loader image
Close
Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Panen Raya Jagung Serentak Kuartal III Tahun 2025 di Oesao: Sinergi Polri, Pemerintah, dan Masyarakat Wujudkan Swasembada Pangan NTT

September 28, 2025September 30, 2025 Artikel

Kupang, 27 September 2025 – Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menunjukkan dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional. Dipimpin langsung oleh Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si, jajaran kepolisian bersama pemerintah daerah, mitra strategis, dan kelompok tani melaksanakan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal III Tahun 2025 di Kelurahan Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

Kegiatan ini tersambung secara daring dengan acara panen raya nasional yang dipusatkan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan, bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Pertanian Republik Indonesia.

Panen Simbolis di Oesao

Setelah mengikuti rangkaian kegiatan panen raya nasional secara virtual, Kapolda NTT bersama jajaran melaksanakan panen simbolis di lahan jagung milik kelompok tani di Oesao. Acara ini dihadiri pula oleh Bulog, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Forkopimda, Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, serta kelompok tani Kokdale.

Panen raya di Oesao berlangsung di lahan seluas 4 hektare dengan tingkat produktivitas rata-rata 5 ton per hektare, sehingga total produksi mencapai 20 ton jagung.

Capaian Tingkat Provinsi NTT

Selain di Oesao, panen raya jagung serentak juga dilakukan di berbagai wilayah NTT dengan total luasan mencapai 139,97 hektare. Dari luasan tersebut, estimasi produksi jagung yang diperoleh mencapai 349,93 ton.

Untuk menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, hasil panen diserap oleh Bulog dengan harga Rp6.400/kg pada kadar air 14 persen.

Tantangan dan Dukungan Lapangan

Panen raya kali ini dilaksanakan di tengah tantangan cuaca kering dan keterbatasan sarana produksi seperti pupuk dan benih. Namun, hasil tetap sesuai target berkat intervensi berupa penyediaan sumur bor dan pompa air di sejumlah lokasi, sehingga produktivitas tetap terjaga.

Langkah ini menjadi contoh implementasi nyata sinergi lintas sektor antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengatasi kendala teknis pertanian di lapangan.

Selaras dengan Program Nasional dan Daerah

Pelaksanaan panen raya ini merupakan bagian dari program strategis nasional di bidang ketahanan pangan, khususnya dalam rangka mewujudkan swasembada pangan 2025. Kegiatan ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan kedaulatan dan kemandirian pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional.

Di tingkat daerah, panen raya jagung ini mendukung pelaksanaan Dasa Cita pembangunan NTT yang digagas Pemerintah Provinsi NTT. Program ini menempatkan jagung sebagai komoditas strategis yang tidak hanya berperan sebagai bahan pangan pokok, tetapi juga sebagai bahan baku pakan ternak, komoditas ekspor, serta basis pengembangan industri hilir.

Gerakan Jagung NTT

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT menekankan bahwa gerakan memasyarakatkan jagung kini menjadi strategi utama untuk meningkatkan produksi dan produktivitas, menyediakan pakan, membuka peluang ekspor ke Timor Leste, serta mengembangkan hilirisasi jagung sehingga memberikan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha lokal.

Melalui program ini, diharapkan jagung mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus menurunkan angka kemiskinan di NTT.

Menuju Indonesia Emas 2045

Keberhasilan pelaksanaan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal III Tahun 2025 di NTT menunjukkan bahwa swasembada pangan bukan sekadar wacana, melainkan hasil kerja nyata bersama antara Polri, pemerintah, dan masyarakat.

Sinergi yang terbangun ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian target nasional menuju Indonesia Emas 2045, di mana kemandirian pangan menjadi salah satu pilar utama pembangunan berkelanjutan. (YT)

Post navigation

Previous Previous
Senator Peduli Ketahanan Pangan Dimulai di NTT, Targetkan Jagung Jadi Komoditas Unggulan
NextContinue
24 September 2025 Informasi Harga Komoditi Tanaman Pangan di Pasar Naikoten
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search