Peluncuran Program Pasar Aman di Kota Kupang: Langkah Menuju Keamanan Pangan

Kupang 26 November 2024 – Program Pasar Aman (PAS AMAN) yang digagas oleh Badan Pangan Nasional, secara resmi diluncurkan di Pasar Oebobo, Kota Kupang pada hari ini. Acara ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan keamanan pangan segar di pasar tradisional, sekaligus upaya strategis dalam mendukung penurunan angka stunting, kemiskinan ekstrem dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di Provinsi NTT.

Joaz Bily Oemboe Wanda, SP (Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT)

Dalam sambutannya, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengungkapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya program Pas Aman ini. Beliau menyampaikan, bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam memastikan pangan yang tersedia di pasar-pasar di Kota Kupang aman dan bebas dari bahan yang berbahaya. Menurutnya, salah satu tujuan utama dari program ini adalah untuk memberikan kontribusi nyata dalam penurunan angka stunting, yang saat ini masih cukup tinggi di Indonesia, termasuk NTT.

“Keamanan pangan menjadi salah satu faktor kunci dalam penurunan angka stunting. Dengan adanya program Pas Aman, kita berharap dapat menyediakan pangan yang lebih aman dan bergizi untuk masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan pasar yang aman dan berkualitas. Program Pas Aman diharapkan dapat meningkatkan kualitas pasar tradisional seperti Pasar Oebobo, dengan memberikan sistem yang lebih teratur dan aman bagi pengunjung dan pedagang. Ia juga berharap agar program ini dapat segera diperluas ke pasar-pasar lain di Kota Kupang dan Provinsi NTT.

Linus Lusi (Pj. Walikota Kupang)

Pj. Walikota Kupang juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung program Pas Aman ini. Beliau menekankan pentingnya keberlanjutan program ini dan menyebutkan bahwa pasar-pasar di Kota Kupang memiliki peran penting dalam menyediakan pangan yang sehat bagi masyarakat. Ia menyatakan bahwa dengan adanya sistem yang lebih baik dalam pasar, masyarakat tidak hanya mendapatkan pangan yang aman, tetapi juga merasakan perubahan kualitas yang signifikan.

“Melalui program Pas Aman, kita ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap pasar tradisional. Kami ingin pasar ini menjadi tempat yang lebih nyaman, bersih, dan aman untuk berbelanja, serta tentunya menyediakan pangan yang berkualitas,”

Keamanan Pangan dan Penurunan Stunting

Keamanan pangan menjadi salah satu faktor kunci dalam penurunan angka stunting, yang hingga tahun 2023 masih mencatatkan angka yang cukup tinggi di Indonesia, termasuk di NTT. Data terbaru menunjukkan bahwa angka stunting pada balita di Indonesia masih berada di sekitar 30%. Oleh karena itu, melalui peluncuran program Pas Aman ini, diharapkan dapat menjadi solusi integratif yang melibatkan semua pihak dalam menyediakan pangan yang aman, bergizi, dan terjamin kualitasnya untuk masyarakat.

Meningkatkan Kelas Pasar Rakyat

Program Pas Aman ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas pasar rakyat yang ada di Kota Kupang. Sebelumnya, masyarakat sering berbelanja di swalayan atau supermarket karena dianggap lebih terjamin kebersihan dan keamanannya. Namun, dengan penerapan program Pas Aman, pasar tradisional seperti Pasar Oebobo dapat mengikuti standar yang sama, dengan menjaga kebersihan dan menjamin keamanan pangan secara mandiri. Salah satu langkah konkret dalam program Pas Aman adalah pemberian alat tes keamanan pangan kepada petugas pasar. Dengan alat ini, petugas pasar dapat secara mandiri melakukan pengecekan terhadap produk pangan, seperti sayur dan buah, untuk memastikan bahwa produk tersebut aman untuk dikonsumsi. Hal ini akan menjadi deteksi awal untuk mencegah masuknya produk pangan yang tidak aman atau mengandung racun ke pasar.

Kolaborasi dan Dukungan untuk Memperluas Program

Pemerintah pusat telah mengalokasikan dana untuk mendukung implementasi Pas Aman di berbagai pasar di seluruh Indonesia, Sebagai bagian dari upaya untuk memperluas jangkauan dan keberhasilan program ini. Di Provinsi NTT, terdapat lebih dari 500 pasar dan Pasar Oebobo di Kota Kupang menjadi salah satu pasar yang dipilih untuk penerapan program ini. Selain itu, pemerintah juga bekerja sama dengan berbagai pihak, baik itu pemerintah daerah maupun lembaga terkait, untuk mengimplementasikan program ini secara maksimal.,

Menciptakan Pasar yang Bersih dan Aman

Dalam kesempatan ini, juga disampaikan pentingnya menjaga kebersihan pasar dan memastikan bahwa para pedagang dan pengunjung pasar dapat menjalankan aktivitasnya dengan nyaman dan aman. Program Pas Aman tidak hanya mencakup keamanan pangan, tetapi juga aspek kebersihan dan kenyamanan pasar, mulai dari fasilitas toilet yang bersih, hingga tata ruang pasar yang lebih terorganisir.

Tidak hanya itu, pemerintah juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak pasar dan retribusi yang ada. Pembayaran yang tepat waktu akan memastikan bahwa fasilitas pasar dapat terus diperbaiki dan ditingkatkan, sehingga pasar bisa terus berkembang menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi semua.

Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Sehat

Dengan adanya program Pas Aman adalah langkah menuju masa depan yang lebih sehat dan sejahtera bagi semua, di mana pangan yang dikonsumsi dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, terutama bagi anak-anak dan balita. Kita semua dapat berkontribusi dalam menjaga kualitas pangan yang ada di pasar. Hal ini merupakan bentuk dukungan atas komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mengurangi angka stunting, dan mewujudkan Kota Kupang sebagai kota yang lebih bersih, aman, dan sehat.

Similar Posts

  • Gubernur Melki Tegaskan Sinergi Jadi Kunci Kendalikan Inflasi dan Bangun Ketahanan Pangan di NTT

    Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, dan mengendalikan laju inflasi daerah melalui sinergi lintas sektor. Hal tersebut disampaikan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam sambutannya pada kegiatan High Level Meeting dan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTT yang digelar di Hotel Neo Aston Kupang, Selasa (15/7/2025).
    Kegiatan yang mengangkat tema “Sinergi Memperkuat Ketahanan Pangan untuk Ekonomi NTT yang Tumbuh Kuat dan Berkelanjutan” ini dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi, baik pusat maupun daerah.
    Kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT, Kapolda NTT, Danrem 161/Wira Sakti, Deputi Badan Pangan Nasional Brigjen (Purn) TNI Suardi Samiran, Deputi Kemenko Perekonomian Dr. Ferry Irawan, Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional Dr. Andriko Noto Susanto (secara virtual), Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT Agus Sistyo Widjajati, Kepala OJK NTT, para pimpinan perangkat daerah provinsi, unsur perbankan, serta TPID kabupaten/kota se-NTT. Dalam sambutannya, Gubernur Melki menekankan pentingnya kolaborasi untuk mengatasi inflasi secara menyeluruh, terutama melalui penguatan ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga, desa, hingga provinsi.

  • Warga Sikumana Serbu GPM: Bahan Pokok Murah Diserbu Sejak Pagi

    Warga Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, menyerbu Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (5/6) pagi. Sejak bukannya GPM di halaman Gereja GMIT Pniel Sikumana telah dipadati warga, mayoritas ibu rumah tangga, yang antusias membeli bahan pokok dengan harga miring. Antusias warga memperlihatkan betapa besarnya minat masyarakat terhadap inisiatif ini. Dalam kegiatan tersebut, berbagai bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, telur, hingga sayur-mayur segar dijual dengan harga di bawah pasaran.

    Nita Manafe, salah satu warga, menyampaikan apresiasinya terhadap pemerintah provinsi. “Saya sangat senang dan mengapresiasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT. Kegiatan ini sangat membantu kami, apalagi sekarang harga bahan pokok sedang naik,” ujar Nita sambil menunjukkan kantong belanjaannya. Ia berharap kegiatan semacam ini bisa digelar secara berkala. “Semoga ke depan GPM tetap hadir di Sikumana. Ini bentuk perhatian nyata pemerintah kepada rakyat kecil,” tambahnya.

  • Kepala Desa Dualaus Kunjungi UPTD PKDLHP  Jajaki Kerjasama Pengembangan Pertanian

    Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perbenihan, Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan (PKDLHP) pada Senin (18/11/2024) menerima kunjungan Kepala Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu beserta rombongan. Kunjungan yang didampingi oleh anggota Kelompok Tani Ora Et Labora, Kelompok Tani Sehati dan Petani Milenial ini bertujuan untuk menggali potensi pengembangan pertanian di wilayah mereka.

    Rombongan disambut langsung oleh Kepala UPTD PKDLHP, Ir. Maria I. R. Manek, M.Sc., didampingi Kepala Tata Usaha dan Plt. Kepala Seksi Laboratorium Hayati, Christiana Hukom, SP. MT, serta Kepala Seksi Kebun Dinas, Mikson Lakidang, SP. M.Agr.

  • 10 Negara dengan Pertanian Terbaik di Dunia, Ada Indonesia

    Jakarta, CNBC Indonesia- Sektor pertanian dunia terus mengalami transformasi seiring dengan kemajuan teknologi, perubahan iklim, serta dinamika kebijakan agraria. Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Pangan Dunia (FAO) dan indeks Total Factor Productivity (TFP) USDA 2022, berikut negara dengan sektor pertanian terbaik tidak hanya unggul dalam volume produksi, tetapi juga dalam efisiensi dan inovasi.

  • Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT Raih Penghargaan “Informatif” dalam Keterbukaan Informasi Publik 2024

    Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Pada acara Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Provinsi NTT, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan berhasil masuk dalam 8 Besar Terbaik Badan Publik dengan Kategori “Informatif” untuk lingkup Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi NTT.

    Penghargaan ini diterima langsung oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT dalam acara yang berlangsung dengan penuh khidmat di Kupang. Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT dalam mewujudkan transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan informasi yang mudah diakses oleh masyarakat.

  • Membangun Generasi Petani Cerdas: Pelatihan CPNS di Laboratorium Hayati dan Biopestisida untuk Penguatan Pertanian Berkelanjutan

    Kupang, 2025 – Di tengah upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, UPTD Perbenihan, Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan (PKDLHP) mengambil langkah strategis dengan melibatkan generasi baru aparatur sipil negara (ASN) tahun anggaran 2025, sebanyak 8 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ditempatkan secara khusus Seksi Pengelolaan Laboratorium Hayati dan Biopestisida , sebagai bagian dari program penguatan kapasitas teknis laboratorium pertanian di tingkat kabupaten.

    Program ini tidak sekadar formalitas penempatan pegawai, melainkan sebuah investasi jangka panjang dalam pengembangan sistem pertanian berbasis sains. Melalui bimbingan intensif oleh para ahli, para CPNS ini mulai menjalani pelatihan praktik langsung di laboratorium hayati, dengan fokus pada pengamatan dan identifikasi agens pengendali hayati—organisme mikroskopis yang berperan penting dalam mengendalikan hama tanaman secara alami, tanpa merusak ekosistem.