loader image
Close
Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Mahasiswa Undana Pelajari Teknik Pengenceran Tanah di Laboratorium Hayati Kupang

July 1, 2024July 1, 2024 Artikel

Mahasiswa dari Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Undana) yang sedang melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Laboratorium Hayati Kupang memperoleh kesempatan belajar teknik pengenceran tanah. Sampel tanah tersebut dikirimkan oleh Laboratorium Lapangan Sikka dan diduga terinfeksi penyakit layu bakteri yang menyerang tanaman pisang.

Proses Pengenceran Tanah

Pengambilan Sampel Tanah Mahasiswa pertama-tama mempelajari cara pengambilan sampel tanah dari lahan yang terindikasi penyakit. Tanah yang diambil harus mewakili kondisi lahan dan diambil dengan metode yang benar untuk memastikan keakuratan hasil.

Persiapan Suspensi Tanah Selanjutnya, mahasiswa diajarkan cara membuat suspensi tanah. Tanah dicampur dengan air steril dalam bejana kaca, lalu dihomogenkan. Proses ini penting untuk mendistribusikan mikroorganisme secara merata dalam larutan.

Seri Pengenceran Setelah suspensi tanah siap, dilakukan serangkaian pengenceran bertingkat untuk mendapatkan konsentrasi mikroorganisme yang tepat. Ini dilakukan dengan menambahkan air steril ke suspensi tanah dalam beberapa langkah bertingkat, biasanya dalam faktor sepuluh.

Penanaman pada Media Selektif Suspensi yang telah diencerkan kemudian ditanam pada media selektif khusus yang mendukung pertumbuhan bakteri penyebab layu bakteri. Media ini dirancang untuk mengidentifikasi keberadaan dan jumlah bakteri patogen dalam sampel tanah.

Inkubasi dan Pengamatan Plat media yang telah ditanami inkubasi pada suhu tertentu untuk beberapa hari. Mahasiswa kemudian mengamati pertumbuhan koloni bakteri, mencatat karakteristiknya, dan menghitung jumlah koloni untuk analisis lebih lanjut.

Kegiatan ini memberikan pemahaman praktis kepada mahasiswa tentang pentingnya teknik pengenceran tanah dan deteksi dini penyakit. Selain itu, mereka memperoleh keterampilan laboratorium yang esensial, termasuk penanganan sampel tanah, teknik inokulasi, dan pengamatan mikrobiologis.

Melalui pengalaman ini, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan teknik yang dipelajari dalam praktek lapangan, khususnya dalam deteksi dan manajemen penyakit layu bakteri pada tanaman pisang. Keterampilan dan pengetahuan ini diharapkan dapat membantu mereka dalam mengendalikan penyakit tanaman secara ilmiah dan terstruktur, serta berkontribusi pada pertanian berkelanjutan.

Post navigation

Previous Previous
UPTD PKDLHP Dukung Petani Hortikultura Noelbaki Kuasai Teknologi Perbanyakan Trichoderma
NextContinue
Tanam Simbolis Padi Sawah di Magepanda, Ketua Satgas Pangan NTT Minta Distanbun Sikka Antisipasi Kelangkaan Benih
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search