Panen Raya Jagung Poktan Nonotasi di Kelurahan Buraen Tunjukkan Produktivitas Petani NTT Terus Meningkat

Kupang, 26 Maret 2026 – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur mendampingi Gubernur NTT dan Bupati Kupang dalam kegiatan Panen Raya Jagung Poktan Nonotasi di Kelurahan Buraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang.
Panen jagung Poktan Nonotasi ini menjadi kabar menggembirakan bagi petani dan masyarakat. Selain menunjukkan hasil nyata di lapangan, kegiatan ini juga menegaskan bahwa komoditas jagung masih menjadi salah satu penopang penting ketahanan pangan daerah, khususnya di wilayah Kabupaten Kupang dan sekitarnya.
Keberhasilan panen tersebut tidak lepas dari dukungan pemerintah melalui program bantuan benih APBN TP Pusat atau aspirasi Tahun Anggaran 2025. Dukungan benih yang dibarengi pendampingan teknis di lapangan memberi dampak langsung terhadap produktivitas, sehingga petani dapat mengelola usaha taninya dengan hasil yang semakin baik.
Hasil ubinan jagung aspirasi Poktan Nonotasi Amarasi Selatan tercatat mencapai 7 ton per hektare. Capaian ini menjadi indikator penting bahwa produktivitas jagung di wilayah tersebut terus menunjukkan perkembangan positif dan memberi optimisme baru bagi pengembangan jagung di Nusa Tenggara Timur.
Poktan Nonotasi sendiri mengelola lahan seluas 25 hektare. Pada tahap panen kali ini, luas lahan yang dipanen mencapai 5 hektare dengan varietas jagung Jafran. Sesuai data internal dinas, kelompok tani ini dipimpin oleh Monico Tnunay, dengan kegiatan budidaya yang terus diperkuat melalui kerja sama antaranggota kelompok.
Dalam kesempatan itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengapresiasi Kabupaten Kupang sebagai salah satu pemasok kebutuhan pangan terbesar di NTT, khususnya untuk wilayah Kota Kupang. Menurutnya, keberhasilan panen di Buraen menunjukkan bahwa potensi pertanian di daerah ini sangat layak terus didorong dan diperkuat.
Gubernur juga menegaskan bahwa swasembada pangan harus menjadi perhatian bersama di tengah berbagai tantangan yang dihadapi saat ini. Ia menilai pangan adalah kebutuhan utama masyarakat, sehingga seluruh pihak perlu mendukung produksi pertanian yang benar-benar bisa dimanfaatkan untuk memperkuat kehidupan dan ekonomi rakyat.
Sejalan dengan itu, Gubernur mendorong agar hasil panen tidak hanya dijual sebagai bahan mentah. Ia mengajak petani mulai menerapkan pola Ta Pa Oke Ju, yaitu Tanam, Panen, Olah, Kemas, dan Jual, agar jagung yang dihasilkan memiliki nilai tambah ekonomi yang lebih besar.
Selain menjual ke Bulog, Gubernur juga mendorong agar hasil panen dapat dipasarkan ke NTT Mart, toko, dan kios yang ada. Menurutnya, produk lokal NTT perlu mendapat ruang di pasar daerah agar mampu menambah pendapatan petani sekaligus memperkuat gerakan membeli hasil produksi masyarakat sendiri.
Bupati Kupang Yosef Lede turut menegaskan bahwa panen ini adalah bukti semangat petani dalam mendukung program ketahanan pangan. Ia menilai hasil yang baik seperti ini akan mendorong pemerintah semakin semangat menyalurkan bantuan pertanian, karena masyarakat telah menunjukkan keseriusan dalam memanfaatkan potensi lahan yang tersedia.
Suasana panen raya juga memperlihatkan keterlibatan banyak pihak. Gubernur hadir bersama Bupati Kupang Yosef Lede, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Joaz Bily Oemboe Wanda, kelompok tani, penyuluh, satgas swasembada pangan, Camat Amarasi Selatan, Lurah Buraen, dan masyarakat setempat.
Dari lapangan, kelompok tani juga menyampaikan harapan agar dukungan pemerintah terus berlanjut, terutama untuk penguatan sarana usaha tani. Dalam sumber tambahan disebut adanya kebutuhan alat berat untuk persiapan lahan tetap serta usulan penambahan satu embung tadah hujan guna mengantisipasi kekeringan pada musim panas.
Secara keseluruhan, Panen Jagung Poktan Nonotasi di Amarasi Selatan menjadi bukti bahwa sinergi pemerintah, penyuluh, dan petani mampu menghasilkan capaian nyata. Dengan ubinan 7 ton per hektare, keberhasilan ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Kupang dan NTT.
