Penanaman Padi Sistem Jajar Legowo oleh PPL Bersama POPT di Poktan Inpari Jaya, Desa Golo Watu, Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai, NTT

Pada Selasa, 28 Januari 2026, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bersama Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) melaksanakan kegiatan pendampingan penanaman padi dengan sistem jajar legowo di Kelompok Tani (Poktan) Inpari Jaya, Desa Golo Watu, Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan produktivitas tanaman padi sekaligus mendukung program peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) sebagai salah satu strategi memperkuat ketahanan pangan daerah.

Pendampingan penanaman ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian agar dapat ditanami secara berkelanjutan dan tepat waktu. Melalui peningkatan LTT, diharapkan luas areal tanam padi terus bertambah sehingga produksi padi dapat meningkat secara signifikan.

Sistem tanam jajar legowo merupakan metode penanaman padi dengan pengaturan jarak tanam tertentu, di mana beberapa baris tanaman diselingi dengan satu baris kosong. Pola tanam ini bertujuan untuk memberikan ruang tumbuh yang lebih optimal bagi tanaman padi, meningkatkan penerimaan cahaya matahari, serta memperbaiki sirkulasi udara di dalam pertanaman. Dengan kondisi tersebut, pertumbuhan anakan padi menjadi lebih baik dan potensi hasil panen dapat meningkat.

Selain meningkatkan produktivitas, penerapan sistem jajar legowo juga memudahkan petani dalam pemeliharaan tanaman, seperti pemupukan, penyiangan, serta pengendalian organisme pengganggu tumbuhan.

Melalui pendampingan langsung di lapangan, PPL dan POPT berharap petani Poktan Inpari Jaya mampu memahami dan menerapkan sistem tanam jajar legowo secara berkelanjutan. Sinergi antara petani dan petugas teknis ini diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi padi serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Manggarai, khususnya Kecamatan Wae Rii.

Similar Posts