Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam rangka stabilisasi pasar dan harga pangan menjelang HBKN Gelar Gerakan Pangan Murah

Pemerintah Kab. Rote Ndao dalam rangka stabilisasi pasar dan harga pangan menjelang HBKN, Jumat 29 Maret 2024

(Jumat, 29 Maret 2024) Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Perum Bulog dan beberapa distributor.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut yakni Penjabat Bupati Rote Ndao, Oder Max Sombu, SH., MA., MH, Forkopimda Kab. Rote Ndao, Sekretaris Daerah bersama para Asisten Sekda Kab. Rote Ndao, Pimpinan Instansi BUMN dan BUMD, para Kepala Perangkat Daerah lingkup Kab. Rote Ndao, Kepala Cabang Bank NTT Kab. Rote Ndao dan Ketua Persit Candra Kirana Kodim 1627 beserta anggotanya serta masyarakat Kab. Rote Ndao.

Pj. Bupati Rote Ndao dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. NTT, Perum Bulog Prov. NTT dan seluruh pihak yang telah bekerja keras untuk menyelenggarakan kegiatan GPM ini dengan tujuan untuk memberikan akses lebih mudah kepada masyarakat untuk memperoleh barang kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

Pemerintah Kab. Rote Ndao dalam rangka stabilisasi pasar dan harga pangan menjelang HBKN, Jumat 29 Maret 2024

Selanjutnya Pj. Bupati Rote Ndao juga menegaskan bahwa GPM merupakan salah satu langkah konkrit Pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap kebutuhan pokok sehari-hari. Pemerintah Kab. Rote Ndao telah mengupayakan penyediaan bahan pangan dan barang kebutuhan lainnya dengan harga yang relatif lebih murah sehingga diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat.

Hal ini merupakan sinergi yang kuat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta upaya Pemerintah dalam menjaga inflasi dan stabilitas harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) 2024, terutama pada Bulan Suci Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri bagi umat Muslim dan juga Hari Raya Paskah bagi umat Kristiani.  

Komoditi yang dijual antara lain Beras kemasan 5kg, Gula Pasir, Tepung Terigu, Telur Ayam, Minyak Goreng, Bawang Merah, Bawang Putih dan lain sebagainya.

Similar Posts

  • Digitalisasi Pertanian Diklaim Bisa Entaskan Kemiskinan Struktural dan Persoalan Regenerasi

    Krisis regenerasi petani dan kemiskinan struktural menjadi tantangan masyarakat pedesaan. Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menegaskan 1. Industrialiasi pertanian digital berbasis digital bisa menjadi solusi strategis.

    “Dengan sistem ini, produktivitas pertanian bisa meningkat, distribusi manfaat ekonomi menjadi lebih adil, dan kesejahteraan petani pun dapat diwujudkan,” jelas Budiman dalam penanaman perdana padi metode TIP4K di Cirebon, Sabtu (11/10/2025).
    Budiman menyampaikan, lebih dari 70 persen petani Indonesia berusia di atas 45 tahun. Ironisnya, generasi muda enggan melanjutkan profesi ini lantaran imbal hasil yang kerap tak sebanding dengan jerih payahnya.
    Untuk itu dibutuhkan skema digitalisasi yang mampu mengintegrasikan seluruh rantai pasok pertanian, mulai dari petani, buruh tani, penggilingan padi, gudang logistik, hingga pedagang sembako dalam satu ekosistem digital.

  • Gibran di Kabupaten Kupang: Dorong Swasembada Pangan, Tanggapi Langsung Keluhan Petani

    Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (7/5/2025). Tiba di Desa Baumata Utara, Kecamatan Taebenu, sekitar pukul 10.18 WITA, Gibran langsung menuju area persawahan Tulun, pusat kegiatan pertanian masyarakat setempat.

    Didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Gubernur NTT Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur NTT Joni Asadoma, serta jajaran pimpinan daerah dan militer seperti Bupati Kupang Yosef Lede, Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki, dan Danrem 161/Wirasakti Brigjen Joao Xavier Barneto Nunes, Wapres Gibran menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa traktor tangan dan mesin pompa air kepada para petani. Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda nasional untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

  • Pasar Tani “Lokal Itu Hebat” – Beli Lokal, Dukung Petani dan UMKM

    Dalam rangka mendukung program One Village One Product (OVOP) dan penguatan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyelenggarakan kegiatan Pasar Tani bertajuk “Lokal Itu Hebat” – Beli Lokal, Dukung Petani dan UMKM. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, tanggal 27–28 Mei 2025, di depan Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT dan sepanjang Jalan El Tari, Kupang.

    Memperkuat UMKM, Petani, dan Produk Lokal

    Kegiatan Pasar Tani ini menjadi bagian integral dari upaya mendorong desa-desa di NTT agar mampu mengembangkan produk unggulan yang berdaya saing, baik di pasar nasional maupun internasional. Melalui kegiatan ini, hasil pertanian dan aneka olahan pangan lokal diperkenalkan lebih dekat ke masyarakat. Selain sebagai sarana promosi, Pasar Tani diharapkan menjadi instrumen untuk mengurangi ketergantungan pada produk impor, memperkuat keberlanjutan pertanian, serta memberdayakan ekonomi lokal.

  • Perbaikan dan Rehab Jaringan Irigasi Pertanian tahun 2025 Pacu Swasembada Pangan Nasional

    Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) Kementerian Pertanian terus memperkuat upaya pencapaian swasembada pangan nasional, khususnya beras, melalui dukungan kegiatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi pertanian.

     Pengelolaan air yang tepat bukan sekadar teknis semata, tetapi juga berdampak langsung pada ketahanan pangan. Dengan perhitungan yang akurat, petani dapat memaksimalkan penggunaan air, menekan risiko kekurangan pasokan di musim kemarau, dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

    Ditjen LIP terus menerapkan prinsip pengelolaan irigasi pertanian yang berkelanjutan melalui koordinasi dan sinkronisasi yang intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Ditjen SDA dan BBWS/BWS di daerah. Melalui perbaikan jaringan irigasi tersier, dan koordinasi dengan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), distribusi air ke lahan pertanian dapat dijaga dengan baik. Upaya ini juga sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan Nasional, yang ditetapkan pada 30 Januari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

  • NTT Menuju Swasembada Pangan: Integrasi Darat dan Laut untuk Ketahanan Pangan Nasional

    Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin memperkuat perannya sebagai lumbung pangan nasional melalui integrasi kebijakan darat dan laut dalam kerangka besar swasembada pangan. Dalam Rapat Koordinasi Desk 8 yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT dan dihadiri oleh Dirjen Tanaman Pangan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Kadis Pertanian kabupaten/kota se-NTT, disepakati strategi percepatan program nasional melalui pendekatan kolaboratif, modernisasi sistem pertanian, dan optimalisasi potensi kelautan serta perikanan.

    Sebagai respons terhadap krisis pangan global dan tantangan perubahan iklim, NTT didorong menjadi wilayah strategis dalam pengembangan produksi beras nasional, kemandirian benih, dan diversifikasi pangan lokal. Di sisi maritim, penguatan subsektor rumput laut, garam rakyat, dan perikanan tangkap diarahkan untuk mendukung hilirisasi industri dan ekspor. Dengan dukungan anggaran, tata kelola yang terintegrasi, dan pembentukan Satgas Swasembada Pangan Provinsi, NTT kini bersiap menjadi garda depan ketahanan pangan Indonesia dari timur.