Kegiatan Pemasangan RUBUHA (Rumah Burung Hantu)

Rubuha (Rumah Burung Hantu) merupakan sangkar burung hantu, sebagai tempat bersangkar burung hantu. Burung hantu dimanfaatkan sebagai musuh alami bagi hama tikus pada tanaman padi. Burung hantu memangsa tikus yang menyerang tanaman padi pada malam hari. Setiap malamnya, burung hantu memangsa kurang lebih 3 ekor tikus di sawah. Satu rubuha dipasang pada setiap lahan seluas 5 ha.

Kegiatan pemasangan rubuha diinisiasi oleh Dirjen Tanaman Pangan, Ir. Suwandi bersama Dinas/Balai Besar/UPTD Proteksi seluruh Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Subang, Jawa Barat dan diikuti via zoom oleh peserta kegiatan.

Pemasangan Rubuha di Provinsi NTT, dilaksanakan di Kelurahan Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang dan 6 kabupaten di Pulau Flores. Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian KP Provinsi NTT, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kupang, Kepala UPTD Proteksi TPH Prov. NTT, Penyuluh dan POPT Kabupaten Kupang bersama Kelompok Tani Maju Bersama dan Fajar Pagi.

Kegiatan diawali dengan pembuatan rubuha menggunakan tiang bambu setinggi 5 meter dan kandang burung hantu (Box rubuha 60 x 40 dengan tinggi box 60 cm, serta teras rubuha 20 x 60 cm). Pemasangan rubuha dilakukan serentak seluruh Indonesia bersama dengan Dirjen Tanaman Pangan.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT juga melakukan penanaman simbolis di lahan sawah seluas 13 ha untuk Musim Tanam ke -2 di areal yang sama.

Pemasangan rubuha diharapkan mampu diaplikasikan oleh seluruh petani sawah di Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk mengantisipasi dan menekan ancaman serangan tikus, sehingga dapat meningkatkan produksi tanaman padi.

Similar Posts

  • Badan Pangan Nasional Laksanakan Kegiatan B2SA Goes to School di Kabupaten TTS

    Pada tanggal 4 – 5 Juni 2024, Badan Pangan Nasional melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur  melaksanakan kegiatan “B2SA…

  • Ahli Gizi SPPG Langga Lero: Program Makan Bergizi Gratis Bawa Dampak Positif bagi Banyak Pihak

    Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah mendapatkan apresiasi dari banyak pihak, termasuk tenaga ahli gizi yang terlibat langsung. Program ini dinilai tidak hanya membantu masyarakat dalam mendapatkan asupan gizi seimbang, tetapi juga membuka peluang kerja bagi banyak orang, termasuk tenaga profesional dan masyarakat lokal.

    Yulius Adi Papa atau biasa disapa Lius, ahli gizi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Langga Lero, Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), menyampaikan hal ini dalam wawancara melalui pesan WhatsApp pada Jumat (10/10/2025).

    “Dalam menu MBG setiap hari sudah dipastikan bergizi atau memenuhi gizi seimbang, karena lengkap karbohidrat, protein nabati, hewani, sayur, buah,” ujar Lius.

    Ia menjelaskan bahwa setiap paket makanan disiapkan sesuai standar kebutuhan gizi harian, sehingga penerima manfaat, terutama anak-anak sekolah, mendapatkan makanan yang mengenyangkan sekaligus menyehatkan.

    “Dan bukan hanya penerima manfaat saja yang merasa diuntungkan, ada kami sebagai ahli gizi, akuntansi, Kepala SPPG, dan karyawan lainnya bisa mendapatkan pekerjaan,” tambah Lius.

    Selain itu, pelaksanaan program MBG juga memberdayakan masyarakat lokal, terutama petani dan kelompok tani, karena sebagian besar bahan baku yang digunakan berasal dari hasil pertanian setempat.

  • Monitoring Luas Tambah Tanam Padi Sawah MT 1 di Kabupaten Sabu Raijua

    Monitoring Luas Tambah Tanam LTT pada Kelompok Tani Lika Mandiri di Kabupaten Sabu Raijua pada pertanaman padi sawah Musim Tanam 1 MT 1. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi percepatan tanam untuk menjaga ritme produksi padi dan memastikan ketersediaan pangan daerah berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan.

    Monitoring LTT difokuskan pada verifikasi langsung di lapangan terhadap luasan tanam padi sawah yang telah direalisasikan oleh petani. Tim melakukan pengecekan kondisi pertanaman, kesesuaian waktu tanam, serta pemanfaatan lahan sawah yang tersedia. Pendekatan lapangan ini memberikan gambaran faktual mengenai capaian luas tanam dan potensi produksi yang dapat dihasilkan pada musim tanam berjalan.

    Pelaksanaan monitoring juga berfungsi sebagai instrumen pengendalian dan evaluasi capaian target tanam. Data hasil pengecekan menjadi dasar bagi dinas untuk memastikan bahwa program percepatan tanam berjalan efektif dan tepat sasaran. Selain itu, kegiatan ini memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani dalam mendorong optimalisasi lahan pertanian.

    Melalui monitoring LTT pada Poktan Lika Mandiri, pemerintah daerah mendorong peningkatan produktivitas padi secara berkelanjutan di Kabupaten Sabu Raijua. Capaian luas tanam yang terpantau secara akurat diharapkan berdampak langsung pada peningkatan produksi padi dan penguatan cadangan pangan daerah.

    Kegiatan ini mendukung upaya mewujudkan swasembada pangan di tingkat kabupaten sekaligus memperkuat ketahanan pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pemerintah terus mendorong pengelolaan pertanian yang terencana, terukur, dan berbasis data lapangan sebagai fondasi pembangunan sektor pangan yang berkelanjutan.

  • Gubernur NTT Terima Audiensi Rektor Undana, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Provinsi NTT

    Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menerima audiensi Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Jefri S. Bale bersama jajaran pimpinan Undana, di Rumah Jabatan Gubernur NTT pada Sabtu (21/2/2026) siang.

    Rektor Undana, Jefri Bale mengatakan pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi NTT dan Undana dalam mendukung program pembangunan Provinsi NTT.

    “Proficiat atas satu tahun kepemimpinan Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur NTT. Pelaksanaan Diskusi publik satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT menjadi contoh kepemimpinan yang terbuka terhadap masukan dan kritik konstruktif demi pembangunan daerah,” ucapnya.

    Ia menambahkan, pihak Undana juga mengapresiasi pelibatan civitas akademika dalam berbagai program Pemprov NTT, termasuk dukungan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT dalam mendorong swasembada pangan di NTT.

    Sebagai bentuk penguatan kelembagaan dan kolaborasi, Undana mengundang Gubernur untuk hadir dalam Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Undana Tahun 2026.

  • Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian NTT Raih Predikat Informatif Tertinggi Dua Tahun Berturut-turut

    Komisi Informasi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menganugerahkan piagam penghargaan kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi NTT sebagai Badan Publik dengan predikat Informatif terbaik, setelah meraih nilai tertinggi 99,4 dalam penilaian Keterbukaan Informasi Publik tahun 2025.

    Capaian tersebut menandai keberhasilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi NTT mempertahankan predikat informatif dua tahun berturut-turut sejak 2024, sekaligus menempatkannya sebagai badan publik dengan skor tertinggi di lingkup Pemerintah Provinsi NTT.

    Ketua Komisi Informasi Provinsi NTT, Germanus Attawuwur, menjelaskan bahwa penilaian keterbukaan informasi publik dilakukan secara komprehensif melalui enam indikator utama yang diturunkan ke dalam 129 variabel penilaian.

  • Panen Perdana Padi Kelompok Tani Sehati Kupang Tengah, Menuju IP3 Tahun 2025

    Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT menghadiri kegiatan Panen Perdana Padi yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani Sehati di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

    Kegiatan panen ini dihadiri oleh Bupati Kupang, Dandim 1602 Kupang, perwakilan Bank Indonesia, unsur Lembaga Tani Ternak Indonesia (LT2I) NTT, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang, tokoh agama, tokoh masyarakat, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta anggota Kelompok Tani Sehati.

    Panen secara simbolis dilaksanakan pada lahan seluas 1 hektar dari total 25 hektar yang akan dipanen secara bertahap. Pemerintah Provinsi NTT memberikan dukungan berupa optimasi lahan seluas 25 hektar, sementara Pemerintah Kabupaten Kupang menyalurkan bantuan berupa 1 unit hand tractor bagi kelompok tani.