Informasi

  • Informasi Harga Pasar Komoditi Tanaman Pangan Di Pasar Kota Kupang 23 Februari 2026

    Pada tanggal 23 Februari 2026, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan survei harga pasar untuk komoditi horti dan tanaman pangan di Pasar Kota Kupang. Berdasarkan hasil survei, harga berbagai komoditi mengalami variasi yang cukup signifikan dibandingkan dengan minggu sebelumnya.

    Harga Komoditi yang Stabil

    Beberapa komoditi, seperti cabai merah keriting dan cabai merah besar, tetap stabil harganya. Harga cabai merah keriting tercatat sebesar Rp 45.000 per kilogram, sementara cabai merah besar dihargai Rp 40.000 per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam ras mengalami perubahan yang signifikan, meningkat dari Rp 35.000 per kilogram menjadi Rp 34.000 per kilogram.

  • Prediksi Curah Hujan dan Sifat Hujan di Nusa Tenggara Timur untuk Bulan Maret hingga Mei 2026

    Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang sering menghadapi tantangan terkait dengan curah hujan yang bervariasi. Untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan iklim, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prediksi curah hujan dan sifat hujan untuk bulan Maret, April, dan Mei 2026.

    Kondisi Iklim dan Anomali Suhu Laut

    Berdasarkan prediksi yang disampaikan BMKG, kondisi El Nino Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) diperkirakan akan tetap dalam kondisi netral hingga pertengahan tahun 2026. Hal ini mengindikasikan bahwa perairan Indonesia, khususnya di NTT, akan mengalami suhu normal hingga sedikit hangat. Meskipun demikian, suhu yang sedikit lebih hangat ini tetap dalam ambang normal, sehingga tidak akan ada perubahan drastis dalam pola cuaca.

    Prediksi Curah Hujan

    Berdasarkan peta prediksi curah hujan yang dirilis untuk bulan Maret hingga Mei 2026, curah hujan di NTT diprediksi berkisar antara tingkat menengah hingga rendah. Pada bulan Maret 2026, curah hujan diperkirakan akan cukup signifikan dengan beberapa daerah yang mengalami curah hujan dalam kategori tinggi. Namun, pada bulan April dan Mei, curah hujan diperkirakan akan menurun menjadi kategori rendah hingga menengah, dengan sebagian besar wilayah NTT menghadapi kondisi hujan yang lebih ringan.

  • Peringatan Dini Cuaca Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) Tanggal 21 hingga 23 Februari 2026

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi El Tari Kupang telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlaku pada tanggal 21 hingga 23 Februari 2026. Peringatan ini disampaikan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi aktivitas masyarakat di NTT.

    Menurut BMKG, terdapat dinamika atmosfer berskala regional yang signifikan, dengan penguatan Monsun Asia dan fenomena La Nina yang lemah, serta pengaruh Gelombang Atmosfer Low dan Madden-Julian Oscillation (MJO). Kombinasi ini berpotensi memberikan dampak terhadap kondisi cuaca di wilayah NTT. Selain itu, kelembapan udara pada lapisan 850 hingga 500 mb terpantau cukup tinggi, berkisar antara 70% hingga 95%. Hal ini mendukung pertumbuhan awan hujan secara vertikal, yang dapat menyebabkan terjadinya hujan lebat di sejumlah daerah.

    Peringatan ini juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak dari hujan sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai dengan petir dan angin kencang. Fenomena ini berisiko menyebabkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, yang dapat membahayakan keselamatan. Beberapa wilayah yang berpotensi terdampak adalah Manggarai, Sikka, Flores Timur, Alor, dan beberapa kabupaten lain di NTT.

    BMKG juga menyediakan layanan informasi cuaca yang dapat diakses melalui nomor telepon (0380)881613, WhatsApp di 0811-3940-4264, atau aplikasi INFO BMKG yang dapat diunduh di App Store dan Play Store.

  • Informasi Harga Pasar Komoditi Tanaman Pangan Di Pasar Kota Kupang 20 Februari 2026

    Pasar adalah salah satu tempat yang memiliki peranan penting dalam perekonomian sehari-hari, terlebih lagi dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Setiap harinya, harga-harga barang di pasar mengalami fluktuasi tergantung pada berbagai faktor seperti musim, cuaca, dan permintaan pasar. Berikut ini informasi harga pasar di kota Kupang yang tercatat pada tanggal 20 Februari 2026, sehingga dapat memberikan gambaran mengenai harga beberapa komoditi yang sering digunakan oleh masyarakat dalam kegiatan sehari-hari. Harga beras premium yang berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) disebabkan oleh tingginya harga jual dari distributor. Kenaikan harga telur ayam ras juga terjadi, akibat kurangnya pasokan yang disebabkan oleh hambatan dalam distribusi dari Surabaya dan tingginya permintaan dari pihak MBG. Sementara itu, harga cabai rawit merah tetap tinggi di Rp.80.000/kg, disebabkan oleh distribusi yang terganggu oleh kondisi cuaca yang tidak mendukung, serta terbatasnya pasokan cabai lokal. Faktor-faktor ini menunjukkan bahwa fluktuasi harga komoditi sangat dipengaruhi oleh masalah distribusi dan ketersediaan barang.

  • Informasi Harga Pasar Komoditi Tanaman Pangan Di Pasar Kota Kupang 18 Februari 2026

    Pasar adalah salah satu tempat yang memiliki peranan penting dalam perekonomian sehari-hari, terlebih lagi dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Setiap harinya, harga-harga barang di pasar mengalami fluktuasi tergantung pada berbagai faktor seperti musim, cuaca, dan permintaan pasar. Berikut ini informasi harga pasar di kota Kupang yang tercatat pada tanggal 18 Februari 2026, sehingga dapat memberikan gambaran mengenai harga beberapa komoditi yang sering digunakan oleh masyarakat dalam kegiatan sehari-hari. Harga beras premium yang berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) disebabkan oleh tingginya harga jual dari distributor. Kenaikan harga telur ayam ras juga terjadi, akibat kurangnya pasokan yang disebabkan oleh hambatan dalam distribusi dari Surabaya dan tingginya permintaan dari pihak MBG. Sementara itu, harga cabai rawit merah tetap tinggi di Rp.80.000/kg, disebabkan oleh distribusi yang terganggu oleh kondisi cuaca yang tidak mendukung, serta terbatasnya pasokan cabai lokal. Faktor-faktor ini menunjukkan bahwa fluktuasi harga komoditi sangat dipengaruhi oleh masalah distribusi dan ketersediaan barang.

  • Peringatan Dini Cuaca Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) 5-7 Februari 2026: Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Eltari Kupang telah merilis peringatan dini cuaca untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tanggal 5 hingga 7 Februari 2026. Perhatian khusus diberikan kepada beberapa daerah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.

  • Laporan Peta Kerusakan Tanaman Padi dan Jagung Akibat DPI Banjir dan Bencana Alam di NTT (Update per 5 Februari 2026)

    Laporan ini menyajikan peta kerusakan tanaman padi dan jagung yang disebabkan oleh bencana alam di Provinsi Nusa Tenggara Timur, termasuk angin kencang, erupsi abu vulkanik Gunung Ile Lewotolok, dan dampak banjir. Kerusakan yang terjadi mempengaruhi beberapa kabupaten di wilayah tersebut, dan peta berikut memberikan informasi terkini mengenai luas kerusakan dan area yang terdampak. Kerusakan tanaman padi dan jagung akibat angin kencang, erupsi abu vulkanik Gunung Ile Lewotolok, dan bencana alam banjir di Provinsi Nusa Tenggara Timur memberikan dampak signifikan terhadap hasil pertanian. Meski beberapa wilayah mengalami pemulihan, perlu adanya upaya mitigasi dan pemulihan yang lebih lanjut untuk mengurangi kerusakan di masa mendatang.

    Sumber data yang digunakan dalam peta ini berasal dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan UPTD Proteksi TPHP Provinsi Nusa Tenggara Timur dan petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT).

  • Peta DPI Banjir Tanaman Padi dan Bencana Alam Angin Kencang di Nusa Tenggara Timur (NTT)

    Bencana alam seperti angin kencang dan banjir sering kali menyebabkan kerusakan besar pada sektor pertanian, terutama tanaman pangan yang merupakan sumber kehidupan utama bagi masyarakat. Di Nusa Tenggara Timur (NTT), kerusakan yang terjadi pada tanaman padi, pisang, dan jagung diakibatkan oleh bencana angin kencang dan banjir yang dapat mengganggu ketahanan pangan. Peta kerusakan tanaman akibat angin kencang dan banjir di NTT, yang diperbarui pada 3 Februari 2026, menunjukkan distribusi kerusakan pada tanaman di berbagai wilayah.
    Bencana alam seperti angin kencang dan banjir memiliki dampak yang besar pada sektor pertanian di NTT, terutama pada tanaman padi, pisang, dan jagung. Meski sebagian besar wilayah belum mengalami kerusakan besar, tetap diperlukan upaya mitigasi untuk mencegah dan mengurangi dampak bencana alam terhadap pertanian. Pemerintah dan petani harus bekerjasama untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mengoptimalkan sistem pertanian yang lebih tahan terhadap perubahan iklim dan cuaca ekstrem.

  • Iklim Dasarian III Januari 2026: Prospek Cuaca yang Berlaku Tanggal 3-9 Februari 2026

    Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadapi kondisi cuaca yang cukup dinamis pada dasarian III Januari 2026. Berdasarkan analisis curah hujan, sebagian besar wilayah NTT mengalami curah hujan dengan kategori menengah (51-150 mm/dasarian) hingga kategori tinggi (151-300 mm/dasarian). Meskipun intensitas hujan variatif, wilayah ini umumnya tercatat mengalami Hari Hujan dan Hari Tanpa Hujan dalam rentang yang sangat pendek, yakni antara 1 hingga 5 hari.

    Menjelang dasarian I Februari 2026, peluang curah hujan di wilayah NTT diperkirakan akan tetap berada pada kategori menengah, dengan probabilitas mencapai 81-100%. Kondisi ini menunjukkan adanya potensi hujan yang signifikan pada bulan depan. Selain itu, terpantau bibit siklon tropis 98P di wilayah Darwin, Australia bagian Utara, yang dapat meningkatkan intensitas hujan dengan kondisi sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang yang berpotensi mempengaruhi wilayah NTT.

    Faktor lainnya yang memperburuk kondisi cuaca di NTT adalah adanya kombinasi aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby ekuator, dan gelombang Kelvin yang terpantau aktif di Samudra Hindia barat Jawa hingga selatan NTT. Aktivitas ini memperkuat proses konvektif, meningkatkan potensi hujan, dan memperbesar kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem seperti hujan lebat, petir, dan angin kencang.

    Oleh karena itu, penting bagi masyarakat NTT untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor. Kondisi atmosfer yang labil dan peningkatan intensitas hujan mengharuskan kita untuk menjaga kewaspadaan di tingkat keluarga dan lingkungan sekitar.

    Sebagai langkah mitigasi, diperkirakan bahwa puncak musim hujan di NTT akan berlangsung hingga Februari 2026. Masyarakat dapat memanfaatkan periode hujan ini untuk melakukan panen air hujan sebagai upaya pengelolaan sumber daya air yang lebih baik, mengingat potensi curah hujan yang tinggi.