loader image
Close
Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Penanaman Padi Sistem Jajar Legowo oleh PPL Bersama POPT di Poktan Inpari Jaya, Desa Golo Watu, Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai, NTT

January 28, 2026January 30, 2026 Artikel

Pada Selasa, 28 Januari 2026, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bersama Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) melaksanakan kegiatan pendampingan penanaman padi dengan sistem jajar legowo di Kelompok Tani (Poktan) Inpari Jaya, Desa Golo Watu, Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan produktivitas tanaman padi sekaligus mendukung program peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) sebagai salah satu strategi memperkuat ketahanan pangan daerah.

Pendampingan penanaman ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian agar dapat ditanami secara berkelanjutan dan tepat waktu. Melalui peningkatan LTT, diharapkan luas areal tanam padi terus bertambah sehingga produksi padi dapat meningkat secara signifikan.

Sistem tanam jajar legowo merupakan metode penanaman padi dengan pengaturan jarak tanam tertentu, di mana beberapa baris tanaman diselingi dengan satu baris kosong. Pola tanam ini bertujuan untuk memberikan ruang tumbuh yang lebih optimal bagi tanaman padi, meningkatkan penerimaan cahaya matahari, serta memperbaiki sirkulasi udara di dalam pertanaman. Dengan kondisi tersebut, pertumbuhan anakan padi menjadi lebih baik dan potensi hasil panen dapat meningkat.

Selain meningkatkan produktivitas, penerapan sistem jajar legowo juga memudahkan petani dalam pemeliharaan tanaman, seperti pemupukan, penyiangan, serta pengendalian organisme pengganggu tumbuhan.

Melalui pendampingan langsung di lapangan, PPL dan POPT berharap petani Poktan Inpari Jaya mampu memahami dan menerapkan sistem tanam jajar legowo secara berkelanjutan. Sinergi antara petani dan petugas teknis ini diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi padi serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Manggarai, khususnya Kecamatan Wae Rii.

Post navigation

Previous Previous
Kolaborasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT dengan LAPAS Kelas II Kupang
NextContinue
NTT Raih Penghargaan Swasembada Pangan 2025, Produksi Padi Meningkat dan Target 2026 Diperkuat
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search