Pengambilan Sampel Benih Padi Dukung Ketersediaan Benih Bermutu

Kupang, 07 Mei 2026 – Pengambilan Sampel Benih Padi dilakukan sebagai bagian dari pengawasan mutu benih sebelum digunakan lebih lanjut. Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam menjaga ketersediaan benih bermutu bagi petani. Melalui tahapan ini, benih yang tersedia dapat diperiksa sesuai standar mutu perbenihan.
Pengambilan sampel dilakukan atas nama PT Kedelai Inti Raya melalui kegiatan MBTP APBN 2025. Sampel tersebut berasal dari benih padi varietas INPARI 32 HDB kelas BP sebanyak 20.690 kilogram. Selain itu, terdapat benih padi kelas BR sebanyak 9.570 kilogram.
Kegiatan serupa juga dilakukan atas nama CV KIA melalui skema swadaya. Sampel yang diambil meliputi benih padi varietas Cakrabuana kelas BR sebanyak 4.850 kilogram. Selain itu, varietas Ciherang kelas BR juga diambil sampelnya sebanyak 5.830 kilogram.
Pengambilan sampel merupakan bagian penting dalam proses pengawasan dan sertifikasi benih. Sampel benih akan menjadi dasar pemeriksaan mutu sebelum benih dinyatakan layak. Pemeriksaan tersebut dapat mencakup kadar air, kemurnian fisik, dan daya berkecambah.
Tahapan ini penting karena mutu benih sangat mempengaruhi keberhasilan budidaya padi. Benih bermutu dapat membantu petani memperoleh pertumbuhan tanaman yang lebih seragam. Selain itu, benih yang baik juga mendukung peningkatan produktivitas di tingkat lapangan.
Dengan adanya pengambilan sampel, proses perbenihan dapat berjalan lebih tertib dan terukur. Kegiatan ini juga mendukung tersedianya benih padi yang sesuai kebutuhan petani. Ketersediaan benih bermutu menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat produksi pangan daerah.
