Monitoring Luas Tambah Tanam Padi Sawah MT 1 di Kabupaten Sabu Raijua

Monitoring Luas Tambah Tanam LTT pada Kelompok Tani Lika Mandiri di Kabupaten Sabu Raijua pada pertanaman padi sawah Musim Tanam 1 MT 1. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi percepatan tanam untuk menjaga ritme produksi padi dan memastikan ketersediaan pangan daerah berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan.

Monitoring LTT difokuskan pada verifikasi langsung di lapangan terhadap luasan tanam padi sawah yang telah direalisasikan oleh petani. Tim melakukan pengecekan kondisi pertanaman, kesesuaian waktu tanam, serta pemanfaatan lahan sawah yang tersedia. Pendekatan lapangan ini memberikan gambaran faktual mengenai capaian luas tanam dan potensi produksi yang dapat dihasilkan pada musim tanam berjalan.

Pelaksanaan monitoring juga berfungsi sebagai instrumen pengendalian dan evaluasi capaian target tanam. Data hasil pengecekan menjadi dasar bagi dinas untuk memastikan bahwa program percepatan tanam berjalan efektif dan tepat sasaran. Selain itu, kegiatan ini memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani dalam mendorong optimalisasi lahan pertanian.

Melalui monitoring LTT pada Poktan Lika Mandiri, pemerintah daerah mendorong peningkatan produktivitas padi secara berkelanjutan di Kabupaten Sabu Raijua. Capaian luas tanam yang terpantau secara akurat diharapkan berdampak langsung pada peningkatan produksi padi dan penguatan cadangan pangan daerah.

Kegiatan ini mendukung upaya mewujudkan swasembada pangan di tingkat kabupaten sekaligus memperkuat ketahanan pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pemerintah terus mendorong pengelolaan pertanian yang terencana, terukur, dan berbasis data lapangan sebagai fondasi pembangunan sektor pangan yang berkelanjutan.

Similar Posts

  • Panen Trichokompos UPTD Proteksi TPHP Dukung Pengendalian OPT Ramah Lingkungan

    UPTD Proteksi Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) melaksanakan kegiatan pembuatan hingga panen pupuk Trichokompos sebagai upaya mendukung pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Proses pembuatan Trichokompos dimulai sejak 15 Januari 2026 dengan memanfaatkan bahan-bahan organik seperti pupuk kandang, jamur Trichoderma, sekam, dan dedak, yang diolah secara terkontrol oleh staf UPTD Proteksi TPHP.

    Kegiatan panen dan pengepakan Trichokompos dilaksanakan pada 29 Januari 2026 di Kantor UPTD Proteksi TPHP, dengan melibatkan seluruh staf pegawai. Trichokompos merupakan pupuk organik yang berfungsi meningkatkan kesuburan tanaman serta mendukung pengendalian penyakit tanaman secara hayati, sekaligus menjadi alternatif solusi dalam menghadapi kelangkaan dan tingginya harga pupuk kimia di masyarakat.

  • Perkembangan Nilai Tukar Petani NTT Turun 1,07 Persen pada Maret 2025

    Pada Bulan Maret 2025, NTP Nusa Tenggara Timur sebesar 100,35 atau turun 1,07 persen dibanding Februari 2025 dengan NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 98,86 untuk subsektor tanaman padi-palawija (NTP-P), 97,04 untuk subsektor hortikultura (NTP-H); 102,54 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-TPR); 106,63 untuk subsektor peternakan (NTP-Pt) dan 92,89 untuk subsektor perikanan (NTP-Pi).
    Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTT Matamira B.Kale melalui release yang diterima media ini Selasa,8/4/2025.

  • Penyemprotan Hama Tahap 2 di Kebun Palawija Lembor: Pengendalian Hama Ulat Grayak

    Dalam rangka mendukung ketahanan pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, tim Kebun Palawija Lembor melaksanakan penyemprotan hama tahap kedua pada tanggal 2 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang rutin dilakukan untuk melindungi tanaman palawija dari ancaman hama.

    Berdasarkan hasil pengamatan bersama Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), ditemukan serangan ulat grayak dengan intensitas mencapai 65%. Serangan ini berpotensi menimbulkan kerusakan signifikan pada tanaman jika tidak segera ditangani. Penyemprotan tahap 2 ini secara khusus bertujuan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada tanaman, menekan laju penyebaran hama ulat grayak, serta menjaga tingkat produktivitas palawija secara keseluruhan.

    Upaya pengendalian OPT seperti ini menjadi prioritas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT guna memastikan pasokan pangan lokal tetap stabil. Dengan intervensi tepat waktu, diharapkan tanaman palawija di wilayah Lembor dapat tumbuh optimal dan berkontribusi pada pencapaian target produksi pangan provinsi.

    Kegiatan ini menunjukkan komitmen dinas dalam mendampingi petani melalui pendekatan terpadu pengamatan, pengendalian, dan pencegahan hama. Pengendalian hama yang efektif diharapkan dapat meningkatkan hasil panen palawija, mendukung kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan di NTT.

  • Peningkatan Kapasitas Petugas Data Statistik Tahun 2025

    Kupang, 25 Juli 2025 – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT melaksanakan Bimtek Peningkatan Kapasitas bagi Petugas Data Statistik Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan dari 22 Kabupaten/Kota Se Provinsi Nusa Tenggara Timur bertempat di Aston Kupang Hotel dan Convention Center.  Bimtek ini dilaksanakan dengan tujuan untuk untuk meningkatkan kapasitas petugas data dalam menghasilkan data statistik sektoral produksi tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan yang akurat, mutakhir, terpadu, dapat dipertanggungjawabkan, mudah diakses dan dibagipakaikan. Data statistik sektoral digunakan sebagai acuan dalam evaluasi dan pengendalian kegiatan pembangunan pertanian dan perkebunan, serta untuk memperkirakan antisipasi terhadap resiko dan hambatan yang akan dihadapi dalam pelaksanaan.

  • NTT Terima Mobil Lab Keliling untuk Pengawasan Keamanan Pangan

    Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur resmi menerima satu unit Mobil Laboratorium Keliling untuk memperkuat pengawasan keamanan pangan dan mendukung perbaikan gizi masyarakat. Mobil laboratorium senilai Rp 850 juta itu diserahkan langsung oleh Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andriko Noto Susanto, kepada Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Rabu (26/11/2025).

    Penyerahan berlangsung di Lobi Kantor Gubernur NTT setelah digelarnya audiensi antara Gubernur Melki dan jajaran Bapanas yang dipimpin Andriko—mantan Penjabat Gubernur NTT. Audiensi tersebut juga dihadiri jajaran Direktorat Keamanan Pangan serta perwakilan Yayasan Kegizian Pengembangan Fortifikasi Pangan Indonesia (KFI).