Panen Jagung Wela Weru di Nanga Baras Capai 14,8 Ton

Manggarai Timur – Panen jagung Wela Weru di Kelurahan Nanga Baras, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, menunjukkan hasil yang menggembirakan. Kelompok Tani Wela Weru mencatat luas panen 2 hektare dengan total produksi mencapai 14,8 ton dan produktivitas sebesar 74 kwintal per hektare pada kadar air 14 persen. (16/03/2026)
Capaian ini menjadi indikator positif bagi pengembangan komoditas jagung di wilayah Manggarai Timur. Hasil panen tersebut memperlihatkan bahwa pengelolaan budidaya yang baik, pemilihan varietas yang sesuai, serta pendampingan lapangan yang tepat dapat mendorong peningkatan hasil produksi di tingkat petani.
Pada kegiatan ini, varietas jagung yang digunakan adalah Maxi Dua Cuan dalam kategori Demplot PT. Maxxi Agri. Demplot memiliki peran penting sebagai media pembelajaran lapangan bagi petani. Melalui demplot, petani dapat melihat langsung performa varietas, pertumbuhan tanaman, ketahanan di lapangan, serta hasil panen yang dicapai pada kondisi budidaya setempat.
Panen jagung Wela Weru juga menunjukkan bahwa Kelurahan Nanga Baras memiliki potensi yang baik untuk terus dikembangkan sebagai salah satu wilayah penguatan komoditas jagung di Kecamatan Sambi Rampas. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lain dalam meningkatkan produktivitas usaha tani jagung secara bertahap dan terukur.
Pengembangan jagung melalui pola demplot tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada penguatan kapasitas petani. Kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang evaluasi bersama terhadap penggunaan benih, teknik tanam, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, serta strategi panen yang lebih efisien. Pendekatan tersebut penting untuk memastikan bahwa peningkatan produksi dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Ke depan, hasil panen dari Kelompok Tani Wela Weru diharapkan menjadi pemacu semangat bagi petani lain untuk terus meningkatkan mutu budidaya jagung di wilayah masing-masing. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur terus mendorong penguatan sektor tanaman pangan melalui kolaborasi, pendampingan teknis, serta pengembangan model budidaya yang adaptif terhadap kondisi lahan dan iklim daerah.
Dengan hasil panen 14,8 ton dari lahan 2 hektare, panen jagung Wela Weru menjadi bukti bahwa upaya peningkatan produktivitas pertanian dapat diwujudkan melalui kerja bersama, pembelajaran lapangan, dan komitmen petani dalam menerapkan budidaya yang lebih baik.


