.

    Rektor Undana, Jefri Bale mengatakan pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi NTT dan Undana dalam mendukung program pembangunan Provinsi NTT.

    “Proficiat atas satu tahun kepemimpinan Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur NTT. Pelaksanaan Diskusi publik satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT menjadi contoh kepemimpinan yang terbuka terhadap masukan dan kritik konstruktif demi pembangunan daerah,” ucapnya.

    Ia menambahkan, pihak Undana juga mengapresiasi pelibatan civitas akademika dalam berbagai program Pemprov NTT, termasuk dukungan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT dalam mendorong swasembada pangan di NTT.

    Sebagai bentuk penguatan kelembagaan dan kolaborasi, Undana mengundang Gubernur untuk hadir dalam Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Undana Tahun 2026.

  • Wagub NTT Serahkan Bibit Padi Dukung Swasembada Pangan

    Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus memperkuat sektor pertanian guna mendukung program swasembada pangan nasional. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui penyerahan bantuan bibit padi kepada kelompok tani di Desa Manusak.

    Wakil Gubernur NTT, Jhoni Asadoma, secara langsung menyerahkan bibit padi kepada para petani sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto. Dalam sambutannya, Jhoni Asadoma menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

    Menurutnya, NTT memiliki potensi lahan pertanian yang luas dan produktif, sehingga perlu dioptimalkan melalui dukungan sarana produksi yang memadai, termasuk penyediaan bibit unggul. “Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produksi padi di tingkat petani serta mendorong tercapainya swasembada pangan di daerah,” ucap WAGUB Jhoni Asadoma kepada RRI.CO.ID, Senin, 17 Februari 2026.

    Wagub juga mengingatkan pentingnya peran kelompok tani dalam menjaga kualitas tanam dan meningkatkan pola kerja sama. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus memberikan pendampingan melalui penyuluh pertanian serta memastikan dukungan program berjalan berkelanjutan.

    Perwakilan kelompok tani Desa Manusak menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah provinsi terhadap kebutuhan petani. Mereka berharap bantuan bibit padi ini mampu meningkatkan hasil panen pada musim tanam mendatang, sekaligus membantu meningkatkan pendapatan petani.

    Program penyerahan bibit padi ini menjadi salah satu langkah konkret Pemprov NTT dalam memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendukung kebijakan nasional menuju kemandirian pangan.

  • Pengawasan Bersama Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan di Pasar Kasih Naikoten

    Kegiatan pengawasan bersama yang dilaksanakan oleh Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan di Pasar Kasih Naikoten, UD Panca Sakti, dan Aneka Niaga Swalayan, bertujuan untuk menjamin kepatuhan terhadap kebijakan harga pangan dan standar keamanan serta mutu pangan di pasar-pasar tersebut. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga kestabilan harga pangan, serta memastikan pangan yang beredar aman dan bermutu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Salah satu tujuan utama dari kegiatan pengawasan ini adalah untuk memastikan pelaksanaan kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), Harga Eceran Tertinggi (HET), Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat produsen, dan Harga Acuan Pembelian (HAP) di tingkat konsumen komoditas pangan. Dengan demikian, diharapkan harga pangan yang dijual di pasar-pasar dapat terjaga dengan baik, sehingga tidak merugikan produsen maupun konsumen.

  • Dari Seragam ke Ladang, AIPTU Agustinus SH Edukasi Petani Lewat Budidaya Jagung di Lembata

    Polisi tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga tampil sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat. Hal ini dibuktikan oleh anggota Sikum Polres Lembata, AIPTU Agustinus Umbu Lodong SH yang mengubah lahan tidur seluas kurang lebih dua hektare di wilayah Waikomo tepatnya di belakang area Terminal Barat Lewoleba, menjadi lahan produktif melalui budidaya jagung hibrida.

    Inisiatif ini tidak hanya bertujuan mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana edukasi langsung bagi petani lokal tentang teknik budidaya jagung yang efektif, efisien, dan berkelanjutan.

    Kepada Jurnal Polisi, AIPTU Agustinus, SH menjelaskan bahwa proses pengolahan lahan dimulai sejak 20 November 2025, dengan melibatkan tiga unit traktor besar guna mempercepat pembajakan serta memastikan kesiapan tanah secara optimal. Penanaman jagung dilakukan pada 10 Desember 2025, dan hingga kini tanaman telah berusia dua bulan sepuluh hari, dengan pertumbuhan yang sehat, merata, dan menjanjikan hasil panen maksimal. “Kegiatan ini bukan semata-mata produksi, tetapi juga sebagai media edukasi lapangan bagi petani, mulai dari pengolahan lahan, masa tanam, perawatan, hingga waktu panen yang ideal,” ujarnya.

  • Gerakan Tanam Padi Serentak se-NTT Perkuat Komitmen Swasembada Pangan Berkelanjutan Tahun 2026

    Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan melaksanakan Gerakan Tanam (GERTAM) Padi Serentak se-Provinsi NTT sebagai langkah strategis dalam memperkuat swasembada pangan berkelanjutan menuju tahun 2026. Kegiatan dipusatkan di Desa Manusak, Kabupaten Kupang, dan dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota se-NTT, baik secara luring maupun secara daring melalui Zoom.

    Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur NTT, Ketua DPRD Provinsi NTT, para bupati dan wali kota, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, perguruan tinggi, penyuluh pertanian, serta kelompok tani dari berbagai wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

    Kegiatan diawali dengan penyambutan secara adat melalui tarian tradisional, dilanjutkan dengan penayangan video selayang pandang capaian pembangunan sektor pertanian di NTT, yang menunjukkan peningkatan signifikan produksi pangan daerah sebagai hasil dari berbagai program strategis pemerintah.

  • Peningkatan Luas Tanam Padi di NTT: Update LTT Februari 2026

    Pada Februari 2026, Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan perkembangan positif dibandingkan dengan Februari 2025. Berdasarkan data yang tercatat hingga 11 Februari 2026, total luas tanam padi untuk periode tersebut mencapai 22.182 Ha, meningkat 1.754 Ha dibandingkan dengan 20.428 Ha pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan adanya perbaikan dalam sektor pertanian padi di NTT.

    Tren Perbandingan Bulanan
    Perbandingan antara bulan Februari 2025 dan Februari 2026 menunjukkan peningkatan signifikan dalam penanaman padi di beberapa wilayah. Hal ini terlihat dari grafik yang menunjukkan fluktuasi yang lebih stabil pada Februari 2026 dengan peningkatan pada beberapa hari awal bulan dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun, data LTT yang tercatat pada 1-11 Februari 2026 menunjukkan capaian yang lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025.

    Realisasi Tanam Berdasarkan Kabupaten/Kota
    Berdasarkan data per kabupaten/kota, sejumlah daerah mengalami peningkatan luas tanam padi yang signifikan, antara lain Timor Tengah Selatan, Manggarai, dan Sumba Barat Daya. Di sisi lain, beberapa daerah mengalami penurunan luas tanam padi, seperti Sumba Timur, Sumba Tengah, dan Sikka. Perbedaan ini menunjukkan bahwa ada wilayah yang mengalami kesulitan dalam mempertahankan atau meningkatkan luas tanam padi, sementara beberapa wilayah lainnya berhasil mencatatkan hasil yang positif.