Ketua DPRD Kabupaten Kupang Dorong Petani Berinovasi: Dari Ladang Menuju Pasar Global

Di tengah dinamika globalisasi yang semakin menuntut efisiensi dan inovasi di sektor pertanian, Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Daniel Taimenas menyerukan pentingnya transformasi pertanian berbasis teknologi. Dalam kegiatan panen raya di Desa Enoraen, Kecamatan Amarasi Timur, Sabtu (26/4/2025) ia mengajak para petani lokal untuk tidak hanya mengandalkan metode tradisional, tetapi mulai beradaptasi dengan inovasi pertanian modern yang berorientasi pada pasar global.

Daniel Taimenas menegaskan, potensi pertanian Amarasi tidak hanya signifikan untuk memenuhi kebutuhan dapur Kota Kupang, tetapi juga memiliki peluang besar untuk masuk ke pasar yang lebih luas jika didukung oleh teknologi pertanian mutakhir. “Hari ini kita bukan hanya bicara soal panen, tetapi bicara tentang masa depan pertanian kita. Di era global ini, inovasi dan adaptasi teknologi menjadi syarat mutlak jika petani ingin bertahan dan berkembang,” kata Putra Nekamese di sela-sela kegiatan.

Ia menilai bahwa keberhasilan produksi padi di Enoraen—yang mencapai 6,4 ton per hektare dari total 85 hektare lahan aktif—merupakan fondasi kuat yang harus dikembangkan lebih jauh. Menurutnya, penerapan teknologi seperti sistem irigasi modern, mekanisasi alat pertanian, hingga digitalisasi pemasaran hasil tani menjadi langkah strategis yang harus mulai diadopsi.

Dalam kacamata pembangunan pertanian berkelanjutan, pandangan Daniel Taimenas memperlihatkan pergeseran paradigma: dari bertani untuk bertahan hidup menjadi bertani untuk bersaing secara global. Ini sejalan dengan tren global di mana sektor pertanian dituntut untuk lebih produktif, berkelanjutan, dan terintegrasi dengan teknologi informasi.

Langkah mendorong petani berinovasi juga membuka peluang besar dalam menciptakan ekosistem ekonomi desa yang lebih tangguh. Peningkatan produksi, diversifikasi hasil tani, hingga perluasan akses pasar dapat mengangkat kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Seruan Daniel Taimenas ini menandai babak baru bagi pertanian Amarasi Timur dan Kabupaten Kupang pada umumnya.

Bukan lagi sekadar panen untuk konsumsi lokal, tetapi membangun visi pertanian modern yang mampu bersaing dalam rantai pasok nasional hingga pasar global.


sumber : Ketua DPRD Kabupaten Kupang Dorong Petani Berinovasi: Dari Ladang Menuju Pasar Global – BuserBindo.Com

Similar Posts

  • Dandim 1613 Sumba Barat Panen Bawang Merah, Wabup Timotius Minta Warga Tanam Bawang, Jagung dan Padi

    Wakil Bupati Sumba Barat, Timotius Tede Ragga, S.Sos bersama Dandim 1613 Sumba Barat, Letkol Inf Ignasius Hali Sogen, S.E., M.Han dan sejumlah pejabat serta undangan lainnya mengadakan panen bawang merah pada lahan percontohan bawang merah yang ditanam Kodim 1613 Sumba Barat bersama seorang pengusaha juga adalah petani, Ongko Bobi Samapati di gelora Pada Eweta, Kecamatan Kota Waikabubak, Sumba Barat, Rabu (1/10/2025).

    Dalam sambutannya, Wabup Timotius Ragga mengatakan bawang merah merupakan salah satu komoditi dagang memiliki harga bagus dan pangsa pasar luas di Pulau Sumba khususnya dan NTT umumnya.Selama ini, petani hanya menanam padi, jagung, kacang dan lainnya. Sementara usaha tanam bawang merah, bawang putih dan lainnya jarang bahkan tidak dilakukan.

  • Bupati Sabu Raijua Hadiri Panen Raya Padi Bersama Kelompok Tani Fara Mandiri

    Dalam acara yang digelar penuh semangat ini, Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Camat Sabu Tengah, para penyuluh pertanian, serta para anggota kelompok tani yang tergabung dalam Fara Mandiri. Lahan Produktif, Hasil Melimpah Menurut data yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian, total lahan sawah aktif di wilayah tersebut mencapai 80 hektar, dengan rincian 35 hektar di Desa Loboaju, 42 hektar di Desa Jiwuwu dan 3 hektar di Desa Eilode. Dari keseluruhan lahan, petani berhasil melakukan dua kali panen dalam setahun dengan produksi tahunan mencapai 500 ton beras, menjadikan kawasan ini sebagai salah satu lumbung pangan strategis di Kabupaten Sabu Raijua. Pada panen kali ini, lahan yang dipanen seluas 0,75 hektar.

  • Digitalisasi Pertanian Diklaim Bisa Entaskan Kemiskinan Struktural dan Persoalan Regenerasi

    Krisis regenerasi petani dan kemiskinan struktural menjadi tantangan masyarakat pedesaan. Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menegaskan 1. Industrialiasi pertanian digital berbasis digital bisa menjadi solusi strategis.

    “Dengan sistem ini, produktivitas pertanian bisa meningkat, distribusi manfaat ekonomi menjadi lebih adil, dan kesejahteraan petani pun dapat diwujudkan,” jelas Budiman dalam penanaman perdana padi metode TIP4K di Cirebon, Sabtu (11/10/2025).
    Budiman menyampaikan, lebih dari 70 persen petani Indonesia berusia di atas 45 tahun. Ironisnya, generasi muda enggan melanjutkan profesi ini lantaran imbal hasil yang kerap tak sebanding dengan jerih payahnya.
    Untuk itu dibutuhkan skema digitalisasi yang mampu mengintegrasikan seluruh rantai pasok pertanian, mulai dari petani, buruh tani, penggilingan padi, gudang logistik, hingga pedagang sembako dalam satu ekosistem digital.

  • Bupati Yosef Lede Resmikan Saluran Irigasi Sawah, di Desa Oesena Amarasi Kabupaten Kupang

    Bupati Kupang Yosef Lede meresmikan saluran irigasi sawah untuk dua lokasi yaitu saluran sawah Noetefa dengan panjang 470 meter, melayani kurang lebih 12 ha sawah untuk 24 Kepala Keluarga, dan saluran sawah Bakitbat dengan panjang 460 meter, melayani kurang lebih 50 ha sawah untuk 54 Kepala Keluarga di Desa Oesena, Kecamatan Amarasi.

    Sekaligus penyerahan secara simbolis sertifikat tanah program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) oleh Bupati Kupang kepada masyarakat Desa Oesena, Sabtu (18/10/2025) pagi.

    Bupati Yosef Lede yang didampingi Kadis PUPR Tonci Teuf, Kepala BP4D Paul Liu, Kabag Prokopim Benidiktus Selan, Kasie Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Kupang Salitha, plt.Camat Amarasi Janwar Modok, saat tersebut dalam sambutannya mengatakan, peresmian ini dilakukan karena kerja hebat Kepala Desa dan masyarakat sehingga ia datang untuk meresmikan. “Saya hanya datang untuk meresmikan. Yang hebat itu adalah Kades dan masyarakat, karena saluran ini telah selesai dikerjakan menggunakan dana desa Tahun Anggaran 2025,”ungkap Yosef.

  • Kunjungan Kerja Komisi II DPRD ke Dinas Pertanian NTT untuk Evaluasi Program 2026

    Komisi II DPRD Provinsi NTT baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja Tahun 2026. Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga melakukan peninjauan langsung ke beberapa unit pelaksana teknis dinas (UPTD) yang terkait dengan pengembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan di daerah ini.
    Selama peninjauan, Komisi II DPRD meninjau aktivitas yang berlangsung di Bengkel Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), yang berfungsi untuk mendukung penguatan infrastruktur pertanian melalui penyediaan alat-alat modern yang digunakan oleh petani. Selain itu, rombongan juga mengunjungi UPTD Pusat Kegiatan Pengendalian Lingkungan Hidup dan Pertanian (PKDLHP) serta UPTD Proteksi, yang memiliki peran penting dalam perlindungan tanaman dan pengendalian hama.

  • Hari Pangan Sedunia Keuskupan Agung Kupang: Gerakan Cinta Pangan Lokal Demi Hidup Sehat dan Masa Depan Lebih Baik

    Keuskupan Agung Kupang menggelar perayaan Hari Pangan Sedunia tahun 2025 dengan semangat menghidupkan kembali cinta terhadap pangan lokal sebagai kunci kehidupan yang sehat, berkelanjutan, dan berdaulat.  Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 27–29 Oktober 2025, di Paroki St. Simon Petrus Tarus, dengan rangkaian seminar, pelatihan, dan aksi nyata di lapangan.

    Mengusung tema “Hak Atas Pangan untuk Kehidupan dan Masa Depan yang Lebih Baik,” kegiatan dibuka secara seremonial oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, Romo Krispinus Saku, di Aula Balai Besar Pelatihan Peternakan Noelbaki, Kabupaten Kupang.

    Hadir secara daring sebagai keynote speaker, Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin, menyampaikan dukungan terhadap upaya Keuskupan Agung Kupang yang menggerakkan masyarakat untuk mencintai pangan lokal.