Kolaborasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT dengan LAPAS Kelas II Kupang

Kolaborasi-Dinas-Pertanian-dan-Ketahanan-Pangan-Provinsi-NTT-dengan-LAPAS-Kelas-II-Kupang

Upaya penguatan ketahanan pangan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan panen jagung hibrida varietas Nusa Timore 1 yang dilaksanakan di lahan pertanian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Penfui, Kota Kupang.

Kegiatan panen tersebut dihadiri oleh Koordinator Hortikultura dan Koordinator Aneka Kacang dan Umbi (Akabi) yang mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, serta Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kupang bersama jajaran. Panen ini menjadi bukti nyata pemanfaatan lahan produktif di lingkungan Lapas sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan daerah.

Jagung hibrida varietas Nusa Timore 1 yang dipanen merupakan varietas unggulan lokal yang adaptif terhadap kondisi agroklimat NTT, memiliki produktivitas tinggi, serta berpotensi besar dalam mendukung swasembada pangan, khususnya komoditas jagung sebagai salah satu pangan strategis daerah.

Penyerahan Bibit Sayur di Lapas Penfui
Penyerahan bibit sayuran kepada warga binaan di Lapas Penfui Kota Kupang

Sebagai bagian dari kegiatan penguatan ketahanan pangan di Lapas, selain panen jagung, juga dilaksanakan kegiatan penyerahan bibit sayuran kangkung, kacang panjang, cabai rawit, mentimun, buncis, terung, pakcoy, dan paria kepada warga binaan. Bibit sayuran ini diberikan sebagai langkah lanjutan dalam membangun ketahanan pangan yang lebih beragam di lingkungan Lapas. Dengan adanya bibit sayuran ini, warga binaan diharapkan dapat memperluas aktivitas pertanian mereka, mengembangkan keberagaman komoditas pangan, dan meningkatkan kesejahteraan mereka secara mandiri.

Selain berkontribusi terhadap ketersediaan pangan, kegiatan ini juga memiliki nilai strategis dalam aspek pembinaan dan pemberdayaan warga binaan. Melalui kegiatan pertanian produktif, warga binaan diberikan keterampilan, pengalaman kerja, serta semangat kemandirian yang diharapkan dapat menjadi bekal positif setelah kembali ke masyarakat.

Ke depan, sinergi lintas sektor seperti ini diharapkan terus diperluas dan diperkuat, tidak hanya pada komoditas jagung, tetapi juga pada pengembangan komoditas pertanian lainnya. Dengan demikian, pertanian tidak hanya berperan sebagai penghasil pangan, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan, pembinaan sosial, dan penggerak ekonomi daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Similar Posts