Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025, Kawal Kesejahteraan Petani dan Stabilitas Harga

Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 berlangsung pada Kamis (8/1/2026) di Desa Manulai I, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, sebagai bagian dari upaya mendukung program Swasembada Pangan Nasional. Kegiatan ini juga diadakan serentak di seluruh Indonesia, dengan Kapolri dan Menteri Pertanian memimpin acara secara virtual. Pusat kegiatan nasional berlokasi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Di NTT, kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen, termasuk Forkopimda, pejabat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang hadir untuk mewakili Gubernur NTT, serta tamu undangan lainnya.
Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., Kabidhumas Polda NTT, menyampaikan bahwa kegiatan ini menunjukkan kerjasama antara berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, Bulog, dan kelompok tani, dalam mendukung visi Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya dalam sektor ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi rakyat.
“Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 menjadi momen penting untuk memastikan kesejahteraan petani dan menjaga harga jagung tetap stabil di tingkat produsen,” ujar Kabidhumas.
Kapolda NTT sebelumnya menekankan pentingnya kolaborasi antara Polri dan masyarakat. Sinergi ini terus terjalin dalam setiap tahapan program, mulai dari penanaman serentak pada Oktober 2025 hingga pelaksanaan panen raya, dengan memberikan pendampingan berkelanjutan kepada petani.
Panen raya jagung ini mencakup beberapa wilayah penghasil jagung utama di NTT, seperti Kabupaten Sumba Barat Daya, Sumba Timur, Alor, dan Kabupaten Kupang. Salah satu lokasi simbolis berada di Kampung Pasat, Desa Manulai I, dengan luas lahan sekitar 10 hektare yang dikelola oleh kelompok tani Manekat, Karunia, dan Moris Diak. Hasil panen diperkirakan mencapai 50 ton jagung berkualitas tinggi.
Bhabinkamtibmas juga berperan penting dalam mendampingi petani, menjembatani koordinasi dengan BMKG terkait cuaca, Dinas Pertanian dalam penyuluhan teknis, serta memastikan distribusi bibit dan pupuk berjalan lancar. Selain itu, Gugus Tugas Ketahanan Pangan turut memastikan bahwa hasil panen dapat terserap dengan baik oleh Bulog, menjaga harga jagung di tingkat petani tetap stabil dan menguntungkan.
“Pengawalan dilakukan dari hulu hingga hilir, termasuk memastikan hasil panen terserap dengan baik oleh Bulog, sehingga petani tidak dirugikan,” tambah Kabidhumas.
Meski menghadapi tantangan cuaca dan keterbatasan input produksi, hasil panen jagung sepanjang tahun 2025 menunjukkan hasil yang menggembirakan. Berbagai intervensi, seperti penyediaan sumur bor, pompa air, dan pendampingan teknologi pertanian sederhana, terbukti mampu meningkatkan produktivitas petani.
Menatap tahun 2026, kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 diharapkan menjadi fondasi yang kokoh untuk ketahanan pangan berkelanjutan dan memperkuat posisi NTT sebagai salah satu penghasil jagung utama di Indonesia.
“NTT Bangkit, Jagung Melimpah, Rakyat Sejahtera. Bersama-sama kita wujudkan Asta Cita menuju Indonesia Maju,” tutupnya.
