loader image
Close
Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Membuka Cakrawala Baru di Dunia Biokontrol: “Mahasiswa PKL Undana Belajar Memperbanyak Agen Hayati”

June 14, 2024June 14, 2024 Artikel

Pada hari ini, mahasiswa praktik kerja lapangan (PKL) dari Universitas Nusa Cendana (Undana) berkesempatan mengenyam pengalaman berharga di UPTD Perbenihan, Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan. Petugas laboratorium hayati dengan penuh semangat membagikan ilmu dan keterampilan dalam memperbanyak berbagai isolat jamur dan bakteri yang berperan penting sebagai agen pengendali hayati.

Beauvaria bassiana, Trichoderma, Bacillus, dan Paenibacillus menjadi sorotan utama dalam sesi pelatihan ini. Mahasiswa diajak untuk memahami proses perbanyakan isolat-isolat tersebut secara terperinci, mulai dari persiapan media pertumbuhan hingga mengisolasi aph tersebut.

“Kami merasa terpacu untuk mempelajari lebih dalam mengenai potensi luar biasa yang dimiliki oleh jamur dan bakteri ini dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman secara alami,” ujar Agnes, salah seorang mahasiswa pkl undana.

Petugas laboratorium hayati dengan antusias menjelaskan teknik-teknik terbaik dalam memperbanyak isolat Beauvaria bassiana, jamur yang dikenal ampuh dalam menginfeksi serangga hama. Demikian pula dengan Trichoderma, jamur pengurai yang bermanfaat untuk menekan pertumbuhan jamur patogen di tanah. Tidak ketinggalan, Bacillus dan Paenibacillus, bakteri yang berperan sebagai agen biokontrol dan pemacu pertumbuhan tanaman.

“Pelatihan ini membuka wawasan kami tentang pentingnya mengoptimalkan potensi agen hayati dalam menunjang pertanian yang berkelanjutan,” tambah Rani, mahasiswa lainnya.

Dengan pengalaman berharga ini, para mahasiswa berharap dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh tidak hanya dalam praktik di lapangan, tetapi juga dalam penelitian dan pengembangan agen hayati di masa depan. Sesi pelatihan ini menjadi langkah awal bagi mereka untuk menjadi agen perubahan dalam mewujudkan pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Post navigation

Previous Previous
UPTD PKDLHP Membuka Pintu Bagi Mahasiswa Pertanian NTT dalam Mempelajari Agens Pengendali Hayati
NextContinue
Data Produksi Tanaman Pangan Provinsi NTT Tahun 2018
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search