loader image
Close
Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Panen Jagung di Watu Mori, Wabup Matim Ungkap Hal Ini

March 14, 2026March 17, 2026 Artikel
Wabup Matim, Tarsi Sjukur, Kapolres dan Pimpinan OPD saat panen raya jagung di Desa Watu Mori

Wakil Bupati (Wabup) Manggarai Timur (Matim), Tarsi Sjukur mengungkapkan rasa bangga akan produksi jagung yang dikembangkan petani Desa Watu Mori, Kecamatan Rana Mese.

“Jagung merupakan salah satu komoditi unggulan di Kabupaten Matim,”ungkap Wabup Tarsi saat melaksanakan panen raya raya jagung musim pertama milik Kelompok Tani (Poktan) Tunas Baru di Lingko Rame, Bondo, Desa Watu Mori, Jumad (13/3/2026).

Hadir saat itu Kapolres Matim, AKBP Haryanto, dan Kepala Dinas Pertanian Matim, Yohanes Sentis. Sejumlah pimpinan OPD, Camat Rana Mese, Agus Harum, Camat Borong, Narsi Baharu, Danramil Borong, Wakil Ketua PKK Matim, Kepala Bidang Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Matim, Mansianus Jemarus bersama jajaranya juga hadir dalam panen raya itu. Saat tiba di lokasi panen raya, rombongan Wabup Matim diterima secara adat Manggarai, “Kepok”.

Menurut Wabup Tarsi, hasil produksi jagung di Poktan Tunas Baru, tidak terlepas atas kerja sama yang baik dari Dinas Pertanian bersama penyuluh pertanian, Polres Matim dan petani.

Panen raya ini, katanya, memperlihatkan kepada semua, bahwa bagaimana suksesnya program swasembada pangan nasional di Kabupaten Matim.

Wabup menyampaikan, bahwa hasil jagung ini tentu akan memberi kontribusi yang baik kepada semua orang, dan hal nyata ada pertumbuhan ekonomi di Matim.

Wabup Tarsi meminta petani untuk jangan berhenti semangat pada titik ini saja, tapi berjuang terus untuk mengalami perubahan hidup. “Saya sangat bangga melihat hasil panen jagung yang melimpah ini. Tentu ini hasil kerja keras kita semua, khususnya para petani yang telah berjuang dari awal penanaman hingga panen. Jadi ini komoditi unggul, karena kita miliki lahan luas yang ideal untuk ditanami jagung,” ujar Wabup Tarsi.

Ia pun menilai program tanam jagung musim tanam (MT) 1 dari Pemerintah Pusat, Provinsi NTT, dan Pemkab Matim yang dikawal Polri dilaksanakan dengan sukses. Sebab petani sudah memberi hasil yang sungguh luar biasa. Apalagi harga pasaran saat ini terbilang bagus.

“Saya juga bangga karena harga jagung pipil kering bisa memberi kepuasaan kepada kita semua. Saya berharap kalau bisa pihak Bulog bisa ambil hasil jagung petani di Kabupaten Matim dengan harga Rp 6500 atau lebih per kilogram,” kata Wabup Tarsi.

Wabup Tarsi berharap, tidak saja jagung yang diberikan pendampingan, tapi juga hal-hal lain yang membuat lahan masyarakat bisa digunakan dan ditanami jenis tanaman lain. Seperti pepaya atau buah lain dan tanaman sayur yang bisa berkontribusi untuk program makan bergizi gratis (MBG).

Sehingga dengan itu, lanjut Wabup Tarsi, kesejahteraan masyarakat terwujud. Bahwa pemerintah selalu merindukan dan mengharapkan ada perubahan nyata di tengah kehidupan masyarakat. Kepada masyarakat lain, manfaatkan lahan tidur untuk ditanami jagung.

Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung sektor pertanian. Berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik bagi para petani, sehingga mereka dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraannya.

“Mari kita manfaatkan lahan kosong untuk ditanam jagung, dan ikuti panduan yang diberikan oleh Dinas Pertanian. Manfaatkan waktu untuk berbuat hal yang baik demi kehidupan kita sendiri,” katanya.

Kapolres Matim, Haryanto pada kesempatan itu menyampaikan apresiasi dengan hasil produksi jagung oleh petani di Desa Watu Mori, khususnya Poktan Tunas Baru.

Kolaborasi yang dibangun menunjukan suatu hasil yang luar biasa. Harapan ilmu yang dimiliki petani di kelompok itu bisa ditularkan ke kelompok lain.

“Luar biasa dengan hasil jagung di Poktan ini. Keberhasilan panen raya ini adalah bukti nyata bahwa sektor pertanian di Kabupaten Matim memiliki prospek yang cerah, sehingga perekonomian di Matim menjadi lebih baik dan maju,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian, Jhon Sentis, menjelaskan jagung yang berhasil dikembangkan oleh Poktan Tunas Baru itu merupakan tanaman jenis Hibrida Varitas Nusa 01 dan merupakan bantuan Kementrian Pertanian RI. Jagung itu ditanam pada Desember 2025 lalu atau dikenal musim tanam (MT) 1 Oktober-Maret.

Kemudian untuk MT 2 jelas Sentis, akan dimulai pada April hingga Sepetember 2026. Bahwa jagung merupakan program pengembangan ekonomi berbasis keunggulan lokal. Wilayah Desa Watu Mori menjadi sentra utama jagung yang ada di kecamatan Rana Mese.

Termasuk lanjut Sentis, masuk dalam wilayah Pantai Selatan dari Kabupaten Matim. Ada juga desa Compang Ndejing, Kecamatan Borong. Program ini kerja sama antara Kementrian Pertanian dan Polri. Juga program ini merupakan bagian dari prioritas pemerintah dalam mencapai swasembada yang bekelanjutan.

Ia juga menerangkan, bantuan benih Varitas Nusa 01 untuk MT 1 di kabupaten Matim dan dikawal oleh Polri dalam hal ini Polres Matim ada sebanyak 11,5 ton dengan luas lahan 767 hektar. Program ini telah berjalan di 8 wilayah kecamatan, termasuk Rana Mese di Desa Watu Mori.

“Hari ini kita panen jagung yang ditanam oleh Poktan Tunas Baru dengan lahan seluas 4,5 hektar dari total keseluruhan 50 hektar lokasi tanaman jagung yang menjadi percontohan di Desa Watu Mori dalam skema kerja sama dengan Polri,” ujar Sentis.

Ia menyampaikan, tanaman jagung yang dipanen pada Poktan Tunas Baru, telah dilaksanakan ubinan oleh petugas penyuluh bersama pihak BPS. Hasil produksi jagung setelah dikonversi dengan kadar air 14 persen sesuai standar Bulog, maka terdapat pipil kering dengan 5,1 ton per hektar.

“Hasil ini sudah diatas standar kabupaten Matim. Disini tantangan yang belum bisa wujudkan, soal pembelian atau harga. Jadi ini menjadi tugas kita bersama, karena petani sudah berupaya maksimal untuk meningkatkan produktifitas jagung sebanyak 5,1 ton pipil kering per hektar,” bilang Sentis.

Ia menambahkan, pengembangan jagung untuk tahun 2026, yakni bantuan benih untuk MT 2 sebanyak 12,3 ton benih jagung Hibrida, dan 17 ton jagung unggul lokal nasional. Bantuan itu bila dikonversi ke hektar, maka ada sekira seluas 1500 hektar untuk MT 2. (Kr1)

Sumber : Panen Jagung di Watu Mori, Wabup Matim Ungkap Hal Ini – Kupang News

Post navigation

Previous Previous
Peringatan Dini Cuaca di Nusa Tenggara Timur (13–15 Maret 2026)
NextContinue
Jelang Nyepi dan Idul Fitri 2026, Satgas Pangan Sidak, Harga masih Stabil
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search