loader image
Close
Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Luas Panen Jagung NTT 2025 Tembus 114,52 Ribu Hektare, Produksi Capai 305,34 Ribu Ton

March 2, 2026March 3, 2026 Artikel

Kinerja sektor pertanian jagung di Provinsi Nusa Tenggara Timur menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Berdasarkan hasil pengamatan KSA Jagung, luas panen jagung pipilan kering mencapai 114,52 ribu hektare atau meningkat 5,70 ribu hektare (5,24 persen) dibandingkan 2024 yang tercatat 108,82 ribu hektare.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Matamira B. Kale, saat jumpa pers di Kantor BPS NTT, Senin (2/3).

Sejalan dengan kenaikan luas panen, produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada 2025 tercatat sebanyak 305,34 ribu ton. Angka ini naik 12,28 ribu ton atau 4,19 persen dibandingkan produksi 2024 yang sebesar 293,05 ribu ton.Peningkatan tersebut mencerminkan membaiknya aktivitas budidaya jagung, baik dari sisi perluasan lahan maupun produktivitas panen.

Menurut dia, memasuki awal 2026, potensi panen masih menunjukkan tren pertumbuhan. Untuk periode Januari–Maret 2026, luas panen jagung pipilan kering diperkirakan mencapai 50,75 ribu hektare. Angka ini meningkat 7,59 ribu hektare atau 17,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar 43,16 ribu hektare. Estimasi tersebut merupakan angka potensi dengan asumsi seluruh tanaman yang dipanen berada dalam bentuk jagung pipilan.

Dari sisi produksi, pada periode Januari–Maret 2026 diperkirakan mencapai 134,51 ribu ton. Angka ini masih bersifat sementara. Jika dibandingkan dengan produksi Januari–Maret 2025 yang sebesar 114,67 ribu ton, maka terjadi kenaikan sekitar 19,84 ribu ton atau 17,31 persen.

Secara keseluruhan, pertumbuhan luas panen dan produksi jagung ini memperkuat optimisme terhadap kontribusi komoditas jagung dalam menopang perekonomian daerah, khususnya dalam menjaga pasokan dan mendukung kesejahteraan petani di NTT.

Sumber : Luas Panen Jagung NTT 2025 Tembus 114,52 Ribu Hektare, Produksi Capai 305,34 Ribu Ton – Teropong News

Post navigation

Previous Previous
Informasi Iklim Dasarian Provinsi Nusa Tenggara Timur Monitoring Hari Tanpa Hujan Terkini, Analisis dan Prediksi Curah Hujan Dasarian (Update 28 Februari 2026)
NextContinue
Sinergi Dinas Pertanian NTT dan Bulog Dorong Produksi Jagung di Sulamu, Desa Pantulan Siap Perluas Areal Tanam 2026
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search