loader image
Close
Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Panen Padi Bersama Wapres di Desa Mata Air, Dorong Modernisasi Pertanian dan Dukungan Bagi Petani NTT

April 7, 2026April 7, 2026 Artikel
Panen Padi Bersama Wapres di Desa Mata Air, Dorong Modernisasi Pertanian dan Dukungan bagi Petani NTT

Kupang, 6 April 2026 – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, dalam kunjungan kerja ke Taman Agroeduwisata GMIT Tarus di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Senin (6/4/2026).

Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mendorong modernisasi pertanian, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat peran petani milenial dalam mendukung ketahanan pangan di NTT.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma turut mendampingi Wakil Presiden. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT bersama jajaran juga hadir dalam kunjungan kerja tersebut sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan sektor pertanian berbasis teknologi dan kolaborasi.

Taman Agroeduwisata GMIT Tarus merupakan kawasan pertanian seluas 5,38 hektare yang dikelola oleh kelompok tani binaan Sinode GMIT bekerja sama dengan Politeknik Pertanian Negeri Kupang.

Kawasan ini mengembangkan konsep pertanian terintegrasi berbasis agroeduwisata yang memadukan tanaman pangan, hortikultura, perikanan, dan peternakan dalam satu ekosistem produksi. Model pengelolaan ini dinilai sebagai salah satu praktik baik dalam mendorong transformasi pertanian yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan di daerah.

Pada kesempatan itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berdialog langsung dengan para petani milenial setempat. Ia menyampaikan apresiasi atas pengelolaan kawasan agroeduwisata yang mampu melibatkan generasi muda dalam sektor pertanian. “Yang paling saya senang di sini melibatkan anak-anak muda,” ujar Gibran.

Wakil Presiden juga menekankan pentingnya modernisasi alat pertanian untuk mencegah kerugian pascapanen dan meningkatkan produktivitas. “Kita tidak ingin hasil panen yang sudah melimpah itu terbuang karena alat-alatnya belum modern. Jadi, kita gak mau ini teman-teman dari kelompok tani, teman-teman milenial sudah bekerja keras pagi siang malam tapi hasil panennya malah rusak atau terbuang karena masih menggunakan alat-alat manual”, ujar Wakil Presiden.

Wakil Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memberikan dukungan sarana produksi yang lebih memadai. “Akan kita bantu dengan alat-alat yang lebih modern untuk peningkatan produksi panen dan juga lebih memudahkan teman-teman ini bekerja”, tambahnya.

Selain menyoroti pentingnya alat dan mesin pertanian modern, Wakil Presiden juga mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi pengelolaan kawasan agroeduwisata tersebut, terutama dalam mendukung rantai pasok pangan. “Saya titip agar ini tetap fokus di kegiatan yang positif ini. Tadi saya lihat hasil panen sudah di suplay untuk MBG. Jadi untuk offtaker-nya sudah jelas ya nanti digunakan untuk MBG. Nanti kita akan tambah untuk alat-alatnya sesuai kebutuhan.”

Lebih lanjut, Wakil Presiden menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu fokus utama pemerintah pusat, sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia. “Bapak ibu, sekarang fokusnya Bapak Presiden pada swasembada pangan dan swasembada energi. Bapak presiden pesan, produksi pertanian benar-benar harus digenjot. Kita tetap fokus untuk menyukseskan program dan visi misi dari bapa presiden Prabowo.”

Kawasan Taman Agroeduwisata GMIT Tarus sendiri menunjukkan capaian yang positif. Pada lahan 5,38 hektare tersebut, para petani mampu mengelola tiga kali musim tanam dalam setahun dengan total produksi mencapai 221 ton gabah kering panen per tahun. Hasil pertanian dari kawasan ini juga dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan dapur MBG yang dikelola oleh GMIT. Capaian ini menunjukkan besarnya potensi pengembangan pertanian di Kabupaten Kupang apabila terus diperkuat melalui dukungan sarana produksi, teknologi, irigasi, benih, pupuk, dan infrastruktur sumber daya air.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia di wilayah Kabupaten Kupang. Menurutnya, kehadiran Wakil Presiden merupakan bentuk nyata perhatian dan komitmen pemerintah pusat dalam mendorong penguatan sektor pertanian di NTT. Dukungan tersebut dinilai sangat penting untuk memperkuat peran NTT sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.

Kunjungan ini menegaskan bahwa pembangunan pertanian merupakan agenda strategis nasional yang membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kelompok tani, kelompok wanita tani, lembaga keagamaan, perguruan tinggi, serta seluruh pemangku kepentingan. Kehadiran Wakil Presiden di tengah petani menjadi simbol dukungan nyata terhadap pengembangan pertanian yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil, tetapi juga pada penguatan ekosistem usaha tani yang modern dan berkelanjutan.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan pertanian yang berorientasi pada peningkatan produksi, efisiensi usaha tani, modernisasi alat dan sistem budidaya, serta kesejahteraan petani. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, NTT diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional sekaligus menjadi contoh pengembangan pertanian terintegrasi berbasis kolaborasi dan inovasi.

Post navigation

Previous Previous
Panen Jagung Varietas Lamuru di Desa Oenesu Dukung Ketersediaan Benih Sumber MT 2
NextContinue
Harga Barang Naik dan El Nino Mengancam, Gubernur NTT Minta Warga Aktif Pantau Tetangga Susah | NTT Pride
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search