Panen Padi dan Jagung di Sabu Tengah Capai Produktivitas 4,7 hingga 6,2 Ton per Hektare
Sabu Raijua, 11 Maret 2026 – Sebagai salah satu kabupaten kepulauan di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabu Raijua dihadapkan pada tantangan untuk bisa mandiri dalam pemenuhan kebutuhan pangan khususnya beras dan jagung pangan.
Peningkatan Produksi Padi di Kabupaten Sabu Raijua

Pada tahun 2025 sesuai data KSA BPS, produksi padi di Kabupaten Sabu Raijua sebesar 7.050 ton gabah kering giling, menunjukkan trend peningkatan sebesar 252,78% jika dibandingkan Tahun 2024 sebesar 2.789 ton GKG.
Hal ini menunjukkan bahwa dukungan anggaran pemerintah pusat untuk program prioritas nasional mendukung swasembada pangan menunjukkan hasil yang nyata.
Kecamatan Sabu Tengah sebagai Sentra Padi dan Jagung

Kecamatan Sabu Tengah menjadi salah satu daerah sentra padi dan jagung di Kabupaten Sabu Raijua. Kegiatan panen komoditas padi dan jagung untuk Musim Tanam (MT) Oktober 2025 s.d Maret 2026 di Kecamatan Sabu Tengah, Kabupaten Sabu Raijua, menunjukkan hasil yang trend positif.
Panen padi di Poktan Helagi Desa Matei denganproduktivitas sebesar 6,2 ton per hektare dari luas panen 1,2 hektare. Hasil ini menunjukkan capaian yang baik pada komoditas padi di wilayah tersebut.
Pada panen jagung kegiatan APBN dilaksanakan di 2 lokasi yaitu di Poktan Cari Hidup, Desa Loboaju, dengan produktivitas mencapai 4,7 ton per hektare (jagung tongkol kering panen) dengan luas panen 1 hektare.
Sedangkan panen jagung di Poktan Eimadaluri, Desa Eimadake, mencatat produktivitas sebesar 5,2 ton per hektare (jagung tongkol kering panen) dengan luas panen 3 hektare. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa komoditas jagung masih memiliki potensi produksi yang baik untuk terus dikembangkan di wilayah Sabu Tengah.
Kegiatan Ubinan dan Peningkatan Hasil Panen
Kegiatan ubinan dilakukan sebagai metode pengukuran hasil panen melalui petak sampel untuk memperoleh gambaran produktivitas tanaman per hektare. Data ubinan menjadi penting karena dapat digunakan sebagai dasar evaluasi teknis budidaya, bahan pelaporan hasil kegiatan, serta acuan dalam perencanaan peningkatan produksi pada musim tanam berikutnya.
Secara umum, hasil panen dan ubinan pada tiga kelompok tani ini menunjukkan bahwa upaya budidaya, pendampingan, dan penguatan sektor tanaman pangan di Kabupaten Sabu Raijua terus memberikan hasil yang nyata. Pemerintah berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi petani untuk terus meningkatkan penerapan budidaya yang baik, efisien, dan berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
