loader image
Close
Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Kebun Dinas Wairklau  : “Membuktikan Keberhasilan Pengendalian Hayati dan Budidaya Ramah Lingkungan”

June 7, 2024June 7, 2024 Artikel

Kebun Dinas Wairklau  yang berlokasi di Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, menjadi contoh nyata keberhasilan penerapan pengendalian hayati dan budidaya ramah lingkungan. Kebun seluas 4,5 hektar dengan 400 pohon kakao ini dikelola oleh UPTD Perbenihan, Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan milik Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebelumnya, kebun ini rentan terhadap serangan hama dan penyakit, yang dapat mempengaruhi kesehatan tanaman dan kualitas hasil panen. Untuk mengatasi permasalahan ini, pada bulan Desember 2023, Laboratorium Lapangan Sikka melaksanakan kegiatan pengendalian dengan menggunakan pendekatan ramah lingkungan yang menggabungkan agens pengendali hayati (APH) dan praktik budidaya berkelanjutan.

sebelum perlakuan pengaplikasian trichoderma, bokashi dan perlakuan semut hitam pada bulan Desember 2023

Salah satu APH yang digunakan adalah Trichoderma, jamur yang berperan sebagai pengendali hayati untuk mengendalikan patogen tanaman. Selain itu, bokashi juga diaplikasikan untuk meningkatkan kesuburan tanah secara alami. Yang menarik, Laboratorium Lapangan Sikka juga memanfaatkan semut hitam sebagai predator alami bagi serangga hama kakao. Semut hitam ini berperan dalam mengganggu serangga hama untuk meletakkan telur pada buah kakao, sehingga dapat mencegah kerusakan pada buah.

Kegiatan pengendalian hayati ini dipadukan dengan praktik pemangkasan untuk menjaga kesehatan tanaman dan meningkatkan produksi. Pendekatan ini sejalan dengan upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia yang dapat berdampak negatif pada lingkungan.

Setelah enam bulan penerapan pengendalian hayati dan budidaya ramah lingkungan, pada tanggal 6 Juni 2024, tim dari Laboratorium Lapangan Sikka melakukan pengamatan dan evaluasi terhadap kondisi Kebun Dinas Wairklau   Kota Uneng. Hasil yang diperoleh sangat menggembirakan, di mana kebun yang sebelumnya rentan terhadap serangan hama dan penyakit kini menunjukkan perbaikan signifikan.

hasil tanaman sehat setelah aplikasi Juni 2024

Tanaman kakao di kebun tersebut dilaporkan menjadi lebih sehat, lebih tahan terhadap hama dan penyakit, serta kualitas hasil panen juga semakin baik. Keberhasilan ini mencerminkan efektivitas pendekatan pengendalian hayati yang diterapkan dan manfaat praktik budidaya ramah lingkungan dalam menjaga keberlanjutan pertanian kakao.

Keberhasilan di Kebun Dinas Wairklau   Kota Uneng ini menjadi contoh inspiratif bagi petani kakao dan pemangku kepentingan lainnya dalam sektor perkebunan di Provinsi NTT. Dengan menerapkan pendekatan serupa, petani dapat mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia, melestarikan lingkungan, dan meningkatkan kualitas serta keberlanjutan produksi kakao mereka.

Kebun Dinas Wairklau   Kota Uneng juga menjadi pusat pembelajaran dan diseminasi informasi tentang praktik-praktik budidaya kakao yang berkelanjutan. Melalui kerjasama dengan penyuluh perkebunan, petani, dan lembaga terkait, pengetahuan dan keterampilan dalam penerapan pengendalian hayati dan budidaya ramah lingkungan dapat disebarluaskan ke wilayah lain di Provinsi NTT.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat dan kerjasama yang baik antara pemerintah, lembaga penelitian, dan petani, perkebunan kakao yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dapat diwujudkan. Kebun Dinas Wairklau   Kota Uneng menjadi bukti nyata bahwa penerapan pengendalian hayati dan budidaya ramah lingkungan tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen kakao.

Post navigation

Previous Previous
PEMERINTAH LAKUKAN GERAKAN PANGAN MURAH DI KELURAHAN MANULAI II
NextContinue
Pengembangan Kawasan Krisan di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search