Pemprov NTT Perkuat Arah Pembangunan Pertanian melalui Koordinasi dengan Kementan dan Bappenas

Jakarta, 8 April 2026 – Pembangunan pertanian NTT terus diperkuat melalui koordinasi strategis antara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan pemerintah pusat. Langkah ini dilakukan untuk mendorong sinergi program, memperluas dukungan pembangunan sektor pertanian, serta memastikan kebutuhan daerah mendapat perhatian dalam perencanaan nasional.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, SP, melakukan pertemuan strategis dengan Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc. Pertemuan tersebut membahas koordinasi dan realisasi dukungan bantuan perbenihan sebagai bagian dari upaya peningkatan produktivitas pertanian di wilayah NTT.
Dukungan perbenihan memiliki peran penting dalam pembangunan pertanian, terutama untuk mendorong peningkatan hasil produksi, menjaga mutu budidaya, dan memperkuat keberlanjutan usaha tani. Bagi NTT, dukungan benih yang sesuai dengan kebutuhan wilayah menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan komoditas pangan secara lebih optimal.
Selain itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT juga melakukan koordinasi dengan Direktur Pangan dan Pertanian Kementerian PPN/Bappenas, Jarot Indarto, beserta jajaran, guna menggalang dukungan pendanaan pembangunan pertanian di NTT melalui APBN maupun kemitraan dengan non-government organization.
Fokus pembahasan meliputi pengembangan komoditas jagung, sorgum, hortikultura, serta komoditas perkebunan seperti kopi, kakao, dan buah-buahan unggulan daerah, termasuk jeruk keprok Soe. Pembahasan juga diarahkan pada penguatan strategi hilirisasi agar komoditas unggulan NTT memiliki nilai tambah yang lebih tinggi dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani dan daerah.
Dalam agenda tersebut, turut dibahas pula pentingnya dukungan DAK 2027 sebagai instrumen penguatan pembangunan pertanian yang lebih terarah, terencana, dan berkelanjutan. Melalui koordinasi ini, Pemprov NTT menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan dukungan pusat demi mewujudkan pembangunan pertanian yang produktif, berdaya saing, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
